INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) mengantongi restu pemegang saham untuk menggelar rights issue dan menaikkan modal dasar perseroan menjadi Rp660,68 miliar.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen EPAC dikutip Jumat (6/11/2026), keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2026.

Rapat dinyatakan sah karena dihadiri pemegang saham yang menguasai 2.328.730.000 saham atau setara 70,5 persen dari total saham bersuara.

Seluruh agenda dalam rapat tersebut disetujui 99,98 persen suara yang hadir.

Dalam agenda pertama, pemegang saham menyepakati perubahan susunan Dewan Komisaris. Bong Kioen Thian diberhentikan dengan hormat dari posisi Komisaris Independen.

Alex Budiarjo yang sebelumnya menjabat Komisaris Utama dialihkan menjadi Komisaris. Jabatan Komisaris Utama kemudian diisi oleh Noprian Fadli.

RUPSLB juga menyetujui pengangkatan Mas Achmad Daniri sebagai Komisaris Independen baru. Pengangkatan tersebut berlaku sejak rapat ditutup, dengan masa jabatan mengikuti sisa periode anggota Dewan Komisaris lainnya.

Dengan demikian, susunan pengurus EPAC menjadi sebagai berikut:

Direksi

- Direktur Utama: Bahar

- Direktur: Nicky Gunhadi

Dewan Komisaris

- Komisaris Utama: Noprian Fadli

- Komisaris: Alex Budiarjo

- Komisaris Independen: Mas Achmad Daniri

Pada agenda kedua, rapat menyetujui peningkatan modal dasar perseroan menjadi Rp660,68 miliar. Modal tersebut terbagi dalam 13.213.600.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Pada agenda ketiga, pemegang saham memberikan persetujuan atas penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh melalui Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Dalam aksi korporasi tersebut, EPAC akan menerbitkan maksimal 2 miliar saham baru bernominal Rp50 per saham. Pelaksanaan rights issue ini diberi tenggat waktu 12 bulan sejak keputusan RUPSLB ditetapkan.

Agenda keempat yang juga disetujui adalah pemberian kuasa untuk penghentian operasional kemasan fleksibel.