Kementerian ESDM Survei Pembangunan PLTS di Pos Perbatasan

Oleh : Herry Barus | Minggu, 18 November 2018 - 09:00 WIB

PLTS Ilustrasi (ist)
PLTS Ilustrasi (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyurvei untuk studi kelayakan dan desain rekayasa rinci (detail enginering design/DED) pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat di tiga titik Pos Jaga Perbatasan TNI AL di Sulawesi Tengah.

Selain sebagai sumber energi, pembangunan PLTS untuk Pos Jaga Perbatasan TNI AL itu juga dimaksudkan sebagai upaya preventif bersama agar kegiatan, fasilitas, dan infrastruktur bidang ESDM yang berada di daerah perbatasan, terpencil dan pulau terluar mendapatkan pengamanan, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (17/11/2018)

Survie dilakukan Kementerian ESDM melalui Badan Layanan Umum Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (BLU P3TKEBTKE).

Provinsi Sulawesi Tengah memiliki enam pos jaga TNI AL yakni di Donggala, Parigi, Ampana, Luwuk, Melentobang dan Morowali.

Tim yang dipimpin oleh peneliti Slamet tersebut melakukan survei di tiga lokasi yakni, Donggala, Parigi dan Ampana.

Kegiatan survei meliputi penentuan titik lokasi yang akan dipasang PLTS terpusat, pengukuran solar radiasi matahari, kecepatan angin, luas lahan, luas bangunan, daya listrik terpasang, fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Setiap pos jaga diperkirakan membutuhkan daya listrik terpasang/load profile minimal 10 kilo Watt peak (kWp).

Hingga pertengahan November 2018, BLU P3TKEBTKE telah melakukan survei di 23 titik. Survei ini ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir Desember 2018.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM) resmi menjalankan kerja sama dalam pengadaan barang/jasa melalui swakelola dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE dengan Kepala Puslitbangtek KEBTKE pada 4 September 2018.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi dengan TNI Angkatan Laut tentang Pembangunan PLTS yang ditandatangani Dirjen EBTKE Rida Mulyana dan Asisten Potensi Maritim Kasal Laksamana Muda TNI Edi Sucipto pada 18 September 2018.

PKS ini juga merupakan salah satu implementasi Nota Kesepahaman Kementerian ESDM dan TNI yang ditandatangani oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Panglima TNI pada 14 Juli 2017 lalu.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Samsung Giga Party Audio

Senin, 24 Februari 2020 - 16:06 WIB

Samsung Hadirkan Samsung Giga Party Audio

Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Samsung Giga Party Audio, penambahan terbaru ke jajaran home audio dan entertainment. Dengan Built-in Woofer, Bass Booster, dan fungsi Karaoke Mode,…

Hugh Jackman dan Allison Janney di HBO GO dan HBO

Senin, 24 Februari 2020 - 15:44 WIB

Bad Education dari HBO Films

Terinspirasi dari peristiwa nyata, Bad Education, mulai tayang berbarengan waktunya dengan A.S. pada 26 April jam 8.00 WIB HBO GO dan HBO, berkisah tentang Frank Tassone (Hugh Jackman) dan Pam…

NU CARE-LAZISNU dan Treasury

Senin, 24 Februari 2020 - 15:23 WIB

Kolaborasi NU CARE-LAZISNU dan Treasury Mempelopori Donasi Emas

Sebagai lembaga yang bergerak dibidang sosial, NU CARE-LAZISNU memiliki mimpi untuk turut mewujudkan kesejahteran umat dan masyarakat Indonesia, dengan menggunakan instrumen yang bisa memberikan…

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto

Senin, 24 Februari 2020 - 14:50 WIB

Status Negara Berkembang Dicabut, Kadin Minta Pemerintah Perkuat Daya Saing

Langkah Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan Indonesia dari status negara berkembang harus dipandang sebagai tantangan.

Ilustrasi properti di Kota Sydney

Senin, 24 Februari 2020 - 14:45 WIB

Perubahan Demografis Dorong Pergeseran Pasar Properti di Kota Sydney

Perubahan demografis telah mengubah tren properti di Australia. Diperkirakan pasar properti Negeri Kanguru itu bisa kembali bangkit sebagai salah satu destinasi investasi utama.