INDUSTRY.co.id, JAKARTA – Tren kecantikan terus berkembang. Kini, penggunaan skincare bukan lagi sekadar pelengkap penampilan, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda.
Beragam produk perawatan kulit bermunculan di pasaran. Mulai dari sunscreen, moisturizer, facial wash, hingga serum dengan kandungan bahan aktif yang menawarkan beragam manfaat untuk kulit.
Menariknya, produk lokal juga semakin mendapat tempat di hati konsumen. Selain menawarkan harga yang relatif terjangkau, sejumlah merek menghadirkan inovasi formula yang mengikuti kebutuhan kulit masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data Worldpanel by Numerator yang dikutip Katadata Databoks, kategori skincare menguasai 49 persen nilai penjualan industri kecantikan dan perawatan diri di wilayah perkotaan Indonesia pada 2026. Angka tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap produk perawatan kulit.
Lantas, produk skincare apa saja yang sedang digandrungi saat ini?
1. Sunscreen, Produk Wajib untuk Perlindungan Kulit
Sejumlah merek yang banyak diminati di pasar Indonesia antara lain Wardah UV Shield, Azarine Hydrasoothe Sunscreen, Facetology Triple Care Sunscreen, dan Skin1004 Madagascar Centella.
Berdasarkan riset perusahaan pasar Compas yang diberitakan Katadata Databoks pada Oktober 2026, Wardah memimpin kategori sunscreen lokal terlaris di Shopee Indonesia pada kuartal II 2026 dengan pangsa pasar 10,43 persen. Posisi berikutnya ditempati Facetology sebesar 7,61 persen dan Azarine sebesar 6,25 persen.
Data tersebut memperlihatkan kuatnya persaingan merek lokal di pasar tabir surya.
2. Moisturizer, Andalan Menjaga Kelembapan Kulit
Selain sunscreen, moisturizer atau pelembap juga menjadi produk yang banyak dicari. Produk ini berfungsi membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus mendukung fungsi skin barrier.
Beberapa merek yang populer di pasaran antara lain Skintific, The Originote, Wardah, dan Somethinc.
Produk dengan kandungan ceramide, hyaluronic acid, serta bahan pelembap lainnya banyak menjadi pilihan konsumen karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit.
Berdasarkan survei Populix yang dipublikasikan melalui GoodStats, moisturizer digunakan oleh 78 persen responden Indonesia dalam survei penggunaan skincare 2025.
3. Serum, Pilihan untuk Perawatan Kulit Lebih Spesifik
Serum juga menjadi salah satu produk yang tidak kalah populer. Berbeda dengan pelembap biasa, serum umumnya diformulasikan dengan bahan aktif untuk membantu mengatasi kebutuhan kulit tertentu.
Beberapa kandungan yang banyak dikenal konsumen adalah niacinamide untuk membantu menyamarkan tampilan noda dan meratakan warna kulit, vitamin C untuk membantu mencerahkan tampilan kulit, serta hyaluronic acid untuk menjaga hidrasi.
Merek seperti Somethinc, Skintific, Scarlett, dan Wardah menawarkan berbagai pilihan serum dengan formulasi yang berbeda.
Survei Populix yang dikutip GoodStats mencatat serum digunakan oleh 58 persen responden. Angka ini menunjukkan bahwa produk tersebut telah menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit masyarakat.
4. Facial Wash, Langkah Dasar yang Tetap Diminati
Membersihkan wajah merupakan tahapan penting dalam perawatan kulit. Karena itu, facial wash atau sabun pembersih wajah masih menjadi produk yang banyak digunakan.
Produk seperti Wardah, Emina, Skintific, Kahf, dan The Originote menawarkan berbagai pilihan pembersih wajah untuk kebutuhan kulit berbeda.
Mulai dari kulit berminyak, kering, hingga sensitif, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan formula. Produk dengan karakteristik gentle cleanser juga semakin diperhatikan karena dapat membersihkan wajah tanpa membuat kulit terasa terlalu kering.
5. Toner, Pelengkap Rutinitas Skincare
Toner juga masih memiliki tempat tersendiri dalam rutinitas perawatan kulit. Produk ini hadir dengan beragam fungsi, mulai dari memberikan hidrasi hingga membantu merawat tekstur kulit.
Beberapa kandungan yang sering ditemukan dalam toner antara lain centella asiatica, niacinamide, hyaluronic acid, dan bahan eksfoliasi seperti AHA maupun BHA.
Merek seperti Skintific, Somethinc, Wardah, dan Avoskin menawarkan berbagai pilihan toner yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit.
BPOM Ingatkan Konsumen Tidak Asal Ikut Tren
Di balik meningkatnya popularitas skincare, konsumen juga perlu lebih cermat dalam memilih produk. Popularitas di media sosial maupun banyaknya ulasan positif tidak selalu menjadi jaminan keamanan dan kecocokan suatu produk.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan keamanan kosmetik sebelum membeli dan menggunakannya.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa pengawasan terhadap peredaran kosmetik ilegal perlu terus diperkuat, terutama di platform digital.
Dalam keterangan resmi BPOM pada Juli 2026, Taruna Ikrar menyebut, "Temuan didominasi oleh kosmetik impor ilegal yang mencapai lebih dari 90%."
BPOM juga mengungkapkan temuan lebih dari 2,1 juta produk kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan dalam intensifikasi pengawasan pada 2026.
Karena itu, masyarakat disarankan memeriksa nomor izin edar melalui kanal resmi BPOM, membeli produk dari penjual tepercaya, serta memperhatikan komposisi dan tanggal kedaluwarsa.
Pada akhirnya, skincare terbaik bukanlah produk yang paling viral atau paling mahal, melainkan produk yang aman dan sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing.