Padu Satu Kementerian Pertanian Percepat Proses Izin Usaha

Oleh : Wiyanto | Rabu, 16 Mei 2018 - 07:38 WIB

Menteri Pertanian Amran Andi Sulaiman di acara satu padu
Menteri Pertanian Amran Andi Sulaiman di acara satu padu

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Sejalan dengan kebijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang dicanangkan pemerintah melalui Perpres Nomor 91 Tahun 2017, Kementerian Pertanian mengoptimalkan layanan publiknya. Hal itu ditandai dengan peluncuran Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau Padu Satu Kementan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Lantai Dasar Gedung B Kantor Pusat Kementan, Selasa (15/5/2018). 

Padu Satu memberikan pelayanan perizinan online sesuai pelaksanaan pelayanan perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS) secara nasional. Dengan demikian, layanan Padu Satu yang mengedepankan prinsip trust kepada pelaku usaha. Sehingga, pelaku usaha tidak dituntut beragam persyaratan yang memberatkan untuk memulai usaha.

"Perizinan diberikan dengan komitmen pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan yang ada, dan pemenuhan komitmen ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memonitornya," ujar Menteri Amran saat acara, beberapa saat lalu.

Dengan pola pendekatan ini, maka fungsi pengawasan akan lebih diintensifkan. Padu Satu juga memberikan kepastian penyelesaian perizinan kepada pelaku usaha dalam satuan waktu yang lebih pasti.

Pelaku usaha pun diberikan berbagai kemudahan dalam proses perizinan. Dengan hanya melakukan satu kali aplikasi, pelaku usaha bisa melakukan beragam proses yang melibatkan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

"Padu Satu juga tidak menuntut banyak dokumen dalam proses aplikasinya. Beberapa dokumen dasar, seperti KTP dan NPWP, akan langsung diakses dari data base nasional. Sehingga, tidak perlu disediakan pelaku usaha," jelasnya.

Padu Satu juga menyediakan informasi umum tentang proses dan hasil pelaksanaan pembangunan pertanian. Diantaranya, data produksi dan kebutuhan konsumsi beberapa komoditas. Demikian juga sebaran produksi lintas wilayah dan antar waktu.

"Diharapkan melalui layanan ini, para pihak terkait dapat setiap waktu melakukan updating terhadap data dan informasi yang dibutuhkannnya," ucap Menteri Amran.

Tak cuma itu, Padu Satu juga mengembangkan berbagai layanan yang memudahkan bertemunya penjual dan pembeli. Tahap awal, aplikasi Android dalam konsep e-comerce akan menyambungkan Toko Tani Indonesia (TTI) dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk memasok beberapa komoditas. Tujuannya, meningkatkan kinerja pasokan antara gapoktan dan TTI serta mengatasi kendala pasokan pangan.

"Melalui pengembangan aplikasi ini, inventori atau stok beberapa komoditas dapat terdata dengan baik, dan juga pergerakannya dapat diatur sesuai kebutuhan. Tercatat jumlah pengguna aplikasi ini mencapai 300 gapoktan dan TTI dengan nilai transaksi mencapai Rp1,15 miliar," beber Menteri Amran.

Hal lain yang menarik dari peluncuran Padu Satu, tersedianya berbagai fasilitas yang memanjakan pelaku usaha dalam mengurus perizinan. Selain tempat pelayanan yang nyaman serta fasilitas standar seperti ruang konsultasi dan pengaduan, juga memiliki ruang laktasi bagi ibu menyusui.

"Beberapa makanan ringan serta minumam dapat dinikmati pengunjung di bangku-bangku ruang tunggu yang dibuat bagaikan lobi hotel," ungkap Menteri Amran.

Karenanya, Menteri Amran berharap, peningkatan pelayanan publik Kementan tersebut dapat dimaksimalkan masyarakat. Pelaku usaha pun terus terangsang untuk berinvestasi di sektor pertanian.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut LPDB KUMKM Braman Setyo saat mengunjungi Kopwan SBW di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (23/5/2019).

Jumat, 24 Mei 2019 - 11:14 WIB

Cegah Kredit Macet, LPDB Mulai Lirik Pola Tanggung Renteng Jadi Role Model

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) tertarik dengan pola tanggung renteng yang dikembangkan oleh Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita (SBW) Jawa…

Pelindo 1 (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 24 Mei 2019 - 11:00 WIB

Kapal Temas Line Rutin Sandari Pelabuhan Kuala Tanjung

Dua kapal milik Pelayaran Tempuran Emas (Temas Line), MV Situ Mas dan MV Segoro Mas sandar di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan…

MOU kerjasama antara RS BP Batam dengan dClinic International dan Deloitte South East serta JP Consulting yang akan mengatur manajemen proyek dan keahlian tata pemerintahan klinis telah ditandatangani di RS Batam

Jumat, 24 Mei 2019 - 10:50 WIB

Rumah Sakit BP Batam Terapkan Layanan Kesehatan Berbasis Blockchain

Dengan layanan kesehatan berbasis blockchain pertama di Indonesia, Batam siap menjadi pemimpin dunia dalam penerapan teknologi kesehatan yang komprehensif

Hama Fall Armyworm

Jumat, 24 Mei 2019 - 10:41 WIB

Waspada, Hama Fall Armyworm Terdeteksi Masuk Indonesia

Tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkapkan telah menemukan hama Fall Armyworm (Spodoptera frugiperda) pada dua lokasi pertanaman jagung di  Kota Baru, Luhak Nan Duo, Pasaman…

MRT Jakarta (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 24 Mei 2019 - 10:41 WIB

MRT Jakarta Beroperasi Penuh 24 Mei 2019

Terkait dengan rekayasa jalur MRT Jakarta yang diberlakukan sejak tanggal 22 – 23 Mei 2019, PT MRT Jakarta menyampaikan bahwa pada tanggal 24 Mei 2019 mulai pukul 05.00 WIB MRT Jakarta akan…