Tingkatkan Pelayanan, KAI Dapat Dana Segar Rp 2,1 Triliun

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 03 Januari 2017 - 13:44 WIB

PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Toto Ist))
PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Toto Ist))

INDUSTRY.co.id - PT Kereta Api Indonesia mendapatkan kucuran dana Public Service Obligation (PSO) untuk tahun anggaran 2017 sebesar Rp 2,1 triliun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 1,8 triliun.

"Alokasi subsidi menjadi Rp 2,1 triliun dari sebelumnya Rp 1,8 triliun di tahun 2016. Peningkatan alokasi subsidi tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah memaksimalkan pelayanan jasa kereta api kepada masyarakat," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono dalam siaran persnya, Selasa (3/2/2017).

Kata Prasetyo, dana PSO yang diberikan kepada PT KAI itu secara periodik akan dilakukan audit, tujuannya adalah untuk memastikan jika PSO yang berasal dari pagu APBN Ditjen Perkeretaapian itu benar-benar tepat sasaran dan bisa dinikmati oleh masyarakat pengguna KA.

"PSO itu prinsipnya dibayarkan sesuai dengan jumlah perjalanannya atay frekuensinya kereta api, juga jumlahnya penumpang yang diangkut. Jadi setiap kali pembayaran dilakukan verifikasi, gak boleh minus," tegasnya.
Adapun rincian PSO bidang kereta api tahun 2017 adalah sebagai berikut :

A. KA Antar Kota

1. KA Jarak Jauh dengan frekuensi 5840 perjalanan, jumlah penumpang 4,333 juta dengan nilai PSO Rp135,856 miliar
2. KA Jarak Sedang dengan frekuensi 6760 perjalanan, dengan jumlah penumpang 5,416 juta dengan nilai PSO Rp130,291 miliar
3. KA Lebaran dengan frekuensi 72 perjalanan, jumlah penumpang 53.424 orang dan nilai PSO Rp4,552 miliar

B. KA Perkotaan
1. KA Jarak Dekat dengan frekuensi perjalanan 45.990, jumlah penumpang 30,776 juta orang, dengan nilai PSO Rp378,890 miliar.
2. KRD, dengan frekuensi perjalanan 22.995, jumlah penumpang 9,321 juta orang, nilai PSO Rp94,793 miliar.
3. KRL, Dengan jumlah penumpang 287,131 juta orang, nilai PSO Rp1,348 triliun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan (kedua dari kiri), President (ASEAN) Cisco Systems Naveen Menon (kedua dari kanan), Managing Director (ASEAN) Cisco Systems Dharmesh Malhotra (paling kanan) dan Vice President Enterprise Bu

Senin, 21 Mei 2018 - 22:42 WIB

Telkom dan Cisco Mendukung Transformasi Digital BUMN

INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan Cisco International Limited (Cisco) sepakat untuk mendukung transformasi digital BUMN. Kesepakatan dua perusahaan tersebut…

Tito Sulistio, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (Foto Dok Industry.c.id)

Senin, 21 Mei 2018 - 21:46 WIB

Morgan Stanley Dikhawatirkan Bakal Turunkan Bobot Investasi Indonesia

Setelah mendepak beberapa saham Indonesia yang terdapat di MSCI Small Cap Indeks beberapa waktu lalu, Morgan Stanley kini mulai memasukkan 302 saham baru yang diambil dari indeks bursa saham…

PTAIA Financial (AIA),salah satu perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, memperkenalkan produk baru untuk perlindungan jiwa khusus dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, yaitu Asuransi Kecelakaan Gratis.

Senin, 21 Mei 2018 - 21:28 WIB

AIA Berikan Asuransi Jiwa Cuma-Cuma untuk Para Pemudik

PT AIA Financial, salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia,memperkenalkan produk baru untuk perlindungan jiwa khusus dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, yaitu Asuransi Kecelakaan…

Kris Wijoyo Soepandji berikan orasi GETANKAS: Geopolitik, Ketahanan Nasional, dan Kemerdekaan Sejati (Foto: Jababeka)

Senin, 21 Mei 2018 - 19:39 WIB

Paham Geopolitik Dibutuhkan untuk Samakan Persepsi Bangsa

Pengajar Dasar-Dasar Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Kris Wijoyo Soepandji, mengatakan bahwa dunia saat ini memasuki perang generasi keempat. Perang generasi keempat…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 21 Mei 2018 - 19:28 WIB

Penjualan Tunas Baru Lampung Ditargetkan Tumbuh 10-15% pada 2018

Penjualan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) ditargetkan antara Rp9,87-10,31 triliun pada 2018, atau diharapkan tumbuh antara 10-15% dibandingkan dengan realisasi penjualan perseroan pada 2017…