INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn), Kementerian Kesehatan RI, Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI), dan Sysmex Indonesia memperkuat kolaborasi skrining talasemia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperluas deteksi dini di Indonesia.
Inisiatif ini melanjutkan upaya yang telah berjalan dengan fokus pada edukasi, deteksi dini, dan tindak lanjut yang berkelanjutan. Kick-off program dilaksanakan dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PDS PatKLIn 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (28/10/2026).
Penyandang talasemia mayor memerlukan perawatan jangka panjang, termasuk transfusi darah secara berkala sepanjang hidup pasien. Selain memberikan tantangan yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien dan keluarganya, kondisi ini juga memerlukan alokasi sumber daya kesehatan yang berkelanjutan, sehingga menjadikan upaya skrining dan deteksi dini sebagai investasi penting bagi kesehatan masyarakat.
Persoalan lainnya, pembawa sifat talasemia sering kali tidak menunjukkan gejala khas. Tanpa pemeriksaan, status mereka tidak diketahui. Deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi kunci untuk mengenali pembawa sifat dan mengantisipasi risiko lahirnya anak dengan talasemia mayor. Risiko ini terutama perlu diwaspadai pada pasangan yang sama-sama membawa sifat talasemia.
Data Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) tahun 2024, yang dikutip Kementerian Kesehatan RI, mencatat 13.939 penyandang talasemia di Indonesia. Namun, jumlah itu diperkirakan hanya sebagian kecil dari gambaran sebenarnya. Sekitar 3–10 persen penduduk Indonesia, atau kira-kira 8,5–27 juta orang, diperkirakan merupakan pembawa sifat talasemia. Banyak di antara mereka belum mengetahui statusnya.
Data tersebut menegaskan pentingnya edukasi, pemeriksaan, konseling, dan tindak lanjut medis yang tepat. Lewat kolaborasi lintas sektor, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah strategis menuju deteksi dini talasemia yang terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan prioritas kesehatan nasional untuk melindungi generasi Indonesia di masa depan.
"Pencegahan dan deteksi dini talasemia membutuhkan komitmen dan kolaborasi berkelanjutan. Melalui inisiatif ini, PDS PatKLIn ingin memperkuat peran kedokteran laboratorium dalam memastikan kualitas pemeriksaan, meningkatkan edukasi masyarakat, dan mendorong tindak lanjut yang tepat demi kesehatan generasi mendatang," ujar Ketua Umum PDS PatKLIn Periode 2025-2028, Dr. dr. Teguh Triyono, http://M.Kes, Sp. PK, Subsp. KV (K), Subsp. BDKT (K).
Untuk mendukung implementasi inisiatif ini, Sysmex Indonesia berperan sebagai mitra kolaboratif yang mendukung penguatan kapasitas pemeriksaan laboratorium, edukasi berbasis ilmiah, serta sinergi lintas sektor guna mendorong deteksi dini talasemia yang berkelanjutan di Indonesia.
Ketua Umum PDS PatKLIn menyampaikan bahwa pencegahan dan deteksi dini talasemia memerlukan komitmen dan kolaborasi yang berkelanjutan. Melalui inisiatif ini PDS PatKLIn ingin memperkuat peran kedokteran laboratorium dalam menjamin mutu pemeriksaan, meningkatkan edukasi masyarakat, dan mendorong tindak lanjut yang tepat demi kesehatan generasi mendatang.
Dalam pelaksanaannya, Sysmex Indonesia berperan sebagai mitra yang mendukung penguatan kapasitas pemeriksaan laboratorium, edukasi berbasis ilmiah, dan sinergi lintas sektor. Perwakilan Sysmex Indonesia menyatakan bahwa kontribusi di bidang kesehatan tidak berhenti pada penyediaan teknologi, tetapi juga mencakup kolaborasi, keahlian medis, dan edukasi.
Kick-off di Kupang menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Desember 2027. Rangkaian tersebut meliputi skrining talasemia dan edukasi masyarakat, termasuk dalam momentum Hari Talasemia Sedunia pada Mei 2027.
Keberhasilan program inisiatif ini tidak hanya diukur dari jumlah pemeriksaan. Ukurannya juga mencakup meningkatnya kesadaran masyarakat, meluasnya akses terhadap edukasi, dan keberlanjutan kolaborasi dalam memperkuat pencegahan serta deteksi dini talasemia.
Melalui kolaborasi PDS PatKLIn, Kementerian Kesehatan RI, POPTI, dan Sysmex Indonesia, inisiatif ini diharapkan memperkuat deteksi dini talasemia secara berkelanjutan dan mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas.