Mentan: Ketahanan Pangan Identik Dengan Ketahanan Negara

Oleh : Wiyanto | Selasa, 13 Agustus 2019 - 14:24 WIB

Sawah foto Doc Kementan
Sawah foto Doc Kementan

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kebijakan Strategis Ketahanan Pangan dan Gizi segera dirumuskan oleh Dewan Ketahanan Pangan (DKP), sebagai salah satu tugasnya membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan.

"Pertemuan ini sangat penting. Berbicara masalah pangan, karena Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selaku Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan dalam arahannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) DKP di kantor Kementerian Pertanian, Selasa (13/8/2019).

Melihat urgensinya masalah pangan, lanjut Amran, Pemerintah Indonesia membentuk Satgas Pangan.

"Saya mengingatkan agar jangan main-main dengan sektor pangan. Kalau pangan terganggu, satgas pangan akan turun," tegas Amran.

Sebelumnya, Sekretaris DKP Agung Hendriadi melaporkan, tujuan rakor merumuskan kebijakan strategis Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Rencana Aksi di tingkat Pusat maupun Daerah sesuai amanat PP No 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.

"Forum ini mensinergikan Kelompok Kerja DKP yang terdiri dari Pokja Teknis, Pokja Ahli, dan Pokja Pemberdayaan serta perwakilan dari Kementerian/Lembaga untuk memberikan saran dan masukan dalam penyempurnaan Rancangan Kebijakan Strategis Ketahanan Pangan dan Gizi," tambah Agung yang juga Kepala Badan Ketahanan Pangan.

Lebih lanjut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan perkembangan pertanian Indonesia 5 tahun terakhir memiliki trend positif dalam 4 tahun terakhir (2015-2018).

"Inflasi pangan berhasil di jaga dibawah 2 persen dan PDB naik dari target pemeritah 3,5% dengan capaian 3,7%. PDB pertanian Indonesia menduduki peringkat 5 dari 224 negara. Penurunan inflasi bahan makanan Indonesia dari 11,71% menjadi 1,26% (2013-2017)," ujar Amran Sulaiman.

Ditambahkan Amran Sulaiman, perencanaan pangan 5 tahun kedepan harus melihat bagaimana Indonesia kedepan memasuki era Pertanian 4.0 (pertanian presisi melalui teknologi digital), terjadinya transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern, penurunan inflasi komoditas pangan.

"Penggunaan bibit unggul, pengembangan SDM pertanian digital yang terintegrasi dengan kebutuhan milenial, dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia harus kita wujudkan," tambah Amran.

Amran Sulaiman juga memaparkan bahwa fokus Pembangunan Pertanian ke depan untuk mewujudkan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui pengembangan rainfed area, wetland area serta CPO sebagai ujung tombak pertanian.

Rakor ini dihadiri ±100 orang dari perwakilan Kementerian/Lembaga, Kelompok Kerja (Pokja) DKP dan perwakilan dari Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank Muamalat Gandeng Prudential Indonesia Hadirkan Pembayaran Autodebit Kontribusi Asuransi Jiwa

Rabu, 20 November 2019 - 16:51 WIB

Bank Muamalat Gandeng Prudential Indonesia Hadirkan Pembayaran Autodebit Kontribusi Asuransi Jiwa

Bank Muamalat dan Prudential menjalin kemitraan agar nasabah dapat makin mudah dalam melakukan pembayaran kontribusi melalui fasilitas autodebit. Layanan ini juga akan melengkapi layanan pembayaran…

PWI dan MPR Akan Bekerjasama Sosialisasi Amandemen UUD 45 dan Kode Perilaku Wartawan

Rabu, 20 November 2019 - 16:35 WIB

PWI dan MPR Akan Bekerjasama Sosialisasi Amandemen UUD 45 dan Kode Perilaku Wartawan

Rencana itu disampaikan Ketua MPR Bambang Soesatyo ketika menerima kunjungan pengurus PWI Pusat yang dipimpin Sekjen PWI Mirza Zulhadi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat melakukan pertemuan dengan direksi Lotte Chemical di Seoul, Korea Selatan

Rabu, 20 November 2019 - 16:30 WIB

Menperin Pastikan Lotte Chemical Bakal Tambah Investasi di Indonesia

Lotte Chemical memastikan akan menambah investasi di Indonesia. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita setelah melakukan pertemuan dengan direksi…

CEO sekaligus Co-founder dari HarukaEDU, Novistiar Rustandi

Rabu, 20 November 2019 - 16:19 WIB

HarukaEDU Terima Pendanaan Seri C dari SIG

Dengan pendanaan tersebut, HarukaEDU akan serius menjangkau pasar B2B melalui corporate online training platform dan memperkuat portal pembelajaran berkelanjutan atau lifelong learning portal…

Fore gandeng Airy targetkan buka 1000 gerai

Rabu, 20 November 2019 - 16:00 WIB

Gandeng Airy, Fore Coffee Targetkan Ekspansi Sebanyak 1000 Lokasi

Sinergi antara Fore Coffee dan Airy ini menandakan komitmen kedua perusahaan dalam gerakan ekspansi di 1,000 titik lokasi di seluruh nusantara dan menjadi perwujudan kolaborasi antara sektor…