Marak Penipuan Rekrutmen, Holcim Himbau Masyarakat Lebih Waspada

Oleh : Ridwan | Kamis, 04 Oktober 2018 - 15:05 WIB

PT Holcim Indonesia Tbk (Foto Ist)
PT Holcim Indonesia Tbk (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Maraknya penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan sejumlah perusahaan besar, terus menimbulkan korban-korban baru. Tak terkecuali Holcim yang tercatat sebagai perusahaan semen terbesar ketiga di Indonesia, turut menjadi umpan menarik bagi oknum-oknum tertentu dalam upaya penipuan untuk mendapatkan sejumlah uang dari korban.

Diah Sasanawati (Anna) Soenardi, Corporate Communications Manager PT Holcim Indonesia Tbk mengatakan, Manajemen memandang bahwa penipuan bermodus penerimaan karyawan ini merupakan hal serius karena tidak hanya melibatkan kerugian materiil yang dialami korban, 
namun juga menyangkut nama baik dan reputasi perusahaan.

"Kami menghimbau, agar masyarakat lebih waspada terhadap segala bentuk informasi terutama yang didapatkan dengan mudah lewat internet dan media sosial. Periksa kebenaran informasi dengan mengunjungi situs resmi perusahaan maupun akun resminya di media sosial," katanya melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Terkait proses rekrutmen yang dilakukan secara resmi oleh perusahaan, Anna mengungkapkan bahwa Holcim hanya mengumumkan lowongan pekerjaan yang tersedia melalui portal Jobstreet.com, dan akun resmi di Linkedin.

Setiap tahapan yang dilalui oleh pelamar, tidak dikenai biaya apapun. Holcim juga tidak bekerjasama dengan pihak ketiga manapun untuk pengaturan proses rekrutmen seperti akomodasi dan transportasi.

“Sama halnya seperti kemudahan mendapatkan informasi lewat broadcast message atau internet, begitu juga dengan kemudahan mengecek kebenaran informasi yang didapatkan," ungkap Anna. 

Anna menyarankan kepada pelamar untuk mengirim email melalui situs resmi Holcim Indonesia atau hubungi nomor telepon resmi yang tercantum pada situs resmi untuk mengecek apakah informasi rekrutmen yang didapat benar atau penipuan.

"Informasi lengkap mengenai rekrutmen juga sudah tersedia pada situs resmi kami. Maka, ayo bersama-sama kita lebih waspada dan hindari bentuk-bentuk penipuan yang akan merugikan kita semua," ajak Anna.

Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai organisasi, bisnis, rekrutmen dan lain-lain dapat kunjungi/hubungi: www.holcim.co.id, Tanya Holcim - 0800 100 7788 (bebas pulsa), Facebook, Twitter dan Instagram dengan ID Solusi Holcim 021-29861000 (hunting). 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:40 WIB

Genjot Program Santripreneur, Kemenperin Siapkan Anggaran Capai Rp10 Miliar

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) semakin gencar menciptakan wirausaha baru di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) melalui program…

Presiden Direktur BCA Syariah Jhon Kosasih bersama direksi lainnya

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:25 WIB

2020, Pertumbuhan BCA Syariah Dibidik 15 Persen

PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) komitmen untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Elnusa Petrofin

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:23 WIB

Elnusa Petrofin Dukung Peningkatan Keselamatan Distribusi BBM

PT Elnusa Petrofin (EPN) terus melakukan terobosan untuk menjaga dan meningkatkan faktor keselamatan khususnya dalam menghantarkan BBM Pertamina ke seluruh pelosok negeri mencakup keselamatan…

Direktur Jenderal International Rice Research Institute (IRRI), Matthew Morell

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:09 WIB

Anggota IRRI Tertarik Terapkan Agriculture War Room

Direktur Jenderal International Rice Research Institute (IRRI), Matthew Morell mengunjungi Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian, Selasa (18/2).

Rupiah (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 18 Februari 2020 - 15:01 WIB

Komposisi Pembiayaan BCA Syariah Terbesar ke Komersil

Penyaluran pembiayaan BCA Syariah di Desember 2019 mencapai Rp5,6 triliun atau meninggat 15,2% secara yoy sementara industri perbankan syariah tumbuh 11,6% yoy (data November 2019).