Kasus Firza Husein Sekarang Ditangani Prof Yusril Ihza Mahendra

Oleh : Herry Barus | Senin, 01 April 2019 - 09:00 WIB

Yusril Ihza Mahendra (Foto Dok Industry.co.id)
Yusril Ihza Mahendra (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kejelasan kasus makar yang melanda Firza Husen memasuki babak baru. Pengacara handal Prof Yusril Ihza Mahendara  mulai saat ini akan bertindak sebagai kuasa hukum Firza Husein

“Firza Husein telah mendandatangani surat kuasa untuk menangani kasus makar yang disangkakannya, “ujar Prof Yusril Ihza Mahendra via wa yang diterima awak media. Saat ini Prof Yusril Ihza Mahendra sedang ada keperluan di luar negeri.

Bukan tanpa alasan mengapa akhirnya menerima permintaan sebagai kuasa hukum. “Firza dan ibundanya minta saya mengupayakan agar status tersangkanya di SP3 karena penyidikan atas kasus itu sudah lama sekali tidak ada kelanjutannya. Saya kira cukup alasan untuk meminta SP3.”

Sementara itu menurut Firza Husen mengatakan kepada awak media,” Saya dan keluarga sudah sepakat menyerahkan dan mempercayakan untuk SP3 tersebut kepada pak Yusril Ihza Mahendra. Ibu saya itu, satu partai dengan pak Yusril, kami punya hubungan emosional.”

 “Untuk itulah, Pak Yusril yang kini mengurus. Karena saya ingin memperjelas status hukum saya, yang telah cukup lama tidak ada perkembangan yang signifikan,” papar sosok yang tinggal  diJakarta Timur itu lewat telepon hape.

Perempuan cantik ini kembali menjadi pembicaraan ketika status kejelasan hukum dipertanyakan di republik ini, dimana Firza telah resmi dinaikkan dari saksi menjadi tersangka, diduga menjadi motor rencana makar.

Dari jumlah itu,  mereka adalah Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Eko Suryo Santjojo, Adityawarman Thahar, Kivlan Zein, Alvin Indra dan salah satunya Firza Husein.

Kasus Firza Husein yang diduga berperan sebagai pengumpul dana makar.

Sebelum aksi damai 212, Firza memang menginap di Hotel Sari Pan Pasifik, bersama sejumlah aktivis yang disebut akan melakukan makar. Saat itu, Firza tidak tahu kalau memang mau ada rencana makar.

Polisi mengumumkan adanya dugaan pemufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo pada Jumat, 2 Desember 2016.

Kala itu aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan 11 orang. Termasuk Firza yang berkonotasi dengan keluarga Soeharto, yakni kata ‘cendana’.

Ramai di media sosial, Firza Husein diam-diam menarik atau mencabut kuasa hukumnya dari Aziz Yanuar, yang juga pengacara FPI, untuk kasus makar dirinya pindah sebagai klien Profesor Yusril Ihza Mahendra.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Senin, 18 November 2019 - 14:05 WIB

Sampai Akhir Tahun 2019, Kemenperin Bidik Ekspor Industri Aneka Tembuh USD 4,66 Miliar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan ekspor industri Aneka dalam negeri mampu mencapai 10 persen pada akhir tahun 2019.

Dermaga IPCC (Foto Istimewa)

Senin, 18 November 2019 - 13:21 WIB

Aktifitas Bongkar Muat Alat Berat, Spareparts IPCC Melambat

Jakarta - Belum sepenuhnya pulih sektor pertambangan, perkebunan, maupun infrastruktur membuat permintaan berbagai alat berat masih cenderung stagnan. Bahkan masih menunjukan pelemahan. Kondisi…

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno

Senin, 18 November 2019 - 13:15 WIB

Tak Hanya Hancurkan Sektor IHT, Revisi PP 109/2012 Bakal Rugikan 2 Juta Tenaga Kerja

Industri Hasil Tembakau (IHT) nasional semakin terpuruk akibat usulan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk merevisi Peraturan Pemerintah 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung…

PT Intiland Development Tbk (DILD)

Senin, 18 November 2019 - 13:01 WIB

Intiland Gandeng Tokopedia Untuk Pemasaran Perumahan Talaga Bestari

Kerjasama ini sekaligus juga sebagai upaya mengantisipasi perubahan habit transaksi para konsumen di era digital serta sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat luas dalam memperoleh informasi…

Hypertherm announces successful raid of counterfeiting operation in Vietnam

Senin, 18 November 2019 - 12:35 WIB

Hypertherm announces successful raid of counterfeiting operation in Vietnam

Hypertherm announces successful raid of counterfeiting operation in Vietnam