INDUSTRY.co.id -  Seiring industri 4.0  semua sektor beralih ke industrialisasi digital. Dengan revolusi industri tersebut diyakini akan menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen.

Advertisement

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Ketahanan Industri dan Pengembangan Akses Industri Internasional, I Gusti Suryawirawan dalam diskusi ‘Bersikap di Era Revolusi Industri 4.0.

"Supaya mendorong lebih tinggi, kita harus investasi lebih tinggi, kita membutuhkan lebih banyak pelaku industri di sini dan pekerja," ujar dia

Advertisement

Dia menjelaskan hal yang paling penting dalam penerapan revolusi industri 4.0 ialah sumber daya manusia dan teknologi. Nantinya, pemerintah memberikan insentif bagi perusahaan yang melakukan pengembangan SDM.

Gusti menuturkan hal tersebut dilakukan agar tidak adanya kekhawatiran para pekerja, peningkatan kompetensi tenaga terampil juga akan ditingkatkan. "Pemerintah sudah mulai program link and match untuk tenaga terampil," ujar dia.

Advertisement

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hertanto menyerahkan pemetaan 10 langkah industri 4.0. untuk mengembangkan industri manufaktur yang berdaya saing global. “Antara lain infrastruktur kita tangani,” ucap dia.

Penyusunan pemetaan tersebut, kata Arilangga akan memberikan arah yang jelas bagi pergerakan industri di masa depan. Hal tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, lembaga riset dan pendidikan.

Advertisement

Ada lima sektor pengembangan industri manufaktur yang akan menjadi percontohan, juga menjalankan 10 inisiatif nasional. “Yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektronik,” tutur Airlangga.