INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Komisaris PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), Dr. Admar Anwar, bersama dua investor lainnya menambah kepemilikan saham perseroan pada 2-3 November 2026.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada 4 November 2026, Admar Anwar tercatat membeli 100.000 unit saham biasa JECX di harga Rp 905 per unit pada Selasa (3/11/2026).
Dalam keterbukaan informasi tersebut disebutkan, pembelian dilakukan untuk tujuan investasi. Kepemilikannya pun naik dari 12.817.000 unit (0,39 persen) menjadi 12.917.000 unit (0,40 persen), dengan status kepemilikan langsung atau _direct ownership_. Admar ditegaskan bukan pengendali perusahaan.
Di tanggal yang sama, 3 November 2026, investor domestik Magna Selaras Lestari juga tercatat melakukan aksi beli sebanyak 240.000 lembar saham melalui broker LG. Nilai transaksi ditaksir Rp 248,88 juta.
Pasca transaksi itu, kepemilikan Magna Selaras Lestari naik dari 298.652.897 lembar (9,1802 persen) menjadi 298.892.897 lembar (9,1876 persen).
Sehari sebelumnya, 2 November 2026, Magna Selaras Lestari juga sudah membeli 227.000 lembar saham dengan estimasi nilai Rp 254,69 juta. Kepemilikannya saat itu naik dari 298.425.897 lembar (9,1732 persen) menjadi 298.652.897 lembar (9,1802 persen).
Selain itu, pada 2 November 2026, investor Johan A. M. M. Hutauruk tercatat membeli 30.000 lembar saham JECX di harga Rp 995 per saham dengan nilai Rp 29,85 juta. Dalam laporan IDX, tujuan transaksi tersebut juga untuk investasi.
Kepemilikan Johan pun naik dari 18.804.000 lembar (0,578 persen) menjadi 18.834.000 lembar (0,5789 persen).
Di pasar, saham JECX terpantau melemah tipis. Pada perdagangan Rabu (4/11/2026), saham JECX ditutup di level Rp 900, turun Rp 5 atau -0,55 persen.
Adapun PT Nitrasanata Dharma Tbk sendiri adalah perusahaan operator jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics.
JECX baru mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026, dengan harga penawaran Rp 1.250 per saham. Saat IPO, perseroan menawarkan 487.983.500 saham atau 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor, dan mengalami kelebihan permintaan hingga 62,5 kali.