Sektor Konsumer Dinilai Sanggup Bertahan Terhadap Pelamahan Rupiah

Oleh : Herry Barus | Selasa, 11 September 2018 - 09:40 WIB

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) (Foto Dok Industry.co.id)
PT Mayora Indah Tbk (MYOR) (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Bahana Sekuritas menilai perusahaan sektor konsumer cukup tahan uji dalam menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Analis Bahana Sekuritas Deidy Wijaya dalam kajiannya di Jakarta, Senin (10/6/2018) menyampaikan pelemahan yang terjadi secara gradual membuat perusahaan memiliki waktu untuk melakukan penyesuaian harga secara perlahan.

"Meski demikian, tidak dipungkiri ada beberapa perusahaan konsumer yang mengalami tekanan," katanya.

Menurut dia, terdapat tiga hal mendasar yang bisa dicermati dalam melihat fleksibilitas perusahaan dalam menyesuaikan harga barang yakni apakah barang tersebut adalah bahan kebutuhan utama, tingkat persaingan dan tersedianya barang penganti atau "substitute goods" di pasar, serta tingkat harga barang.

Deidy memaparkan PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), dan PT Mayora Indah adalah tiga perusahaan yang paling "resilient" terhadap pelemahan rupiah.

Ia menjelaskan, GGRM dan HMSP memiliki bahan baku mayoritas dari dalam negeri. Sedangkan MYOR, meskipun sebagian besar bahan baku terpengaruh dengan depresiasi rupiah, namun perusahaan makanan itu juga memiliki penjualan ekspor.

"Beban biaya dalam dolar AS bisa di-'offset' dengan pendapatan dolar yang dihasilkan," katanya.

Sementara itu, Deidy juga menyampaikan bahwa terdapat tiga perusahaan yang sensitif terhadap pelemahan rupiah yakni PT Erajaya Swasembada (ERAA), PT Mitra Adiperkasa (MAPI), dan PT Ace Hardware (ACES).

Ia menilai masalah yang dihadapi ketiga perusahaan itu yakni karena porsi impor yang cukup besar serta tidak memiliki banyak ruang untuk memotong belanja operasional.

"Kemampuan perusahan untuk menaikkan harga cukup terbatas, sehingga akan berpengaruh terhadap permintaan," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pariwisata Bali (Foto Dok Instagram)

Minggu, 16 Juni 2019 - 21:00 WIB

Ready, Set, Summer!

Menjelang liburan musim panas, Agoda, salah satu platform perjalanan digital yang paling cepat berkembang di dunia, mengungkapkan bahwa Tokyo, London dan Las Vegas masih terus merajai sebagai…

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 20:00 WIB

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir

Pengiriman dan penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial terus bergulir bagi korban bencana banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 17:34 WIB

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui Kantor Cabang Luar Negeri New York, Amerika Serikat memberikan dukungan fasilitas pembiayaan kepada Crystal Cove Seafood Corp. (Crystal Cove),…

Mendikbud, Muhadjir Effendy

Minggu, 16 Juni 2019 - 16:46 WIB

Rawan Jual Beli Kursi, Mendikbud Lakukan Penataan Sejumlah Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pemetaan sejumlah sekolah yang dinilai rawan terhadap praktik jual beli kursi dalam Penerimaan Peserta Didik (PPDB).

Ilustrasi Desa Wisata

Minggu, 16 Juni 2019 - 12:30 WIB

Kemenpar Gandeng Udinus Latih Warga Temanggung Majukan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Universitas Dian Nuswantara Semarang memberikan pelatihan memajukan potensi daerah sebagai desa wisata baru pada warga Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung,…