INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa upaya penertiban kawasan hutan bukan pekerjaan mudah. Ancaman dan tekanan, menurut Prabowo, akan selalu muncul ketika pemerintah berhadapan dengan kepentingan yang selama ini menikmati kekayaan negara secara tidak semestinya.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp13,24 triliun, Selasa (6/10).
Prabowo mengatakan pemerintah tidak boleh mundur hanya karena menghadapi tekanan. Ia menekankan bahwa perjuangan memberantas korupsi dan menyelamatkan kekayaan negara merupakan bagian dari pertarungan panjang antara pihak yang membela kebenaran dan mereka yang mempertahankan kepentingan kejahatan.
“Percayalah, kebenaran akan menang, percayalah, kita di atas jalan yang benar. Kita tidak ragu-ragu,” kata Prabowo.
Menurutnya, berbagai bentuk serangan, termasuk melalui media sosial maupun aksi demonstrasi, tidak seharusnya membuat pemerintah gentar.
“Biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka serang kita di sosmed, mereka mobilisasi biaya demonstrasi, kita tidak gentar,” tegasnya.
Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) atas capaian dalam menyelamatkan dan mengembalikan kekayaan negara.
Dalam dua tahun bekerja, Satgas PKH disebut telah mengembalikan sekitar Rp52 triliun kepada negara. Prabowo menilai angka tersebut menunjukkan bahwa upaya penertiban kawasan hutan memberikan kontribusi besar terhadap kepentingan negara dan rakyat.
Presiden pun meminta jajaran pimpinan Satgas PKH memberikan daftar anggota yang dinilai berprestasi. Mereka, kata Prabowo, harus mendapatkan penghargaan atas kerja kerasnya.
“Pimpinan Satgas PKH, saya minta daftar anak buahmu yang berprestasi. Saya ingin, yang berprestasi harus segera naik pangkat, harus diberi promosi, harus diberi bintang kehormatan,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, penghargaan kepada aparat yang bekerja dengan baik merupakan bagian dari cara pemerintah membangun tata kelola negara yang tegas dan berkeadilan.
“Yang maling, kejar, tangkap. Yang baik, ya, dipromosikan,” kata Prabowo.
Prabowo menilai perjuangan Satgas PKH bukan semata-mata soal penertiban kawasan hutan, melainkan bagian dari upaya mempertahankan kekayaan negara agar kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Percaya kita membela bangsa kita, kita membela rakyat kita, tidak ada yang lebih mulia,” tegasnya.
Di tengah berbagai tekanan, Prabowo kembali mengingatkan jajaran pemerintah agar tetap berada di jalur yang dianggap benar. Ia bahkan mempersilakan siapa pun yang tidak ingin menjalankan tugas dengan prinsip tersebut untuk meninggalkan barisan pemerintah.
“Saya persilakan, saudara-saudara, dengan baik. Sepanjang sejarah manusia akan selalu ada pertentangan antara mereka yang di atas jalan yang benar, mereka yang ingin membela kebenaran, keadilan, kejujuran, dan mereka yang ingin membela kejahatan," tukas Presiden.