Presiden Jokowi: Terus Jaga Neraca Produktivitas Pangan

Oleh : Herry Barus | Senin, 19 September 2022 - 15:39 WIB

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa neraca produktivitas kedelai, cabai, dan bawang merah secara umum sampai dengan akhir Desember 2022 masih terjaga. Presiden menginstruksikan Kementerian Pertanian untuk terus melakukan penanaman komoditas tersebut agar neraca produktivitas pangan dapat tetap terjaga.

Demikian disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya usai melakukan rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 19 September 2022.

"Bapak Presiden memutuskan tadi neraca ini betul-betul dijaga, bahkan saya diperintahkan untuk terus melakukan penanaman tambahan baik jagung, kedelai, cabai, maupun bawang dan kemudian menjadi kesimpulan yang ada adalah mengharapkan BUMN dapat membeli semua produktivitas yang ada sehingga negara betul-betul bisa menjamin tidak membiarkan begitu saja," ucap Syahrul. Demikian informasi dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Selanjutnya, Syahrul menuturkan bahwa Presiden Jokowi meminta agar sistem logistik dan transportasi dapat terus ditingkatkan agar stabilitas harga pangan dapat tetap terkendali.

"Sistem logistik dan transportasi yang terus di-exercise sehingga stabilitasi harganya juga bisa dikendalikan dengan semaksimal mungkin oleh pemerintah. Artinya, kita berharap produktivitasnya cukup tetapi harganya pun dapat tetap dijaga untuk bisa dikendalikan dengan baik," tuturnya.

Selain itu, Syahrul mengatakan bahwa intervensi Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional juga dibutuhkan dalam pengendalian ketersediaan komoditas pangan dari daerah produsen yang surplus ke daerah yang kekurangan.

"Intinya baik bupati dan gubernur ikut terlibat dalam mengendalikan harga yang ada karena produksinya cukup. Kemudian tentu saja Kementan bersama Badan Pangan Nasional yang mengatur neraca-neraca antara daerah bisa bekerja sama dengan daerah untuk mengintervensi pada daerah-daerah shorted yang ada, memetakannya dengan baik," jelas Syahrul.

Syahrul menjelaskan, Presiden Jokowi juga menginstruksikan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membeli semua produk yang ada agar harga beli komoditas tersebut dapat terjamin. Selain itu, Presiden juga berharap agar produksi sektor pertanian dapat terus meningkat.

"Saya kira ini menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi petani kita, bahkan tadi Bapak Presiden perintahkan kepada kami khususnya Kementan apapun semaksimal mungkin bisa pertanian ini di-back up, baik menggunakan KUR atau menggunakan berbagai biaya-biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi yang ada," ucap Syahrul.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition Susan Bowerman

Senin, 26 September 2022 - 19:48 WIB

Berapa Banyak Protein yang Dibutuhkan Tubuh Anda dalam Sehari? Cobalah Hitung dengan Metode Ini

Jakarta– Kata "protein" berasal dari kata Yunani "protos," yang berarti "peringkat satu atau posisi yang paling utama" dan kata ini dipilih karena alasan yang bagus.

diskusi online yang digelar Forum Merdeka Barat bertajuk "UU Cipta Kerja Tumbuhkan Pengusaha Muda dan UMKM" pada Senin (26/9/22).

Senin, 26 September 2022 - 19:37 WIB

UU Ciptakerja Memberi Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM

Jakarta, FMB9 - Sekretaris Satgas Percepatan Sosialisasi UU Cipta Kerja, Arief Budimanta menyampaikan kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) bertujuan memberikan kemudahan, perlindungan…

Mitsubishi New Xpander Cross

Senin, 26 September 2022 - 19:30 WIB

Dibekali Fitur Canggih, New Xpander Cross Lebih Unggul dari Mobil Sekelas

New Mitsubishi Xpander Cross resmi diluncurkan pada 11 Agustus 2022 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Mengusung tagline “Rise to Your Life’s Adventure”,…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Senin, 26 September 2022 - 19:19 WIB

Sebelum Diberlakukan, Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Konversi ke Kompor Listrik

Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah untuk melanjutkan ujicoba konversi elpiji ke listrik dan membuktikan bahwa dengan cara ini masyarakat bisa berhemat.

CEO Telin Budi Satria Dharma Purba (kedua dari kanan) berdiskusi dengan para Panelis, dari TI Sparkle Leonardo Cerciello (paling kanan), China Unicom Global Dr. Meng Shusen (tengah), Head of Asia GSMA Julian Gorman (kedua dari Kiri), dan SMD Delta Partners Sam Evans (paling kiri)

Senin, 26 September 2022 - 19:15 WIB

Perkuat Infrastruktur, Telkom Bidik Potensi Konektivitas Asia Pasifik

PT Tekom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menilai konektivitas Asia Pasifik memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi, seiring dengan transformasi digital yang dilakukan negara-negara…