INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terus memperkuat perannya dalam industri otomotif nasional. Kiprah Suzuki di Indonesia tidak hanya ditandai dengan produksi lebih dari 15 juta unit kendaraan, tetapi juga keterlibatan lebih dari 900 pemasok dan UMKM lokal serta ekspor ke 68 negara dan wilayah.

Capaian tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi Suzuki dalam membangun ekosistem industri otomotif nasional, mulai dari manufaktur, penyerapan tenaga kerja, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga penguatan rantai pasok domestik.
 
Suzuki mengoperasikan tiga fasilitas produksi di Indonesia, yakni Plant Tambun I, Plant Tambun II, dan Plant Cikarang. Ketiganya memiliki kapasitas produksi masing-masing 1,8 juta unit, 200.000 unit, dan 120.000 unit per tahun.
 
Plant Tambun I difokuskan untuk memproduksi sepeda motor, mesin, transmisi, dan komponennya. Sementara Plant Tambun II memproduksi mobil beserta komponennya, sedangkan Plant Cikarang memproduksi mesin, transmisi, dan komponen kendaraan roda empat.
 
Untuk memperkuat rantai pasok, Suzuki menggandeng lebih dari 900 supplier dan UMKM lokal. Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas komponen sekaligus memperbesar tingkat lokalisasi produk otomotif buatan Indonesia.
 
Dari sisi tenaga kerja, Suzuki memiliki 4.718 karyawan hingga September 2026 yang tersebar di PT SIM dan PT SIS. Pengembangan kompetensi dilakukan melalui program On Job Training (OJT) ke Jepang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial karyawan.
 
Suzuki juga berupaya mengenalkan industri otomotif kepada generasi muda. Tercatat lebih dari 65.000 pelajar telah mengikuti program kunjungan pabrik untuk melihat langsung proses manufaktur kendaraan.
 
Di sektor perdagangan internasional, ekspor Suzuki Indonesia menjangkau 68 negara dan wilayah selama periode April 2025 hingga Maret 2026. Pasar ekspornya meliputi Amerika Tengah, Eropa, Asia, Oseania, Timur Tengah, hingga Amerika Selatan.
 
Ekspor tersebut mencakup kendaraan roda empat dalam bentuk Completely Built Up (CBU), Completely Knocked Down (CKD), dan Knocked Down (KD), serta kendaraan roda dua dalam berbagai bentuk pengiriman.
 
Untuk menjaga kualitas produksi dan standar operasional, PT SIM juga menerapkan sejumlah sertifikasi internasional, antara lain ISO 9001, ISO 14001, Authorized Economic Operator (AEO), serta SNI ISO/IEC 17025 untuk laboratorium uji emisi.
 
Manajemen Suzuki menyatakan penguatan manufaktur, pengembangan SDM, pemberdayaan pemasok lokal, dan peningkatan kinerja ekspor menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri otomotif Indonesia.
 
Dengan capaian produksi lebih dari 15 juta kendaraan dan jaringan ekspor yang menjangkau puluhan negara, Suzuki terus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur otomotif dalam jaringan bisnis global perusahaan.