Inilah 3 Terobosan DEN Percepat Penggunaan EBT

Oleh : Ridwan | Jumat, 04 Agustus 2017 - 16:14 WIB

Ilstrasi Energi baru terbarukan (Foto Ist)
Ilstrasi Energi baru terbarukan (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan akan mengakselerasi bauran energi dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada tahun 2025, sebesar 23 persen seperti yang disepakati dalam Conference of Parties ke 21 di Paris beberapa waktu lalu.

Selain itu, DEN juga mengajukan tiga terobosan untuk mempercepat penggunaan energi baru terbarukan (EBT) kepada pemerintah. Terobosan ini diperlukan karena sampai saat ini pencapaian bauran EBT masih minim.

Anggota DEN, Abadi Poernomo mengatakan hingga akhir 2016 capaian bauran EBT masih 7,7% dari target 10,4 persen. Padahal hingga 2025 targetnya harus mencapai 23%.

"Harus ada akselerasi untuk mencapai EBT sesuai RUEN, tidak mungkin lagi dengan hal-hal yang biasa dilakukan" kata Abadi di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Ia menambahkan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengejar target tersebut. Pertama, percepatan penyelesaian Rancangan Umum Energi Daerah (RUED) di 34 provinsi. Ini merupakan amanah dari Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang mengharuskan RUED selesai pada 2018.

Untuk mempercepat penyusunan RUED tersebut, DEN akan menggandeng Kementerian PPN/Bappenas. Mereka akan memasukkan program dalam RUED di masing-masing daerah ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sehingga masuk perencanaan daerah.

Hingga kini, dari 34 provinsi, sudah ada tujuh provinsi yang menganggarkan kegiatan RUED. Tujuh provinsi tersebut yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bengkulu, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain itu ada 15 provinsi yang sudah menyusun RUED tapi belum menganggarkannya ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Di antaranya adalah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimatan Timur.

Sementara 12 provinsi lainnya masih memerlukan perhatian khusus karena belum secara aktif melakukan penyusunan RUED. Nantinya Bappenas yang akan memfasilitasi pemerintah daerah di 12 provinsi tersebut untuk segera menyusun RUED.

Langkah lainnya mempercepat target bauran EBT adalah mendorong pembangunan panel surya. Supaya cepat, pembangunan panel tersebut bisa dilakukan di bangunan-bangunan sektor pemerintahan dan swasta.

"Akselerasi panel surya, panel surya di semua sektor terutama bangunan-bangunan pemerintah dan swasta, pribadi, pabrik-pabrik," terangnya.

Ketiga, adalah percepatan penggunaan B20 pada kendaraan. Selama ini pemanfaatan B20 belum signifikan karena mesin kendaraan yang ada belum mendukung. Alhasil ketika masuk ke mesin kualitasnya menjadi rendah.

Untuk memecahkan masalah tersebut saat ini BPDP Sawit tengah melakukan kajian. Setelah selesai kajian itu akan disampaikan kepada Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian untuk didiskusikan lebih lanjut.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gojek-Blibli Sepakat Tingkatkan Industri Pariwisata Melalui Platform Digital

Senin, 16 September 2019 - 09:00 WIB

Gojek-Blibli Sepakat Tingkatkan Industri Pariwisata Melalui Platform Digital

Dua perusahaan berbasis digital yakni PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Global Digital Niaga (Blibli.com) menyatakan dukungannya dalam pengembangan pariwisata melalui platform digital.

Ilustrasi Gula (Ist)

Senin, 16 September 2019 - 08:07 WIB

Swasembada Gula Putih di Depan Mata

Jakarta - Dorongan terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap investor di bidang gula untuk meningkatkan kapasitas produksi gula guna mencapai target memenuhi kebutuhan gula…

IHSG - Bursa Efek Indonesia (Dok INDUSTRY.co.id)

Senin, 16 September 2019 - 08:02 WIB

Awal Pekan IHSH Bergerak Terkoreksi

Jakarta - Secara teknikal pergerakan IHSG mengkonfirmasi pola dark cloud cover dengan terkoreksi menguji MA50 kembali yang berad dikisaran 6300. Indikator Stochastic memiliki pola dead-cross…

 founder BeauCell Indah Ludiana Ester Meiliana dan Imelda Willy bersama Para selebritis saat pembukaan Beaucell

Senin, 16 September 2019 - 08:02 WIB

Klinik Kecantikan BeauCell Selaraskan Dengan Teknologi Industri 4.0

Pesatnya kemajuan teknologi di industri 4.0 juga berdampak pada industri kecantikan. Seiring perubahan zaman masyarakat urban mengidamkan kehadiran klinik kecantikan terpadu yang menawarkan…

Fajar Hutomo, Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Senin, 16 September 2019 - 07:42 WIB

Bekraf Sambut Kehadiran Blockchain Bisa Atasi Sejumlah Persoalan Hak Intelektual

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menyambut antusias keberadaaan tekhnologi blockhain di tanah air karena sangat membantu mengatasi sejumlah persoalan Hak Inelektual yang terjadi selama ini. Sejumlah…