Kadin: Perlu Ada Diskusi dengan Pemda Terkait Pengertian CSR

Oleh : Ridwan | Kamis, 30 November 2017 - 13:28 WIB

Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno
Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus mendorong pembangunan berkelanjutan yang sehat dengan mempertimbangkan pula faktor lingkungan hidup dan sosial.

Berdasarkan SNI ISO 26000 menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah tujuan dari CSR. Standar internasional ini menegaskan bahwa CSR bukanlah sekedar donasi atau lilantroli, melainkan merupakan upaya untuk mengelola risiko dan mengelola dampak perusahaan, yang dilakukan di seluruh perusahaan dan diterapkan di setiap relasinya dengan pemangku kepentingan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno mengatakan, perlu adanya diskusi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), karena kalau dari Pemda pengertian dari CSR berbeda-beda.

"Kami (Kadin) melihatnya ada bonus demografi yang tidak bisa ditolak. Tiap tahun ada bayi baru, Itu kan akan tumbuh besar, mencair sekolah, dan kerja," ujar Benny dalam acara Lokakarya Nasional Kadin di Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Ia menambahkan, kalau bicara mengenai CSR tidak hanya harus terus dikasih uang. Tetapi Pemda mau fokusnya ke apa?. "Apakah industri tertentu, apakah leisure, apakah pendidikan. Dan Pemda harus menentukan sendiri, serta harus dituangkan dalam SDGs (Sustainable Develooment Goals)," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, kami (Kadin) harus melakukan diskusi secara intens dengan masyarakat. Tentunya dibantu dengan Non Goverment Organization (NGO) yang bergerak dibidang CSR, plus Pemdanya. "Karena Pemda kan sebagai penggerak ekonomi daerahnya," kata Benny.

Benny mencontohkan, Pemda Banyuwangi tahu benar ke arah mana ekonomi daerahnya dibangun yaitu sektor pariwisata. Disana pendidikan penduduknya cukup besar sekitar 58 persen berpendidikan Sekolah Dasar (SD), lulusan SMP, SMA hampir 90 persen, sedangkan lulusan Diploma dan Sarjana mungkin hanya 10 persen.

"Bupati-nya cerdas, karena untuk menghidupi penduduknya sektor pariwisatalah yang cocok untuk menghidupi ekonomi disana," imbuh Benny.

Untuk itu, Kadin mendorong dunia usaha mengeluarkan uang lebih lagi untuk program CSR. Karena dunia usaha mempunyai tanggung jawab terhadap ekonomi berkelanjutan. Artinya, CSR itu sudah ada di Undang-Undang.

"Memang sekarang bukan sesuatu yang wajib, tetapi saya rasa kalau orang berkelakuan baik punya kewajiban membangun masyarakat yang ada di lingkungan perusahaan berbeda. Tidak hanya untuk karyawannya saja, lingkungannya harus dibangun dan tidak dicemarkan," tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gedung Antam

Kamis, 05 Agustus 2021 - 22:49 WIB

Petinggi Antam Diperiksa Kejagung

Kejaksaan Agung Republik Indonesia akhirnya mengikuti berbagai desakan Komisi Hukum DPR RI untuk mengungkap skandal penyelundupan imporemas batangan yang dilakukan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.…

irektur Utama BTN, Haru Koesmahargyo/swa

Kamis, 05 Agustus 2021 - 21:08 WIB

CEO BTN, Haru Koesmahargyo: Stimulus Pemerintah Genjot Sektor Perumahan

Jakarta– CEO BTN Haru Koesmahargyo PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyebut, faktor pendorong pertumbuhan perumahan saat ini adalah stimulus-stimulus yang diberikan pemerintah ke sektor…

Gubernur Anies dan Relawan Kesehatan

Kamis, 05 Agustus 2021 - 20:30 WIB

Gubernur Anies Lepas Pulang Relawan Kesehatan: Terimakasih Ibu/Bapak Telah Tulus Berjuang Menangani Pasien Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari ini turut melepas Relawan Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Ekstensi Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede yang berasal dari RS Vertikal Kementerian Kesehatan…

Ilustrasi toko pasar tutup

Kamis, 05 Agustus 2021 - 19:05 WIB

Ya Ampun Miris & Sedih! 20% dari 6.000 Pedagang Pasar di Kota Bekasi Gulung Tikar

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi mencatat sebanyak 10-20% pedagang di sejumlah pasar di Kota Bekasi gulung tikar akibat terdampak pandemi Covid-19. Adapun persentase tersebut…

Ilustrasi Berinternet (Ist)

Kamis, 05 Agustus 2021 - 19:00 WIB

Minimalkan Konten Negatif dengan Menerapkan Etika saat Berinternet

Di dunia digital, etika berinternet atau netiket hal paling dasar dalam tata krama menggunakan internet adalah setiap individu harus menyadari bahwa sedang berinteraksi dengan manusia lain secara…