Telkom Raih Predikat Best Companies to work for in Asia 2018

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 05 Mei 2018 - 17:00 WIB

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dhakiri (tengah) menyerahkan penghargaan "Best Company to Work For in Asia 2018" kepada Direktur Human Capital Management Telkom Herdy Harman (kiri)
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dhakiri (tengah) menyerahkan penghargaan "Best Company to Work For in Asia 2018" kepada Direktur Human Capital Management Telkom Herdy Harman (kiri)

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali mendapatkan penghargaan bergengsi sebagai “Best Company to Work for in Asia 2018”.

Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Human Capital Management Telkom Herdy Harman di Jakarta, Jumat (5/4/2018). Penghargaan ini diberikan oleh lembaga Business Media International karena Telkom dinilai memberikan kenyamanan bagi karyawannya dalam meniti karir.

Herdy menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur atas diakuinya Telkom sebagai perusahaan terbaik untuk tempat bekerja tahun 2018 melalui penghargaan tersebut. “Pencapaian ini merupakan bentuk komitmen Telkom untuk fokus membangun people and culture dalam mewujudkan Telkom sebagai perusahaan  yang dinamis, inovatif dan fun dengan spirit  working at TelkomGroup has to be fun," ujar Herdy usai menerima penghargaan.

Tahun ini merupakan tahun kedua bagi Telkom mendapatkan penghargaan serupa. Penghargaan ini diberikan karena Telkom dinilai mampu memberikan kenyamanan bagi karyawannya meniti karir profesional melalui berbagai program pengembangan diri dan lingkungan kerja yang kondusif.

Proses penilaian penghargaan ini telah dimulai sejak akhir tahun lalu lewat serangkaian penilaian, survey karyawan dan presentasi oleh masing-masing nominator. Tiga faktor utama yang dinilai, adalah heart (perasaan bahagia karyawan dalam bekerja), mind (motivasi karyawan dalam bekerja), dan soul (perasaan bangga untuk berkontribusi bagi perusahaan).

Berdasarkan hasil survey, Telkom digambarkan sebagai tempat bekerja terbaik di atas rata-rata industri sesuai hati dan pikiran responden. Hal ini terlihat dari tingginya penilaian yang diberikan untuk aspek-aspek keterlibatan dalam teamwork, komitmen untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan serta tingginya motivasi dalam pengembangan karir.

Herdy melanjutkan, berbagai cara telah dilakukan manajemen agar TelkomGroup mampu menjadi tempat bekerja yang menyenangkan, diantaranya dengan menerapkan strategi rekrutmen yang sesuai karakteristik milenial, menciptakan mekanisme pemberian insentif, serta program-program pengembangan kompetensi yang membuat karyawan senantiasa termotivasi untuk menghasilkan kinerja terbaiknya.

Pemberian beasiswa serta berbagai pelatihan baik level nasional maupun global yang dirancang untuk memperkaya pengalaman karyawan, merupakan contoh nyata program-program yang diimplementasikan TelkomGroup untuk mengembangkan pengetahuan dan skill karyawan.

“Tak hanya itu, berbagai upaya juga dilakukan agar karyawan TelkomGroup memiliki daya saing global dan menjadi future leaders yang berkarakter. Di antaranya melalui program-program global talent, leadership development, coaching & mentoring, sampai dengan penerapan fast track career program,” lanjut Herdy.

Untuk memastikan kenyamanan bekerja, TelkomGroup juga memfasilitasi ruang kerja yang sesuai dengan konsep smart office sehingga dapat mendorong munculnya energi positif yang menyenangkan dan dapat meningkatkan kreativitas dan ekspresi karyawan. Keseluruhan langkah tersebut sangat membantu TelkomGroup dalam mempertahankan produktivitas serta kenyamanan kerja sehingga karyawan termotivasi untuk senantiasa memberikan yang terbaik agar TelkomGroup dapat mempertahankan kesuksesannya.

Selain itu, untuk menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan sosial para karyawan, TelkomGroup juga memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler kemasyarakatan melalui berbagai program sosial bagi karyawan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi kantong plastik

Selasa, 23 April 2019 - 20:45 WIB

Perda Larangan Kantong Plastik Ganggu Perekonomian Nasional

Pemerintah pusat melalui Kementrian Perindustrian (Kemenperin) meminta seluruh pemerintah daerah tidak menerbitkan peraturan daerah (perda) yang melarang peredaran kantong dan kemasan plastik.…

Kedua dari kiri: Alexander marwata - Wakil Ketua KPK, Muhammad Sigit - Deputi Bid Pencegahan dan paling kanan: S. Alexander Sianturi dari Treasure ACFE

Selasa, 23 April 2019 - 20:31 WIB

Jakpro Leaders Talk: BUMD DKI Jakarta Perkuat GCG Tegakkan Integritas

Jakarta– PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menginisiasi kebersamaan lintas BUMD se-DKI Jakarta untuk memperkuat Good Corporate Governance (GCG) sebagai upaya preventif berkelanjutan agar terhindar…

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Muffidah Jusuf Kalla didampingi Yanti Isfandiary Airlangga serta Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih saat meninjau stan pameran kerajinan

Selasa, 23 April 2019 - 20:30 WIB

IKM Jadi Tonggak Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Industri kecil dan menengah (IKM) merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Hal ini lantaran para pelaku IKM membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya…

Unilever Berbagi Ramadhan

Selasa, 23 April 2019 - 19:47 WIB

Unilever Indonesia Lanjutkan Dukungan Untuk Lombok, Palu dan Donggala Melalui “Ramadhan Berbagi: Beli Kebutuhanmu, Beri Kebaikanmu”

PT Unilever Indonesia Tbk. kembali memberikan dukungan untuk membantu pemulihan pasca bencana di wilayah Lombok, Palu serta Donggala melalui program “Ramadhan Berbagi: Beli Kebutuhanmu, Beri…

Redoxon

Selasa, 23 April 2019 - 19:30 WIB

Bayer Luncurkan Redoxon Triple Action untuk Mengatasi Tantangan Daya Tahan Tubuh saat Berpuasa Ramadan

Tantangan terhadap daya tahan tubuh bisa dialami saat menjalani puasa Ramadan karena terbatasnya asupan nutrisi sementara menjalani aktivitasberintensitas sama dengan hari-hari biasa. Tanpa…