- Anthropic memperluas watermark teks tak kasatmata ke model Claude lama mulai awal November 2026.
- Model yang kini ikut diberi watermark: Mythos 5, Opus 4.7, Opus 4.6, dan Sonnet 4.6.
- Berlaku untuk semua pengguna global, meski pemicunya regulasi Uni Eropa.
- Deteksi hanya bisa dilakukan pihak yang berhak menurut hukum Uni Eropa, seperti regulator, penegak hukum, jurnalis, dan peneliti.
- Anthropic mengakui teks pendek belum tentu cukup mengandung pola untuk dideteksi.
Teks yang ditulis dengan bantuan Claude kini makin sulit disamarkan sebagai tulisan manusia. Anthropic memperluas teknologi watermark teksnya ke model-model Claude generasi sebelumnya, sehingga hasil tulisannya membawa pola tersembunyi yang bisa dikenali sistem deteksi otomatis.
Kabar ini dilaporkan The Independent pada 2 November 2026. Sebelumnya, watermark hanya terpasang di model Claude terbaru sejak Anthropic mengumumkan rencananya pada Agustus 2026 sebagai respons atas aturan Uni Eropa yang mewajibkan penanda konten buatan AI.
Apa yang Berubah?
Watermark Claude bukan tanda yang terlihat seperti logo atau tulisan. Pola ini tertanam pada cara model memilih kata, sehingga tulisan tampak normal bagi pembaca tetapi bisa dikenali oleh sistem deteksi otomatis.
Awalnya watermark hanya ada di model terbaru. Kini cakupannya diperluas ke model generasi sebelumnya:
| Model | Status watermark |
|---|---|
| Mythos 5 | Ikut diberi watermark |
| Claude Opus 4.7 | Ikut diberi watermark |
| Claude Opus 4.6 | Ikut diberi watermark, bisa hilang jika pengaturan sampling diubah lewat API |
| Claude Sonnet 4.6 | Ikut diberi watermark, bisa hilang jika pengaturan sampling diubah lewat API |
| Model lebih lama (hingga Opus 3) | Belum tercakup |
Menurut The Independent, perubahan ini tidak memengaruhi jumlah token maupun harga, dan pengguna biasa tidak bisa mematikannya.
Siapa yang Bisa Mendeteksi?
Pengguna biasa tidak bisa mengecek apakah sebuah teks ditandai. Untuk saat ini, akses deteksi hanya diberikan kepada organisasi yang memenuhi syarat menurut hukum Uni Eropa, seperti regulator, aparat penegak hukum, jurnalis, dan peneliti, serta perusahaan yang wajib memverifikasi watermark berdasarkan EU AI Act.
Langkah Anthropic berbeda dari OpenAI. Menurut laporan yang sama, OpenAI juga menambahkan fitur watermark bernama textGrain di ChatGPT, tetapi hanya diterapkan otomatis di Eropa. Anthropic memilih memberlakukannya di semua negara.
Keterbatasan dan Kritik
Anthropic mengakui ada kelemahan. Teks yang pendek bisa jadi tidak memuat cukup pola untuk dikenali. Di sisi lain, sejumlah pengguna khawatir tulisan mereka ikut terdeteksi hanya karena memakai Claude untuk proofreading atau cek fakta, sementara pelaku yang berniat buruk bisa memparafrasekan teks dengan AI lain untuk menghapus jejaknya.
Anthropic menolak anggapan bahwa watermark menurunkan kualitas jawaban Claude.
Dampak bagi Pengguna di Indonesia
Karena berlaku global, watermark ini juga menyentuh pengguna Claude di Indonesia, termasuk pelajar, mahasiswa, penulis, dan pekerja kantoran. Untuk saat ini kampus atau perusahaan di Indonesia tidak bisa langsung memakai alat deteksi Anthropic, karena aksesnya dibatasi untuk pihak yang diakui hukum Uni Eropa. Meski begitu, arah kebijakannya jelas: teks buatan AI makin mudah dilacak, sehingga transparansi soal penggunaan AI dalam tugas atau pekerjaan menjadi makin penting.
FAQ
1. Model Claude mana yang kini diberi watermark?
Selain model terbaru, kini juga Mythos 5, Opus 4.7, Opus 4.6, dan Sonnet 4.6.
2. Apakah watermark Claude terlihat di teks?
Tidak. Watermark berupa pola tersembunyi dalam pilihan kata yang hanya bisa dikenali sistem deteksi otomatis.
3. Bisakah watermark dimatikan?
Pengguna biasa tidak bisa. Untuk Opus 4.6 dan Sonnet 4.6, Anthropic menyebut mengubah pengaturan sampling lewat API akan menghilangkan watermark.
4. Siapa yang bisa mengecek watermark?
Saat ini hanya pihak yang berhak menurut hukum Uni Eropa, seperti regulator, penegak hukum, jurnalis, dan peneliti.
5. Apakah berlaku di Indonesia?
Ya. Anthropic memberlakukan watermark untuk semua pengguna di seluruh dunia.
Kesimpulan
Perluasan watermark ke model Claude lama menandai babak baru transparansi konten AI. Pemicunya regulasi Eropa, tetapi dampaknya terasa global. Tantangannya kini ada pada keandalan deteksi, terutama untuk teks pendek, dan pada aturan siapa saja yang boleh memakai alat deteksinya.
- Watermark diperluas ke Mythos 5, Opus 4.7, Opus 4.6, Sonnet 4.6.
- Berlaku global, tanpa opsi mematikan untuk pengguna biasa.
- Deteksi terbatas untuk pihak yang diakui hukum Uni Eropa.
- Teks pendek belum tentu terdeteksi.
- OpenAI menerapkan watermark serupa (textGrain) hanya di Eropa.