Menkominfo: Kerjasama Antar Elemen Sangat Penting Untuk Perangi Konten Negatif di Media Sosial

Oleh : Hariyanto | Senin, 28 Agustus 2017 - 15:29 WIB

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) Rudiantara (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) Rudiantara (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY co.id -Jakarta-Indonesia Technology Forum (ITF) kembali menyelenggarakan seminar nasional. Dalam sesi kali ini, ITF membahas tema 'Menagih Langkah Nyata Industri Telekomunikasi dan OTT Menghadapi Dampak Negatif Media Sosial' dengan menghadirkan Narasumber diantaranya  Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Masduki Baidlowi, Komisioner BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) Agung Harsoyo, Group Head Corporate CommunicationIndosat Ooreoodo Tbk Deva Rachman , dan Public Policy Lead Twitter Indonesia, Agung Yudha.

Maraknya berita bohong (hoax) maupun perundungan (bullying) di era media sosial telah menjurus pada perpecahan dan integritas berbangsa dan bernegara. Padahal jika kita melihat produk hukum yang telah ditetapkan yaitu UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) No. 19 tahun 2016 sebagai perbaikan dari UU No.18 tahun 2008, dengan jelas mengatur bagaimana cara menggunakan media sosial dengan benar.

“Regulasi jelas mengatur bahwa konten media sosial bertentangan dengan kaidah bernegara dan tidak sesuai dengan budaya bangsa,” kata Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara dalam seminar yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF) di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Menurut Rudiantara, sangat penting melakukan kerjasama antara semua elemen bangsa bergerak memerangi konten negatif di media sosial. “Pemerintah, masyarakat di semua segmen, hingga platform harus bergerak bersama,” kata Rudiantara.

Ia mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informasi menangani konten negatif ini dari hulu hingga hilir. “Hulunya adalah literasi informasi sesuai amanah UU ITE no.19 tahun 2016. Sedangkan di sisi hilir ada pendekatan hard approach seperti pemblokiran situs dan sebagainya,” ungkap Rudiantara.

Di sisi hulu, lanjut Rudiantara, pihaknya tidak hanya membuat sistem Trust+ yang kini berisi 800 ribu black list tetapi juga membuat daftar internet positif yang kini mencapai 250 ribu. “Mudah-mudahan dalam 2-3 tahun ke depan daftar positif ini sudah melebihi black list,”ungkap Rudi.

Daftar positif ini memuat konten yang selayaknya diakses oleh pengguna internet di Tanah Air.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Moriano Utomo saat membawa api obor Asian Games 2018 (Foto: Dok. Industry)

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:08 WIB

Cucu Pendiri Aqua Dukung Pawai Obor Asian Games 2018 di Yogyakarta

Moriano Utomo, cucu dari pendiri AQUA Tirto Utomo, mewakili Danone-AQUA yang merupakan sponsor resmi hidrasi Asian Games 2018 dalam Pawai Obor (Torch Relay) hari ini, Kamis (19/7/2018) di Yogyakarta,…

Api Obor Asian Games di Yogyakarta (Foto: Kemenpar)

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:00 WIB

Api Obor Asian Games diharapkan Naikkan Branding Destinasi Wisata yang dilewati

Untuk menyemarakkan Asian Games yang digelar pada 18 Agustus 2018, api obor Asian Games akan melewati berbagai daerah wisata di Indonesia yang terdiri dari 53 kota/kabupaten dari 18 provinsi…

Presiden Jokowi-Wapres JK kunjungi SBY di RSPAD (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:59 WIB

Sakit Apa SBY? Aburizal Bakrie Mengungkapkannya

Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie mengatakan Presiden RI keenam sekaligus Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menderita sakit infeksi ginjal.

Menteri ESDM Ignasius Jonan (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:54 WIB

Menteri Jonan Optimalkan Energi Lokal Sebagaai Pembangkit

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengoptimalkan penggunaan energi lokal (tenaga angin, air, batubara dan surya) sebagai energi primer pembangkit tenaga listrik agar lebih…

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:50 WIB

Menteri Jonan Ingatkan Buat Aturan Permudah Investasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali mengingatkan kepada jajarannya untuk terus berupaya membuat peraturan yang mempermudah investasi.