Ekonomi Membaik, Tiga Bandara di Indonesia Timur Tambah Jumlah Penerbangan

Oleh : Irvan AF | Jumat, 09 Desember 2016 - 10:17 WIB

Ilustrasi Bandara
Ilustrasi Bandara

INDUSTRY.co.id - Tiga bandara yakni Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara El Tari Kupang yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) resmi menambah jumlah penerbangan.

"Penambahan jumlah rute penerbangan dari beberapa maskapai ini diharapkan dapat meningkatkan trafik penumpang dan konektivitas wilayah timur Indonesia yang pada akhirnya dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi dalam siaran pers, Jumat (9/12/2016).

Menurutnya, dukungan terhadap penambahan rute penerbangan ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan trafik penumpang dalam negeri dan meningkatkan konektivitas di wilayah timur Indonesia.

Wilayah timur Indonesia yang semakin terkoneksi dan mudah diakses, diharapkan dapat meningkatkan distribusi orang dan barang yang pada akhirnya memicu peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Di Bandara El Tari Kupang telah dilakukan inagurasi penerbangan perdana maskapai Lion Air dengan rute Kupang-Lombok. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar resmi menambah rute penerbangan baru Makassar-Madinah dari Saudi Arabia Airlines dengan jumlah penerbangan dua kali dalam satu minggu.

Di Bandara Sam Ratulangi Manado, terdapat penambahan operasi maskapai penerbangan domestik yaitu NAM Air (Sriwijaya Group) dengan tiga rute penerbangan yang rencananya akan efektif beroperasi pada 9 Desember 2016. Ketiga rute penerbangan tersebut yaitu Manado-Sorong, Manado Ambon, dan Manado-Ternate.

Tiga rute penerbangan NAM Air dari dan ke Manado terbang setiap hari. Rute pertama yaitu Manado-Sorong dijadwalkan pukul 04.30 WITA dan Sorong-Manado pada pukul 12.10 WIT. Sementara rute kedua Manado-Ambon terjadwal lepas landas pukul 15.55 WITA dan Ambon-Manado 18.55 WIT. Sementara rute ketiga Manado-Ternate pada pukul 13.10 WITA dan Ternate-Manado pukul 15.30 WIT.

Kehadiran NAM Air selain dapat memacu pengembangan sekaligus memperpendek konektivitas penerbangan di kawasan Indonesia bagian timur juga dapat membuka lebih banyak akses untuk masyarakat maupun wisatawan yang akan berkunjung ke Sulawesi Utara.

Sebelumnya, Batik Air telah menambah rute baru Manado-Halim Perdanakusuma yang resmi beroperasi Oktober. Hingga saat ini total delapan maskapai penerbangan domestik yang beroperasi di Bandara Sam Ratulangi Manado, yakni Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink, Batik Air, Wings Air, Air Fast, dan NAM Air.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Utang Luar Negeri

Selasa, 17 Juli 2018 - 16:11 WIB

BI Rilis Utang Luar Negeri Indonesia Per Mei Sebesar Rp 5.155,6 Triliun

Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir Mei 2018.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Selasa, 17 Juli 2018 - 16:04 WIB

Industri Manufaktur Dongkrak Ekspor RI ke Australia

Industri manufaktur berperan besar dalam mendongkrak peningkatan nilai ekspor Indonesia, salah satunya ke negara tujuan seperti Australia.

WK Migas

Selasa, 17 Juli 2018 - 15:58 WIB

Kementerian ESDM Tandatangani 3 Kontrak Gross Split Hasil Penawaran Wilayah Kerja Migas 2018

Kementerian Energi dan Sumber dan Sumber Daya Mineral kembali melakukan penandatanganan kontrak bagi hasil Gross Split hasil penawaran Wilayah Kerja (WK) Migas tahun 2018 yang dilaksanakan di…

Menhub Budi Karya Sumadi

Selasa, 17 Juli 2018 - 15:40 WIB

Menhub: Biaya Perbaikan Jalan Capai Rp 43 Triliun Pertahun

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini masih banyak truk kelebihan muatan dan ukuran beroperasi di jalanan sehingga menyebabkan jalan rusak.

Memasuki era revolusi industry 4.0 hampir segala sektor terdigitalisasi. Hal itu pula yang melatarbelakangi platform GazEgaz.com

Selasa, 17 Juli 2018 - 15:20 WIB

GazEgaz Hadir Sebagai Platform Industri Energi dan Pertambangan

Memasuki era revolusi industry 4.0 hampir segala sektor terdigitalisasi. Hal itu pula yang melatarbelakangi platform GazEgaz.com