Pemerintah Perlu Dalami Permasalahan Pasokan Telur Ayam

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 20 Juli 2018 - 17:45 WIB

Telur ayam (Foto Dok Industry.c.id)
Telur ayam (Foto Dok Industry.c.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah perlu benar-benar mendalami berbagai hal yang terkait dengan permasalahan berkurangnya pasokan telur ayam ke berbagai daerah yang juga mengakibatkan melonjaknya harga komoditas tersebut.

Anggota Komisi IV DPR Hermanto dalam rilis, Kamis (19/7/2018) mengingatkan bahwa pengadaan telur dapat dibagi menjadi dua klaster pemasok.

"Yaitu supplier besar dalam hal ini korporasi dan ada juga petani telur kelas menengah ke bawah," papar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Ia berpendapat bahwa untuk pemasok telur besar maka seluruh komponen biaya daripada ayam itu atau telur itu dikuasai oleh para korporasi.

Dengan melihat hal seperti itu, ujar dia, maka dapat dilihat siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan dalam hal ini.

Hermanto juga menegaskan bahwa sebenarnya pihak yang paling dirugikan terkait kenaikan ini adalah konsumen Indonesia.

Sementara itu, Center for Indonesian Policy Studies menilai bahwa berkurangnya pasokan jagung untuk pakan ayam memicu tingginya harga telur di wilayah DKI Jakarta dan berbagai daerah lainnya di Nusantara.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy mengatakan, lebih dari 50 persen produksi jagung memang diperuntukkan bagi konsumsi hewan, misalnya saja ayam.

Menurut Imelda, mahalnya harga pakan ayam nabati, yang sebagian besar adalah jagung, dipengaruhi oleh ketersediaannya di pasar di mana jumlah produksi nasional tidak bisa memenuhi jumlah konsumsinya.

Sedangkan di saat yang bersamaan, lanjutnya, pemerintah justru membatasi impor jagung tanpa memperhatikan pasokan memadai.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), jumlah produksi jagung nasional mengalami peningkatan pada periode 2013 sampai 2017. Pada 2013 jumlah produksi jagung nasional adalah 18,5 juta ton dan meningkat menjadi 19 juta ton dan 19,6 juta ton pada 2014 dan 2015. Pada 2016 dan 2017 jumlahnya menjadi 19,7 juta ton dan 20 juta ton.

Di saat yang bersamaan, jumlah konsumsi jagung nasional juga terus naik. Pada periode 2013-2015, jumlah konsumsi jagung nasional berjumlah 21,6 juta ton, 22,5 juta ton dan 23,3 juta ton.

Ada sedikit penurunan pada 2016 yaitu menjadi 22,1 juta ton. Jumlah ini kembali naik menjadi 23,3 juta ton pada 2017.

"Jumlah produksi jagung nasional terus meningkat. Tapi kenaikan ini juga diikuti adanya lonjakan jumlah konsumsi nasional," katanya.

Imelda mengingatkan bahwa tanpa adanya ketersediaan yang memadai, harga jagung akan tinggi, belum lagi depresiasi rupiah dipastikan memengaruhi impor.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pariwisata Bali (Foto Dok Instagram)

Minggu, 16 Juni 2019 - 21:00 WIB

Ready, Set, Summer!

Menjelang liburan musim panas, Agoda, salah satu platform perjalanan digital yang paling cepat berkembang di dunia, mengungkapkan bahwa Tokyo, London dan Las Vegas masih terus merajai sebagai…

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 20:00 WIB

Bantuan Kemensos untuk Sultra Terus Bergulir

Pengiriman dan penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial terus bergulir bagi korban bencana banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 17:34 WIB

BNI Dukung Peningkatan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui Kantor Cabang Luar Negeri New York, Amerika Serikat memberikan dukungan fasilitas pembiayaan kepada Crystal Cove Seafood Corp. (Crystal Cove),…

Mendikbud, Muhadjir Effendy

Minggu, 16 Juni 2019 - 16:46 WIB

Rawan Jual Beli Kursi, Mendikbud Lakukan Penataan Sejumlah Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pemetaan sejumlah sekolah yang dinilai rawan terhadap praktik jual beli kursi dalam Penerimaan Peserta Didik (PPDB).

Ilustrasi Desa Wisata

Minggu, 16 Juni 2019 - 12:30 WIB

Kemenpar Gandeng Udinus Latih Warga Temanggung Majukan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Universitas Dian Nuswantara Semarang memberikan pelatihan memajukan potensi daerah sebagai desa wisata baru pada warga Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung,…