Penggunaan EBT Terkait Ketahanan Energi Nasional

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 02 Desember 2017 - 08:48 WIB

Energi Panas Bumi (Foto Eksplorasi.Id)
Energi Panas Bumi (Foto Eksplorasi.Id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa kedepannya Energi Baru Terbarukan (EBT) akan lebih kompetitif bila dibandingkan dengan energi fosil.

"Pemerintah mendorong penggunaan energi terbarukan untuk ketahanan energi nasional. Saat ini sedang dibangun pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap dengan kapasitas 75 MW dan diharapkan commercial operation date (COD/beroperasi secara komersial) pada awal 2018," kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan di Jakarta, Jumat (1/12/2017)

Jonan memaparkan, selain Sidrap, ada beberapa proyek EBT yang sedang dilaksanakan, yaitu PLTB Jeneponto, di Sulawesi Selatan dengan kapasitas 65 MW dan PLTB Tanah Baru di Kalimantan Selatan. Pengembangan EBT ini dimaksudkan agar tarif listrik berbasis EBT kedepannya akan lebih murah dan kompetitif.

Harga jual listrik PLTB Sidrap adalah 11,4 cent dolar AS/kWh, dan sekarang dipersiapkan PLTB Sidrap Tahap II, kapasitas 50MW, dengan harga jual ke PLN yang jauh lebih murah, sekitar 6 cent/kWh.

Lebih lanjut, Jonan menyampaikan bahwa untuk PLT Arus Laut, proyek berkapasitas 20MW akan dikembangkan di Larantuka dengan harga jual listrik dari pengembang ke PT PLN sebesar 7,19 cent/kWh. Sangat kompetitif dibandingkan pembangkit listrik dari sumber energi primer lainnya.

"Saya percaya kedepannya EBT akan kompetitif apabila dibandingkan energi fosil, mungkin belum sekarang, tetapi secepatnya di masa depan akan terwujud," tegas Jonan.

Pengembangan EBT akan mengoptimalkan sumber daya alam setempat dengan cara yang efektif dan efisien untuk meningkatkan energi berkelanjutan.

Selain pemanfaatan EBT, upaya menerangi lebih dari 2.500 desa yang berada di daerah perbatasan, terisolasi dan terluar juga menjadi prioritas. Pemerintah memberikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) sehingga rasio elektrifikasi akan meningkat.

Lebih lanjut Jonan seperti dilansir Antara mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM juga mendorong penggunaan listrik, baik yang berasal dari energi fosil maupun energi terbarukan untuk transportasi maupun perlengkapan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan serta ekonomis akan menjadi pilihan kendaraan di masa depan. Demikian juga dengan penggunaan kompor listrik, dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

"Dengan kompor listrik, mengurangi ketergantungan impor, saat ini kebutuhan LPG 6,5 juta ton per tahun, dan 4,5 juta ton per tahun itu impor. Dengan kompor listrik, lebih murah, bersih dan cepat," jelas Jonan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Bank, BTN, Maryono, sedang memberikan kuliah umum di kampus Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat, Rabu (24/04/2019)

Rabu, 24 April 2019 - 22:38 WIB

Bank BTN Berharap Dunia Kampus dapat Beradaptasi dengan Teknologi Digital

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, menilai dunia pendidikan perlu dibekali pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman sehingga lulusannya mampu beradaptasi dengan kemajuan…

Sriyono pengrajin kain pantai Sukoharjo yang mendunia

Rabu, 24 April 2019 - 22:09 WIB

Kisah Sukses Sriyono Pengrajin Kain Pantai Sukoharjo yang Mendunia

Di Kabupaten Sukoharjo banyak pelaku UMKM yang sukses membangun usahanya setelah mendapat pinjaman bunga lunak dari LPDB melalui BPR Kartarsura Makmur.

Hoshino Resorts Aomoriya

Rabu, 24 April 2019 - 22:00 WIB

Hoshino Resorts Aomoriya Terpilih Jadi Salah Satu dari 20 Ryokan Terbaik di Jepang

Perusahaan Manajemen Hotel, Hoshino Resorts melalui salah satu cabangnya, Hoshino Resorts Aomoriya, dinobatkan untuk pertama kalinya dalam "Top20 Ryokans in Japan by International Travelers…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meninjau pabrik Kaca Alat Farmasi dan Kesehatan PT Schott Igar Glass

Rabu, 24 April 2019 - 20:45 WIB

Industri Kaca Alat Farmasi dan Kesehatan Nasional Tambah Kapasitas Produksi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan industri kaca untuk alat-alat farmasi dan kesehatan.

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meninjau pameran prosuk kerajinan di INACRAFT 2019

Rabu, 24 April 2019 - 20:15 WIB

Inacraft Targetkan Penjualan Capai Rp 146 Miliar

Menteri Perinduatrian Airlangga Hartarto menyebutkan, penyelenggaraan Inacraft tahun ini, menargetkan transaksi penjualan hingga Rp146 miliar.