INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Pasar motor listrik semakin menjadi medan persaingan baru industri otomotif nasional. Polytron melihat peluang tersebut dengan memperkuat penetrasi kendaraan listrik roda dua, setelah penjualannya melonjak hingga empat kali lipat saat gelaran Jakarta Fair (PRJ) bulan lalu.
Kinerja tersebut menjadi modal Polytron untuk mengejar pertumbuhan lanjutan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Perusahaan menilai peningkatan minat konsumen terhadap motor listrik mulai bergeser dari sekadar tren menuju pilihan mobilitas untuk kebutuhan sehari-hari.
Head of Group Product EV 2W Polytron Ilman Fachrian Fadly mengatakan lonjakan penjualan di PRJ menjadi indikator meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
“Lonjakan penjualan 4x lipat di PRJ menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai menjadikan kendaraan listrik sebagai rutinitas harian. Kami bersyukur atas kepercayaan ini dan optimis kehadiran Polytron di GIIAS 2026 akan kembali disambut antusias,” kata Ilman.
Optimisme tersebut ditopang oleh pertumbuhan basis pengguna motor listrik Polytron yang kini hampir mencapai 70.000 pengguna di seluruh Indonesia. Perusahaan melihat pengalaman konsumen menjadi salah satu faktor penting yang mendorong perluasan adopsi.
Testimoni pengguna di komunitas maupun media sosial turut menciptakan efek word-of-mouth yang memperkuat persepsi terhadap keandalan produk. Bagi produsen, basis pengguna yang semakin besar menjadi modal penting untuk memperluas pasar ketika konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan listrik bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga biaya dan kenyamanan penggunaan.
Salah satu produk yang menjadi andalan Polytron adalah FOX 350. Motor listrik tersebut mengusung sejumlah fitur yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara, seperti smart keyless system, konektivitas smartphone, regenerative braking level 2, cruise control, serta hill start assist.
Namun, di tengah persaingan kendaraan listrik roda dua yang semakin ketat, strategi harga tetap menjadi salah satu senjata untuk mengerek penetrasi pasar. Memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan pada Agustus 2026, Polytron memberikan subsidi mandiri hingga Rp6,5 juta untuk sejumlah model motor listriknya.
Subsidi terbesar diberikan untuk FOX 200 dengan potongan Rp6,5 juta. Sementara FOX 350 mendapatkan subsidi Rp6 juta dan FOX 500 memperoleh subsidi Rp5 juta.
Strategi tersebut memperlihatkan upaya Polytron untuk menekan hambatan harga yang selama ini menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam beralih dari motor berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik. Dengan insentif langsung dari produsen, harga produk di tingkat konsumen diharapkan menjadi lebih kompetitif tanpa sepenuhnya bergantung pada skema insentif pemerintah.
Bagi industri, langkah ini juga menunjukkan bahwa persaingan kendaraan listrik roda dua mulai memasuki fase yang lebih agresif. Produsen tidak hanya dituntut memperkenalkan teknologi dan fitur baru, tetapi juga harus mampu menciptakan skema pembelian yang menarik untuk mempercepat konversi konsumen.
Polytron menilai momentum Agustus dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik dengan beban biaya awal yang lebih ringan. Perusahaan juga membuka kesempatan bagi calon konsumen untuk mencoba langsung produknya melalui fasilitas test ride di GIIAS 2026.
“Bagi konsumen yang ingin memanfaatkan momentum subsidi spesial di bulan Agustus ini, informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi produk dan lokasi dealer terdekat dapat diakses melalui situs resmi Polytron dan Instagram resmi di @polytron.ev atau dapat langsung merasakan sensasi test ride di ajang GIIAS 2026 area test ride Hall 11,” tutup Ilman.
Dengan hampir 70.000 pengguna, Polytron kini memiliki basis konsumen yang menjadi pijakan untuk memperbesar skala bisnis kendaraan listriknya. Tantangan berikutnya adalah mengubah pertumbuhan pengguna tersebut menjadi penetrasi pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Lonjakan penjualan empat kali lipat di PRJ menjadi sinyal awal bahwa permintaan mulai terbentuk. GIIAS 2026 pun menjadi ujian berikutnya bagi Polytron untuk membuktikan apakah momentum tersebut mampu diterjemahkan menjadi pertumbuhan penjualan yang konsisten di tengah ketatnya kompetisi motor listrik nasional.