Langkah Strategis Kemenperin untuk Turunkan Bea Masuk Ekspor Produk Indonesia

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 03 Januari 2018 - 12:38 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kendati sistim logistik nasional (sislognas) sudah dilaksanakan di Indonesia, namun tingginya tarif bea logistik dan tarif bea masuk masih menjadi kendala bagi berbagai produk industri lokal untuk bersaing di pasaran ekspor dengan produk negara berkembang lainnya.

Demikian diungkapkan oleh Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, di Jakarta, Rabu (03/01/2018).

“Kondisi tersebut disebabkan oleh sejumlah perjanjian kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan Eropa, Amerika Serikat dan Australia belum selesai disepakati. Jika tidak segera dibereskan, maka industri domestik akan tetap tertinggal,” papar Airlangga.

Karena itu, demikian Airlangga, Kementerian Perindustrian bakal berkoordinasi dengan berbagai kementerian atau lembaga terkait lainnya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut Airlangga, itu dilakukan melalui berbagai langkah strategis, yaitu penciptaan iklim usaha yang kondusif; kepastian hukum; penggunaan teknologi mutakhir untuk peningkatan mutu serta mendorong efektivitas dan produktivitas kegiatan industri; dan pemberian fasilitas berupa insentif fiskal.

Airlangga mengemukakan, Kemenperin saat ini sedang bernegosiasi untuk dengan berbagai pihak untuk melakukan langkah-langkah strategis tersebut, terutama untuk mencapai kesepakatan bilateral.

“Pasalnya, bea masuk ekspor produk-produk tekstil Indonesia hingga saat ini masih dikenakan antara 5-20% ke Amerika dan Eropa. Sementara itu, ekspor produk tekstil Vietnam ke kedua kawasan tersebut saat ini sudah nol persen,” tukas Airlangga.

Per September 2017, menurut data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, penerimaan pajak dari sektor industri tumbuh 16,63% menjadi Rp224,95 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2016.

Sementara itu, penerimaan negara dari pajak mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penerimaan negara dari pajak pada 2016 telah melesat mencapai Rp145,53 triliun. Padahal, pos tersebut pada 2007 baru tercatat Rp44,68 triliun. (Abraham Sihombing)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Moriano Utomo saat membawa api obor Asian Games 2018 (Foto: Dok. Industry)

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:08 WIB

Cucu Pendiri Aqua Dukung Pawai Obor Asian Games 2018 di Yogyakarta

Moriano Utomo, cucu dari pendiri AQUA Tirto Utomo, mewakili Danone-AQUA yang merupakan sponsor resmi hidrasi Asian Games 2018 dalam Pawai Obor (Torch Relay) hari ini, Kamis (19/7/2018) di Yogyakarta,…

Api Obor Asian Games di Yogyakarta (Foto: Kemenpar)

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:00 WIB

Api Obor Asian Games diharapkan Naikkan Branding Destinasi Wisata yang dilewati

Untuk menyemarakkan Asian Games yang digelar pada 18 Agustus 2018, api obor Asian Games akan melewati berbagai daerah wisata di Indonesia yang terdiri dari 53 kota/kabupaten dari 18 provinsi…

Presiden Jokowi-Wapres JK kunjungi SBY di RSPAD (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:59 WIB

Sakit Apa SBY? Aburizal Bakrie Mengungkapkannya

Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie mengatakan Presiden RI keenam sekaligus Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menderita sakit infeksi ginjal.

Menteri ESDM Ignasius Jonan (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:54 WIB

Menteri Jonan Optimalkan Energi Lokal Sebagaai Pembangkit

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengoptimalkan penggunaan energi lokal (tenaga angin, air, batubara dan surya) sebagai energi primer pembangkit tenaga listrik agar lebih…

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:50 WIB

Menteri Jonan Ingatkan Buat Aturan Permudah Investasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali mengingatkan kepada jajarannya untuk terus berupaya membuat peraturan yang mempermudah investasi.