BPOM Terbitkan Aturan Label Pangan Olahan

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 27 Oktober 2018 - 17:00 WIB

Kepala BPOM Penny K. Lukito (Foto Ist)
Kepala BPOM Penny K. Lukito (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan aturan label pangan olahan, termasuk di dalamnya mengatur susu kental manis (SKM).

Dalam keterangan yang diterima, Peraturan Kepala (Perka) BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan ini merupakan revisi Peraturan BPOM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.

"Selama ini peraturan tentang label mungkin agak membingungkan karena berada di banyak tempat, hari ini disatukan dalam satu Perka BPOM," kata Kepala BPOM ,Penny Kusumastuti Lukito dalam acara sosialisasi peraturan label pangan olahan, di Jakarta, Jumat (26/10/20180

Perturan ini sekaligus memperjelas ketentuan label produk SKM, di mana BPOM kembali menegaskan bahwa SKM merupakan kategori produk susu.

Penny menegaskan, adanya peraturan BPOM yang baru diharapkan bisa meluruskan informasi yang simpang siur sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar.

"SKM itu aman, tetapi bukan sebagai pengganti air susu ibu(ASI)," tegas Penny.

Perka BPOM Nomor 31/2018 mewajibkan produsen mencantumkan beberapa hal pada label SKM agar masyarakat dapat memanfaatkan produk ini sesuai fungsinya.

Pada label SKM, produsen wajib mencantumkan keterangan bahwa  SKM tidak untuk menggantikan ASI, tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan, serta tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi .

Ketentuan-ketentuan dalam label kemasan SKM tersebut lebih tegas dan lebih detail dibandingkan aturan sebelumnya, di mana label SKM hanya diwajibkan mencantumkan kalimat tidak cocok untuk untuk bayi sampai usia 12 bulan.

Peraturan label yang lebih ketat itu dibuat untuk menghindari penggunaan SKM oleh masyarakat sebagai pengganti ASI.

Padahal, bayi pada usia tertentu sangat membutuhkan ASI yang tidak bisa digantikan oleh kategori produk susu manapun.

Penny menegaskan, terbitnya Perka No 31/2018 sekaligus menganulir Surat Edaran Nomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya yang dikeluarkan pada 22 Mei 2018.

Menurutnya, setelah Perka BPOM terbit, maka surat edaran tersebut sudah tidak berlaku lagi.

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Tetty Helfery Sihombing menambahkan BPOM akan terus melakukan sosialisasi Perka BPOM Nomor 31/2018 kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan di industri susu dan produk olahan susu.

Sosialisasi dilakukan sekaligus untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi seimbang bagi tubuh.

"Kami ada bagian yang khusus untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat," kata Tetty.

Dia berharap, produsen SKM dan produk pangan lain dapat secepatnya mengikuti ketentuan-ketentuan baru terkait label.

Sesuai Perka BPOM yang baru, produsen diberikan masa transisi selama 30 bulan setelah aturan terbit agar produk yang sekarang beredar menyesuaikan dengan ketentuan label yang baru.

Bagi produk baru akan langsung mengikuti peraturan ini. "Kami akan dorong pelaku industri untuk menerapkan peraturan ini," ujar Tetty.

Dengan adanya peraturan label dan iklan SKM yang ketat, Tetty berharap masyarakat dapat memanfaatkan SKM sesuai fungsi yang semestinya.

Menurut dia, SKM aman dikonsumsi oleh siapa saja sepanjang tidak dipergunakan sebagai pengganti ASI.

Selain itu, masyarakat harus diedukasi agar mau membaca label produk agar bisa mendapatkan informasi secara benar.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Pan Brothers Tbk (PBRX)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:30 WIB

Kinerja Ciamik, PT Pan Brothers Tbk Cetak Penjualan USD121,66 Juta hingga Maret 2020

Emiten PT Pan Brothers Tex dan entitas anak (PBRX) berhasil mencetak penjualan sebesar USD121,66 juta hingga periode 31 Maret 2020 naik dibandingkan penjualan USD112,88 juta di periode sama…

Ilustrasi Pasien Sembuh Covid-19 (ist)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:07 WIB

Alhamdulillah! Tren Pasien Sembuh COVID-19 Meningkat, Jakarta Tertinggi Disusul Jatim, Jabar, Sulsel dan Jateng

Juru Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa pasien sembuh dari COVID-19 cenderung semakin mengalami peningkatan. "Ini yang harus kita syukuri, bahwa sekarang semakin cenderung…

Rp 22 Miliar Donasi dari Dettol dan Harpic Guna Melawan COVID-19

Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:00 WIB

Rp 22 Miliar Donasi dari Dettol dan Harpic Guna Melawan COVID-19

Memenuhi komitmennya untuk melawan pandemik COVID-19, Dettol dan Harpic, hari ini menyelesaikan #MelindungiGardaDepan, sebuah inisiatif guna melindungi tenaga kesehatan, garda depan perlawanan…

Wika Beton

Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:30 WIB

Naik Tipis, PT Wijaya Karya Beton Tbk Cetak Laba Rp72,66 M hingga Maret 2020

Emiten infrastruktur PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) meraih laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp72,66 miliar hingga periode 31 Maret 2020…

Melakukan Tindakan Mulia, Dua Prajurit TNI Peroleh Penghargaan dari Ketua MPR RI

Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:00 WIB

Melakukan Tindakan Mulia, Dua Prajurit TNI Peroleh Penghargaan dari Ketua MPR RI

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan penghargaan kepada dua prajurit TNI yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut Maumere Nusa Tenggara Timur. Kedua prajurit, Serka MES Mohammad Sangidun…