INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Suasana haru dan bangga menyelimuti Pengambilan Sumpah/Janji Profesi Apoteker Angkatan 1 (pertama) i3L University di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Sebanyak 37 lulusan resmi menyandang gelar Apoteker setelah mengucapkan lafal Sumpah Apoteker yang dipimpin oleh apt. Fandi Sutanto, PhD selaku Kepala Departemen Apoteker dan didampingi oleh para Rohaniwan, dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Surat Sumpah dan penerimaan Sertifikat Profesi dan Transkrip Nilai.
Momen itu menjadi penanda bersejarah, karena mereka adalah apoteker angkatan pertama yang dilahirkan kampus tersebut.
Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Biosains (School of Health and Life Sciences), Rio Hermantara, S.Si.,M.Biotech., Ph.D., menegaskan bahwa hari itu bukan sekadar seremoni kelulusan.
"31 Oktober 2026 menjadi catatan sejarah, karena para lulusan adalah apoteker pertama dari Universitas Bio Scientia Internasional Indonesia," ujar Rio diacara.
Menurut dia, sumpah yang diucapkan adalah pengesahan kompetensi sekaligus tanggung jawab profesi. Apoteker, kata Rio, tidak hanya dituntut memahami obat-obatan, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang tepat, cermat, dan penuh empati, baik di industri, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Atas nama Fakultas Ilmu Kesehatan dan Biosains, Rio menyampaikan terima kasih atas kepercayaan orang tua dan wali kepada universitas. Ia juga mengapresiasi dosen, praktisi rumah sakit dan industri, puskesmas, serta tenaga kependidikan yang telah membimbing para lulusan hingga ke titik ini.
Kepada 37 apoteker baru itu, Rio berpesan agar terus menjaga integritas, siap mengabdi, tidak berhenti belajar, dan membawa nama baik almamater dengan bangga.
IAI Siap Jadi Rumah dan Pelindung
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) DKI Jakarta, apt. Atu Kurnia,S.Si.,M.Farm. menyampaikan apresiasinya kepada 37 apoteker baru i3L Univeristy, sekaligus berterima kasih karena universitas mempercayakan PD IAI DKI Jakarta untuk menerima para lulusan tersebut.
Ia menjelaskan, Ikatan Apoteker Indonesia telah berdiri sejak 1955. Hingga kini, tercatat sekitar 121.000 apoteker bergabung, dengan sekitar 12.300 di antaranya berada di DKI Jakarta. Organisasi ini telah hadir di 38 provinsi.
Lebih dari sekadar organisasi profesi, IAI menyiapkan berbagai fasilitas untuk anggotanya. Mulai dari Balai Latihan Kerja yang terakreditasi Kementerian Kesehatan, Halal Center IAI untuk mendukung program BPJPH, hingga tim lawyer atau advokat profesional.
"Tim advokat siap mendampingi anggota yang diduga terlibat kasus pidana dalam praktik kefarmasian, secara gratis, karena sudah termasuk dalam iuran tahunan," kata Atu.
Karena itu, Atu meminta para apoteker baru tidak perlu khawatir saat terjun ke dunia kerja.
"Apoteker baru bisa bekerja di mana saja, baik di sektor industri, distribusi, pelayanan, rumah sakit, klinik, atau apotek. Tidak perlu khawatir karena kami sudah siapkan tim advokat secara profesional," ujarnya.
IAI juga menyiapkan pelatihan, pameran lowongan kerja, dan pusat pengembangan karier untuk meningkatkan kompetensi anggotanya. Bagi Atu, sumpah ini bukan akhir pembelajaran, melainkan awal untuk belajar menggapai masa depan.

Air Mata dan Janji Lulusan Terbaik
Suasana menjadi semakin emosional ketika Lulusan Terbaik Program Studi Apoteker Universitas Bio Scientia Internasional Indonesia, apt. Patricia Regina Halim, S.Farm., naik ke podium.
Mewakili teman-teman sejawatnya, Patricia menyampaikan rasa syukur atas perjalanan selama satu tahun yang tidak mudah.
Ia berterima kasih kepada dosen dan tenaga kependidikan atas ilmu, bimbingan, dan kesabaran, sekaligus memohon maaf jika ada sikap dan perkataan yang kurang berkenan selama pendidikan.
Kepada pembimbing dan tenaga profesional di tempat PKPA, Patricia berterima kasih karena telah membuka pintu dan menerima mereka dengan baik. Dari sana, mereka belajar langsung bagaimana teori dijalankan di lapangan, dan bahwa menjadi apoteker berarti siap bekerja dengan penuh tanggung jawab dan empati.
Namun, ucapan paling menyentuh ia sampaikan untuk orang tua dan keluarga.
"Pencapaian hari ini bukan hanya milik kami, tetapi juga milik mama, bapak, dan keluarga semuanya," kata Patricia.
Ia menyebut, doa, pengorbanan, kasih sayang, dan dukungan keluarga tidak pernah berhenti, terutama saat mereka hampir menyerah.
Kepada teman-teman seperjuangan, Patricia berterima kasih karena telah saling membantu dan menyemangati melewati PKPA, OSCE, hingga UKOM. Tidak ada yang melewati perjalanan itu sendirian.
Menutup sambutannya, Patricia mengingatkan bahwa gelar apoteker membawa amanah dan tanggung jawab baru. Hari ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal babak baru yang penuh tantangan sekaligus harapan.
"Di mana pun kita bekerja nanti, mari kita menjadi apoteker yang tidak pernah berhenti belajar, selalu menjaga keselamatan pasien, berani bertanggung jawab atas setiap keputusan, dan menjunjung tinggi integritas serta etika profesi," ujarnya.
Dengan dilantiknya 37 apoteker pertama ini, i3L University resmi menorehkan sejarah baru. Kini, para apoteker muda itu siap melangkah, membawa ilmu, empati, dan integritas untuk mengabdi kepada masyarakat Indonesia.