INDUSTRY.co.id, JAKARTA-Persaingan di pasar skincare bukan semata urusan formula dan harga. Ada persoalan persepsi yang lebih dalam: kepercayaan konsumen terhadap merek asing.
Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (Perkosmi), Sholihin Sofian, dalam diskusi yang diselenggarakan BPOM pada Agustus 2024, menyoroti pengaruh media sosial terhadap pola konsumsi kosmetik generasi muda. Media sosial ikut menentukan produk yang dipilih konsumen.
Dampaknya terasa pada persaingan industri. Anugerah Pakerti, pendiri sekaligus CEO AVO Innovation Technology, mengungkapkan adanya pergeseran pasar digital dari dominasi merek lokal menuju merek asing, khususnya produk asal Cina.
Persoalannya bukan hanya siapa yang paling laku, melainkan siapa yang paling mampu membangun kepercayaan konsumen.
Ekonom Hendri Saparini melihat persoalan ini dari sisi kebijakan ekonomi. Dalam forum yang sama, ia menyoroti belum kuatnya kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim persaingan yang menjanjikan bagi industri kosmetik nasional.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan industri kosmetik Indonesia sebenarnya memiliki basis yang cukup besar. Pada 2024 tercatat 1.292 industri kosmetik, dengan sekitar 89 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah.
Angka itu menunjukkan industri lokal bukan pemain kecil. Namun, besarnya jumlah produsen belum otomatis membuat merek lokal unggul dalam perebutan perhatian konsumen.
Di sisi lain, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyoroti persoalan keamanan produk impor. Produk yang masuk tanpa izin edar dan tanpa memenuhi ketentuan importasi berpotensi merugikan konsumen karena keamanan serta mutunya tidak dapat dijamin.
Di sinilah persoalan skincare impor menjadi lebih kompleks. Ada persaingan bisnis, pengaruh budaya populer, ketimpangan daya saing, hingga pengawasan produk yang beredar di pasar digital.
Konsumen mungkin hanya melihat botol serum dengan desain menarik. Namun, di belakangnya terdapat pertarungan industri yang melibatkan modal, teknologi, regulasi, dan kemampuan membentuk selera pasar.