Petani Langsung Jual Hasil Produksi, Stok Garam di Pamekasan Menipis

Oleh : Hariyanto | Senin, 18 September 2017 - 13:43 WIB

Ilustrasi Petani Garam (Ist)
Ilustrasi Petani Garam (Ist)

INDUSTRY.co.id - Pamekasan - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pamekasan, Jawa Timur, Nurul Wiastutik mengatakan, petani garam yang kini langsung menjual produksinya berdampak menipisnya stok tercatat 18 ton di kawasan itu.

"Stok garam menipis, karena petani langsung menjual produksi garam mereka," katanya di Pamekasan, Minggu (17/9/2017).

Nurul menjelaskan, terungkap stok garam pada musim produksi itu setelah pihaknya melakukan pendataan produksi garam pada musim garam kali ini. Saat ini total produksi garam di Pamekasan, Madura mencapai 5.810,50 ton.

Jumlah produksi garam itu berdasarkan hasil produksi garam dengan pola produksi geoisolator dan produksi garam tradisional.

Produksi garam dengan teknologi geoisolator mencapai 3.668,50 ton dan produksi garam tradisional sebanyak 2.142,00 ton. "Dari total produksi sebanyak 5.810,50 ton ini, garam yang telah terjual sebanyak 5.792,50," kata Nurul.

Sementara itu, total luas areal tambak garam pada musim produksi garam saat ini mencapai 913,5 hektare tersebar pada tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Masing-masing di Kecamatan Pademawu seluas 446,0 hektare, di Kecamatan Galis seluas 457,9 hektare dan di Kecamatan Tlanakan seluas 213,5 hektare.

Kelompok usaha garam yang menggarap lahan garam kali ini sebanyak 170 kelompok dengan harga jual garam Rp1 juta hingga Rp1,4 juta per ton.

Kepala DKP, Nurul Widiastutik menjelaskan stok garam lokal Pamekasan sebanyak 18 ton tersebar di Kecamatan Pademawu sebanyak 10 ton dan di Kecamatan Galis sebanyak 8 ton.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ulang Tahun Slank Band ke 36 di Waingapu NTT

Jumat, 13 Desember 2019 - 12:00 WIB

Ulang Tahun Slank Band ke 36 di Waingapu NTT

Bimbim Slank jatuh cinta dengan keperawanan dan keseksian Pulau Nusa Tenggara Timur (NTT) padahal sebelumnya Bim-Bim buta tentang NTT. Tapi lantaran keinginannya untuk membahagiakan keluarga…

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:33 WIB

Perlakuan Benih Cegah Serangan Hama dan Penyakit

Karawang Pengendalian hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tidak harus selalu dilakukan pada saat pertanaman sudah tumbuh. Akan tetapi bisa dilakukan juga pada benih padi sebelum ditanam.

Pengurus Asosiasi Bela Hak Cipta yang dipimpin oleh Erwanda Lukas alias Papa T Bob ( berdiri, paling kiri) beraudiensi dengan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) James F Sundah, Rien Uthami Dewi, Yessi Kurniawan dan Rapin Mudiarjo Kawaradji (Duduk).

Jumat, 13 Desember 2019 - 11:06 WIB

Di Hadapan Musisi Senior, LMKN Tegaskan Pembagian Royalti 2 X Setahun

Lembaga Manajemen Kolektif Nasional atau LMKN yang merupakan Lembaga resmi yang berwenang memungut royalti dan menyalurkannya ke pemilik karya dan hak cipta, menegaskan bahwa mereka menyalurkan…

Bank Permata (Foto Industry News)

Jumat, 13 Desember 2019 - 10:37 WIB

PermataBank Akan Dibeli Bankok Bank

Jakarta – Sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat yang diumumkan oleh pemegang saham mayoritas, Standard Chartered Bank (Standard Chartered) dan PT Astra International…

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk

Jumat, 13 Desember 2019 - 10:00 WIB

Tugu Insurance Raih Top 20 Financial Institution & The Best CFO dari The Finance

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) kembali mendapatkan penghargaan Top 20 Financial Institution dari The Finance. Berdasarkan riset yang dilakukan The Finance Institute,…