Kementan Dinilai Dobrak Minat Milenial Dengan Teknologi

Oleh : Wiyanto | Selasa, 23 Juli 2019 - 21:00 WIB

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)
Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Penilaian OpenGov Asia ke Kementerian Pertanian (Kementan) yang dianggap inisiatif dan inovatif memanfaatkan teknologi agriculture 4.0 akan memiliki dampak positif untuk generasi muda ke depannya.

"Tentu saja ke depannya bakal mendorong minat generasi muda ingin serius menekuni sektor pertanian. Sebab sudah canggih mekanisasinya," ujar pengamat pertanian UGM, Jamhari, Minggu (21/7/2019).

Jamhari menuturkan, skema pengelolaan pertanian yang modern merupakan kunci mutlak menarik geliat generasi muda ke sektor agraris.

Upaya itu, ucap Jamhari, dianggap cukup serius dikerjakan oleh Kementan dengan beradaptasi sesuai kemajuan teknologi untuk memodernisasi pertanian.

"Jika pengelolaan pertanian sudah modern, para generasi muda juga akan dapat menyadari bahwa banyak peluang keutungan dari sektor agro," kata Jamhari.

Jamhari menjelaskan, selama ini generasi muda memang masih menganggap bahwa sektor pertanian seolah pekerjaan "kuno". Sebab masih dilihat minimnya pemanfaatan teknologi.

Padahal justru sebaliknya, sektor pertanian dari hulu ke hilir mempunyai banyak peluang yang menguntungkan. Apalagi, kebutuhan pangan dunia masih terus meningkat.

Jamhari berharap, Kementan terus meningkatkan kualitas pemanfaatan teknologi agriculture 4 0 untuk ke depannya. Dengan begitu, ikut juga mendorong terbukanya lapangan usaha baru.

Sebelumnya, Group Managing Director dan Editor in Chief OpenGov Asia, Mohit Sagar, menilai bila Kementan konsisten dan luar biasa dalam upaya menerapkan inovasi teknologi guna pembangunan pertanian.

Penerapan teknologi 4.0 oleh Kementan dikategorikan telah mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat petani.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Fajar Hutomo, Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Senin, 16 September 2019 - 07:42 WIB

Bekraf Sambut Kehadiran Blockchain Bisa Atasi Sejumlah Persoalan Hak Intelektual

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menyambut antusias keberadaaan tekhnologi blockhain di tanah air karena sangat membantu mengatasi sejumlah persoalan Hak Inelektual yang terjadi selama ini. Sejumlah…

Industri Tekstil

Senin, 16 September 2019 - 07:15 WIB

Kemenperin Rajut Harmonisasi Industri Tekstil Nasional

Kementerian Perindustrian bersama para stakeholder sedang berupaya melakukan harmonisasi tarif di industri tekstil dan produk tekstil (TPT), mulai dari sektor hulu sampai hilir sehingga untuk…

Pendaki Cilik, Fayyadh Qaishar Syafiq asal Tanggerang, Banten

Senin, 16 September 2019 - 07:14 WIB

Pendaki Cilik Terjang Butiran Es di Puncak Gunung Gede

Jakarta - Pendaki cilik asal Cipondoh Tangerang, Fayyadh Qaishar Syafiq (11 tahun), melakukan kembali pendakian yang kedua kalinya di Gunung Gede Desa Suka Tani, Cipanas, Bogor, Jawa Barat.

Waskita Realty-BTN Sepakat Pembiayaan Properti Program SatiFive

Senin, 16 September 2019 - 07:00 WIB

Waskita Realty-BTN Sepakat Pembiayaan Properti Program SatiFive

PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty), anak perusahaan dari PT Waskita Karya, (Persero), Tbk, yang bergerak pada bidang pengembangan properti, melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama…

Robert Walters Indonesia Meraih Predikat The Best Companies To Work For In Asia

Senin, 16 September 2019 - 06:00 WIB

Robert Walters Indonesia Meraih Predikat “The Best Companies To Work For In Asia”

Robert Walters Indonesia, perusahaan spesialis rekrutmen profesional berskala global dinobatkan sebagai “The Best Companies To Work For In Asia 2019” oleh HR Asia Magazine. Pada tahun ini,…