PT Multi Bintang Indonesia Terapkan Standar Hijau

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 10 November 2018 - 15:30 WIB

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)
PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian mengapresiasi industri minuman yang telah menerapkan standar hijau, salah satunya adalah PT Multi Bintang Indonesia Tbk yang berinovasi membangun fasilitas biomassa.

Fasilitas itu, menurut Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Abdul Rochim melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (9/11/2018)  dapat menggantikan penggunaan bahan bakar gas alam dengan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.

 "Dengan fasilitas tersebut, perusahaan akan mendapatkan manfaat berupa efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan air sehingga dapat meminimalkan limbah maupun emisi yang dihasilkan," katanya.

Rochim menyampaikan hal itu pada Peresmian Fasilitas Biomassa Pertama PT Multi Bintang Indonesia Tbk. di Mojokerto, Jawa Timur.

Hal ini juga diyakini dapat meningkatkan daya saing produk minuman PT Multi Bintang Indonesia Tbk.

 Apalagi, industri minuman mampu menunjukkan kinerja yang gemilang, dengan pertumbuhan sebesar 10,77 persen pada triwulan III tahun 2018. Capaian ini jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,17 persen di periode yang sama.

Sebelumnya, pada triwulan II-2018, dalam kelompok industri makanan dan minuman, turut memberikan kontribusi hingga 35,87 persen terhadap PDB industri nonmigas.

"Maka itu, industri makanan dan minuman masuk dalam sektor yang diprioritaskan pengembangannya. Sebab, selain menyumbang besar kepada ekonomi nasional, juga akan menjadi pionir dalam penerapan industri 4.0," jelasnya.

Dilihat dari industri minuman beralkohol, sektor ini berperan dalam penerimaan negara dengan memberikan kontribusi cukai dalam negeri sebesar Rp5,27 triliun pada tahun 2017, naik sampai angka 2,63 persen dibanding penerimaan cukai di tahun 2016 yang mencapai Rp5,14 triliun.

Selanjutnya, dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan nilai ekspor produk bir dari Indonesia tercatat hingga 12 persen per tahun. Pada tahun 2017, nilai ekspornya mencapai USD7,6 juta. Negara tujuan yang disasar antara lain Malaysia, Thailand, Kamboja, Singapura, hingga ke Amerika Serikat.

"Jadi, industri minuman beralkohol telah memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Selain mampu menyumbang cukai yang cukup besar, industri ini turut mendongkrak nilai ekspor melalui perluasan ke pasar nontradisional atau negara tujuan baru," kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono.

.Presiden Komisaris PT Multi Bintang Indonesia Tbk Cosmas Batubara menyampaikan, pembangunan fasilitas biomassa ini merupakan pertanggungjawaban perusahaan terhadap lingkungan dan sosial.

 "Dengan beralih ke EBT, maka emisi CO2 dari operasional brewery di Sampangagung, Mojokerto akan berkurang hingga 90 persen atau setara dengan 5.000 ton CO2," ungkapnya.

Lebih dari itu, PT Multi Bintang Indonesia Tbk. juga menargetkan di tahun 2020 dapat mencapai zero emission waste di semua mata rantai produksi dan operasionalnya. "Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada mitra kami, PT Tasma Bio Energi yang membantu Multi Bintang dalam mewujudkan Brew a Better Indonesia," tandasnya.

Bekerja sama dengan PT Tasma Bio Energi selaku perusahaan penyedia fasilitas biomassa, Multi Bintang menggantikan energi panas, yang selama ini berasal dari gas alam (energi fosil) dengan EBT untuk memanaskan boiler yang digunakan dalam proses brewing dan operasional brewery lain. EBT ini berasal dari hasil pembakaran 80 persen limbah industri pertanian (limbah sekam padi) dan 20 persen limbah industri pengolahan kayu (limbah cacahan kayu).

"Peresmian fasilitas biomassa ini merupakan sebuah pencapaian yang semakin mendekatkan kami dengan salah satu target keberlanjutan (sustainability) perusahaan, yaitu penggunaan 100 persen energi panas hasil dari EBT di 2023 untuk semua proses operasional kami," tambah Chew Boon Hee, Supply Chain Director PT Multi Bintang Indonesia Tbk

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pandemi Corona (covid-19)- foto/ist

Jumat, 10 April 2020 - 09:40 WIB

Hingga Jumat Pagi Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Indonesia Mencapai 3.293 Orang, Sebanyak 252 Pasien Sembuh dan 280 Pasien Tercatat Meninggal

"Hingga saat ini, pasien konfirmasi positif Covid-19 yang sembuh bertambah 30 orang sehingga total tercatat 252," ujar Achmad Yurianto. Sementara itu menurutnya, pasien yang terkonfirmasi positif…

Tahun 1960 Matsushita Electric Industrial membuat kesepakatan kerjasama teknis dengan Transistor Radio Manufacturing dan kinibdikenal Panasonic Gobel (foto Tirto.id)

Jumat, 10 April 2020 - 09:15 WIB

Bermodal Filosofi Pendiri Bagai Pohon Pisang yang Tak Mau Mati Sebelum Berbuah, Raksasa Industri Elektronika Panasonic Gobel Sukses Lalui Pasang Surut Bisnis Sejak 1960

‚ÄúSejak awal pendiri perusahaan ini, Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel berkomitmen ingin membangun industri sebagai jalan untuk berbhakti memajukan Indonesia. Demi mewujudkan cita-cita tersebut,…

Pertamina Lubricants Terus Perangi Covid-19

Jumat, 10 April 2020 - 09:00 WIB

Pertamina Lubricants Terus Perangi Covid-19

PT Pertamina Lubricants, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang pelumas terus berkomitmen untuk menjalankan protokol dan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19 serta…

Industri Kecil dan Menengah (IKM)

Jumat, 10 April 2020 - 08:53 WIB

Penjualan Hingga Produksi Anjlok, Sejumlah IKM Hanya Bisa Pasrah

Kementerian Perindustrian terus memantau dampak pandemi COVID-19 terhadap industri kecil dan menengah (IKM) di beberapa daerah, termasuk sektor logam, mesin, elektronika dan alat angkut (LMEAA).…

Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Tigor M. Siahaan (Ist)

Jumat, 10 April 2020 - 08:50 WIB

Gelar RUPST, PT Bank CIMB Niaga Tbk Bukukan Laba Bersih Rp3,48 triliun, Tigor Siahaan Ditetapkan Kembali Sebagai Presdir

Para pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih CIMB Niaga untuk dibagikan sebagai dividen tunai setinggi-tingginya 40% atau sebesar Rp1,39 triliun dari laba bersih CIMB Niaga tahun…