INDUSTRY.co.id -Jakarta, Kinerja ekspor Indonesia memperlihatkan bahwa sektor industri pengolahan nasional mempunyai daya saing dan memberikan nilai tambah yang cukup tinggi.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pada tahun 2017, ekspor produk manufaktur mampu mencapai USD125 miliar atau berkontribusi sebesar 74 persen terhadap nilai ekspor Indonesia. Capaian ini tertinggi dibanding sektor-sektor lainnya.

"Nilai ekspor industri pengolahan tahun 2017 tersebut, naik 13,14 persen dibanding 2016," ungkap Menperin di Jakarta, Senin (26/2/2018).

Beberapa industri pengolahan yang menyumbangkan ekspor cukup signfikan tahun 2017, yaitu industri kelapa sawit sebesar Rp287,24 triliun, industri logam Rp141,16 triliun, industri makanan Rp134,93 triliun, industri alat transportasi Rp116,63 triliun.

Selanjutnya, industri elektronika Rp105,94 triliun, industri pakaian jadi Rp90,31 triliun, industri pulpdan kertas Rp84 triliun, serta industri logam Rp59,9 triliun.

"Kinerja ekspor industri pengolahan memang secara umum mengalami peningkatan di hampir seluruh sektor industri, dengan kenaikan terbesar pada industri kelapa sawit, yang naik 25,02 persen. Selain itu, industri pulp dan kertas, juga naik 24,84 persen," papar Menperin.

Untuk itu, pemerintah bertekad terus memacu program hilirisasi industri dan promosi ke pasar-pasar baru di luar negeri.