INDUSTRY.co.id - Karawang – Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) kembali mencetak sumber daya manusia (SDM) terampil untuk industri otomotif nasional. Pada 2026, AKTI mewisuda 76 mahasiswa dari dua program studi diploma yang disusun sesuai kebutuhan industri.

Sebanyak 44 wisudawan merupakan lulusan Diploma Dua (D2) Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda Empat (TOPKR4), sedangkan 32 lainnya berasal dari Diploma Satu (D1) Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO).
 
Wisuda Angkatan ke-10 AKTI digelar di TMMIN Plant 1 Karawang, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026), dengan mengusung tema “From Learning to Leading: Empowering Future Industry Professionals.”
 
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto mengatakan, pengembangan kualitas SDM merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri otomotif nasional.
 
“Bagi TMMIN, membangun kualitas SDM bukanlah sebuah program jangka pendek, melainkan investasi untuk memastikan keberlanjutan industri otomotif nasional,” ujar Nandi.
 
Menurut dia, AKTI tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis, tetapi juga mengenalkan standar dan budaya kerja industri.
 
AKTI didirikan pada 27 Oktober 2015 sebagai inisiatif TMMIN untuk menjawab kebutuhan SDM di industri otomotif.
 
Hingga 2026, AKTI telah meluluskan 429 mahasiswa. Sebanyak 326 alumni di antaranya kini bekerja di TMMIN dan 16 perusahaan pemasok dalam rantai pasok Toyota Indonesia.
 
Sejumlah alumni juga mendapat kesempatan mengembangkan karier hingga ke luar negeri, seperti Filipina, Thailand, Malaysia, dan Jepang.
 
Salah satunya Muhammad Safiq, lulusan Angkatan 1 Program TPMO yang kini dipercaya menjadi Team Leader di Engine Plant Sunter TMMIN.
 
“AKTI bukan hanya memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan keberanian untuk terus belajar,” kata Safiq.
 
Pengembangan kompetensi lulusan AKTI juga tercermin dari prestasi mereka dalam ajang Toyota Group di tingkat regional.
 
Sejumlah alumni berhasil meraih medali emas dan perak dalam Asia Pacific Skill Contest di Thailand pada 2024 dan 2025.
 
Pada 2026, alumni AKTI kembali menorehkan prestasi dengan meraih medali emas kategori Press dan Maintenance, serta medali perak kategori Machining.
 
Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana mengatakan, keterhubungan antara pendidikan dan industri menjadi penting untuk memastikan generasi muda memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
 
“Pendidikan dan industri perlu berjalan senada dan seirama, membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” tutur Nyoman.
 
Melalui AKTI, TMMIN berupaya memperkuat link and match pendidikan vokasi dengan industri, sekaligus menyiapkan talenta muda agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan industri otomotif.