Kiat Bermedia Sosial di Bulan Ramadhan Ala Wamen Arcandra

Oleh : Hariyanto | Minggu, 20 Mei 2018 - 10:33 WIB

Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar
Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Derasnya informasi yang didapatkan dari media sosial saat ini membuat pengguna susah membedakan antara informasi yang benar dan tidak. Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memberikan cara bermedia sosial yang bijaksana agar tidak merusak ibadah puasa. 

Media sosial adalah salah sarana untuk berkomunikasi. Sebagai makhluk sosial keberadaanya sangat membantu, namun demikian dalam penggunaanya juga harus lebih bijaksana. 

"Dalam bersosial media saya selalu sampaikan bahwa sosial media menjadi sarana kita untuk berkomunikasi yang banyak, tapi ingat (sosial media) juga menjadi bahan interopeksi kita selama Ramadhan. Jangan sampai 'membunuh' aktivitas-aktivitas produktif kita hanya dengan WA (WhatsApp), dan jangan sampai habis waktu dengan ber-WA saja," ujar Arcandra saat menjadi pembicara Inspirasi Ramadhan di salah satu TV Swasta, Jumat (18/5/2018) lalu.

Seringkali, berita yang diterima langsung disebarluaskan tanpa diteliti terlebih dahulu kebenarannya. Kita dengan sangat mudah men-share berita, atau informasi apa saja menggunakan media sosial tersebut. Untuk itu, menurut Arcandra penting memperhatikan etika dalam men-share sebuah berita atau informasi yang kita dapat.

"Di dalam Al-Quran ada etika ketika kita menerima informasi, yakni di dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu," jelas Arcandra.

"Berdasarkan ayat tersebut, kalau kita menerima berita perintahnya apa? tabbayun, periksa berita itu, nah sekarang bagaimana sikap kita ketika menerima berita? send (kirim) tanpa melihat, padahal perintah agama itu periksa dulu berita itu sebelum kita sebarkan," lanjut Arcandra.

Kutipan ayat Al-Quran yang disampaikan Arcandra tersebut mengandung sebuah pelajaran yang penting agar sebagai penerima informasi, kita tidak dengan mudah begitu saja menyebarkan informasi yang kita terima sebelum memeriksa terlebih dahulu kebenaranya. 

Menurut Arcandra, aktivitas di media sosial juga jangan sampai merusak ibadah puasa Ramadhan. "Bermedia sosial harus bijaksana, jangan sampai juga merusak puasa Ramadhan. Kita melakukan ibadah, ternyata kita "jebol" juga di media sosial," pungkas Arcandra.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kue jajanan (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:35 WIB

Waspada!!, Banyak Jajanan Sekolah Tak Higienis

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menyatakan masih banyak ditemukan jajanan sekolah di Jawa Timur tidak higienis meski temuan jajanan pangan di tempat pendidikan yang mengandung…

Institut Pertanian Bogor IPB (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:29 WIB

IPB-USM Sepakat Kembangkan Lingkungan Maritim Era 4.0

Institut Pertanian Bogor (IPB) menjalin kerja sama dengan Universitas Sains Malaysia (USM) yang fokus pada pembangunan dan pemberdayaan lingkungan maritim serta pesisir dengan pendekatan inovatif…

Halal makanan (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:23 WIB

MUI Diminta Ambil Aih Sementara Sertifikasi Halal

Majelis Ulama Indonesia diminta mengambil alih sementara proses sertifikasi halal yang sifatnya wajib (mandatory) sesuai Undang-undang Jaminan Produk Halal karena Badan Penyelenggara JPH belum…

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:20 WIB

Hoaks Membuat Anak Bangsa Saling Membenci

Ulama ternama dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr H Muhammad Zainul Majdi atau dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan berita bohong (hoaks) yang disebar melalui berbagai media membuat anak…

RS Siloam Purwakarta (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 04:08 WIB

Raih Predikat Paripurna RS Siloam Purwakarta Tingkatkan Pelayanan

Rumah Sakit Siloam Purwakarta meraih predikat paripurna, yaitu pengakuan tertinggi dalam kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Predikat tersebut diberikan Kementerian Kesehatan Republik…