Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Busana Muslim Dunia, Kemenperin Sempurnakan Peta Jalan Industri Fesyen Muslim

Oleh : Ridwan | Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:05 WIB

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri fesyen muslim di dalam negeri terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Selain itu, Indonesia juga menjadi salah satu dari tiga besar negara anggota Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI) sebagai pengekspor produk fesyen muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh dan Turki.

Indonesia mampu mencatatkan nilai ekspor produk fesyen muslim hingga USD12,23 miliar pada tahun lalu. Pada tahun 2016, pasar fesyen muslim di dunia mencapai USD254 miliar dan diprediksi pada 2022 akan mengalami pertumbuhan pasar sebesar 6,6 persen sehingga menjadi USD373 miliar.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus menyempurnakan peta jalan pengembangan industri fesyen muslim untuk mewujudkan Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia pada tahun 2020.

Langkah strategis ini dilakukan dengan melibatkan pihak pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas.

"Peta jalan tersebut nantinya dapat menjadi acuan untuk semua pihak dalam peningkatan daya saing industri fesyen muslim nasional dan pengembangan bisnis busana muslim yang mampu menembus pasar dunia," kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih pada acara diskusi "Penyusunan Roadmap Pengembangan IKM Fesyen Muslim" di Jakarta (16/10/2018).

Menurut Gati, industri fesyen muslim yang termasuk kelompok 16 sektor kreatif mampu berkontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 3,76 persen di tahun 2017. Pada periode tersebut, ekspor industri fesyen mencapai USD13,29 miliar atau meningkat 8,7 persen dari tahun sebelumnya.

“Capaian itu menunjukkan bahwa industri fesyen nasional memiliki daya saing di pasar internasional," tuturnya.

Pengembangan industri fesyen muslim di dalam negeri juga semakin berpotensi seiring dengan jumlah penduduk muslim di Indonesia yang diproyeksikan mencapai 238,8 juta orang atau 88 persen dari total populasi pada tahun 2030. Bahkan, konsumsi fesyen muslim di Indonesia mencapai USD13,5 miliar atau masuk dalam jajaran lima besar dunia, menunjukkan bisnis busana muslim di Tanah Air dinilai prospektif hingga masa depan.

Penyusunan peta jalan, lanjut Gati, memprioritaskan program-program yang akan dilakukan termasuk mengenai ketersediaan bahan baku agar dapat menjaga keberlanjutan produksinya.

"Ketersediaan bahan baku produk fesyen ini agar kita tidak perlu lagi impor, seperti bahan baku kapas dan wool," jelasnya.

Dalam upaya menjamin pasokan bahan baku, Kemenperin juga berkoordinasi dengan kementerian terkait. "Contohnya, Kementerian Kehutanan sedang mengembangkan dua jenis ulat yang dapat dijadikan bahan baku sutera, sehingga nantinya kebutuhan sutera bisa dipenuhi dari dalam negeri," imbuhnya.

Guna meningkatkan kolaborasi, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKM melaksanakan focus group discussion untuk memperoleh masukan dalam penyusunan peta jalan pengembangan IKM fesyen muslim.

Kegiatan ini dihadiri dari perwakilan pemerintah yang meliputi Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Badan Ekonomi Kreatif, kemudian akademisi, desainer, asosiasi, dan pelaku industri fesyen muslim.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Finnet, Bona L. Parapat.

Selasa, 23 April 2019 - 21:09 WIB

Selaraskan Program Kementerian BUMN, Finnet Luncurkan Logo dan Tagline Baru

Finnet, salah satu entitas bisnis Telkom Group, meluncurkan logo baru Finnet dan Finpay di Hotel Alana, Yogjakarta, Selasa (23/04/2019). Kegiatan yang digelar bersamaan dengan gathering bersama…

Konferensi pers Grand Opening John Robert Powers Menara Astra Sudirman

Selasa, 23 April 2019 - 21:00 WIB

Pindah ke Menara Astra, John Robert Powers Indonesia Tawarkan Dua Program Baru

Sekolah kepribadian John Robert Powers (JRP) Indonesia hari ini resmi memindahkan kantor pusatnya dari Lippo Kuningan ke Menara Astra, Sudirman, Jakarta. Pemindahan kantor itu bertujuan untuk…

Ilustrasi kantong plastik

Selasa, 23 April 2019 - 20:45 WIB

Perda Larangan Kantong Plastik Ganggu Perekonomian Nasional

Pemerintah pusat melalui Kementrian Perindustrian (Kemenperin) meminta seluruh pemerintah daerah tidak menerbitkan peraturan daerah (perda) yang melarang peredaran kantong dan kemasan plastik.…

Kedua dari kiri: Alexander marwata - Wakil Ketua KPK, Muhammad Sigit - Deputi Bid Pencegahan dan paling kanan: S. Alexander Sianturi dari Treasure ACFE

Selasa, 23 April 2019 - 20:31 WIB

Jakpro Leaders Talk: BUMD DKI Jakarta Perkuat GCG Tegakkan Integritas

Jakarta– PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menginisiasi kebersamaan lintas BUMD se-DKI Jakarta untuk memperkuat Good Corporate Governance (GCG) sebagai upaya preventif berkelanjutan agar terhindar…

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Muffidah Jusuf Kalla didampingi Yanti Isfandiary Airlangga serta Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih saat meninjau stan pameran kerajinan

Selasa, 23 April 2019 - 20:30 WIB

IKM Jadi Tonggak Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Industri kecil dan menengah (IKM) merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Hal ini lantaran para pelaku IKM membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya…