Menperin : Pemerintah Terus Perkuat Industri dan Produk Tekstil

Oleh : Herry Barus | Senin, 19 Desember 2016 - 07:20 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

INDUSTRY.co.id - Pemerintah akan memperkuat produktivitas industri tekstil dan produk tekstil (TPT) lewat penurunan biaya energi dan pendidikan keahlian.

"Perbedaan jam kerja memang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi daya saing industri tekstil dan produk tekstil Indonesia terhadap negara kompetitor utama yaitu Vietnam dan Bangladesh. Aturan di Indonesia membatasi jam kerja sebanyak 40 jam per minggu, Vietnam menerapkan pembatasan jam kerja 48 jam per minggu, sedangkan jam kerja di Bangladesh adalah 50 jam per minggu," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto kepada pers di Jakarta, Jumat (16/12).

Opsi penambahan jam kerja, menurut Airlangga, tidak pernah diusulkan sebagai salah satu strategi peningkatan daya saing industri tekstil Indonesia.

"Tidak ada usulan penambahan jam kerja. Hanya ada perbandingan jam kerja antara Indonesia dengan Vietnam dam Bangladesh, strategi pilihan pemerintah adalah peningkatan produktivitas industri tekstil dan produk tekstil lewat penurunan biaya energi dan peningkatan kualitas SDM lewat program pendidikan serta pelatihan," papar dia.

Sedangkan Direktur IndustrI Tekstil, Alas Kaki, dan Aneka, Kementerian Perindustrian, Muhdori mengatakan, biaya energi bagi industri tekstil dan produk tekstil bisa diturunkan lewat realisasi kebijakan penurunan tarif listrik yang tercantum dalam Paket Kebijakan Ekonomi III.

"Sampai saat ini komitmen pemerintah memberikan diskon tarif listrik pada pukul 23.00 hingga 08.00 belum terimplementasi. Industri tekstil dan produk tekstil masih membayar Rp1.543 per Kwh pada waktu beban puncak," ujarnya.

Muhdori mengusulkan, penerapan tarif flat bagi industri tekstil dan produk tekstil sebesar Rp1.034,09 Kwh agar industri yang berproduksi 24 jam bisa lebih kompetitf dan produktif.

"Contoh yang beroperasi 24 jam adalah industri hulu, produsen serat. Mereka menggunakan listrik 24 jam, penerapan tarif flat tanpa beban puncak membuat mereka lebih kompetitif," tutur Muhdori.

Pemerintah juga mendorong produktivitas industri tekstil lewat program peningkatan kualitas sumber daya manusia berbentuk pendidikan dan pelatihan pada pe kerja di level teknisi, supervisi, dan desainer.

Program pelatihan tersebut telah berjalan di Akademi Komunitas Tekstil di Solo dan Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil di Bandung. (Hrb)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan (kedua dari kiri), President (ASEAN) Cisco Systems Naveen Menon (kedua dari kanan), Managing Director (ASEAN) Cisco Systems Dharmesh Malhotra (paling kanan) dan Vice President Enterprise Bu

Senin, 21 Mei 2018 - 22:42 WIB

Telkom dan Cisco Mendukung Transformasi Digital BUMN

INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan Cisco International Limited (Cisco) sepakat untuk mendukung transformasi digital BUMN. Kesepakatan dua perusahaan tersebut…

Tito Sulistio, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (Foto Dok Industry.c.id)

Senin, 21 Mei 2018 - 21:46 WIB

MSCI Dikhawatirkan Bakal Turunkan Bobot Investasi Indonesia

Setelah mendepak beberapa saham Indonesia yang terdapat di MSCI Small Cap Indeks beberapa waktu lalu, Morgan Stanley kini mulai memasukkan 302 saham baru yang diambil dari indeks bursa saham…

PTAIA Financial (AIA),salah satu perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, memperkenalkan produk baru untuk perlindungan jiwa khusus dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, yaitu Asuransi Kecelakaan Gratis.

Senin, 21 Mei 2018 - 21:28 WIB

AIA Berikan Asuransi Jiwa Cuma-Cuma untuk Para Pemudik

PT AIA Financial, salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia,memperkenalkan produk baru untuk perlindungan jiwa khusus dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, yaitu Asuransi Kecelakaan…

Kris Wijoyo Soepandji berikan orasi GETANKAS: Geopolitik, Ketahanan Nasional, dan Kemerdekaan Sejati (Foto: Jababeka)

Senin, 21 Mei 2018 - 19:39 WIB

Paham Geopolitik Dibutuhkan untuk Samakan Persepsi Bangsa

Pengajar Dasar-Dasar Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Kris Wijoyo Soepandji, mengatakan bahwa dunia saat ini memasuki perang generasi keempat. Perang generasi keempat…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 21 Mei 2018 - 19:28 WIB

Penjualan Tunas Baru Lampung Ditargetkan Tumbuh 10-15% pada 2018

Penjualan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) ditargetkan antara Rp9,87-10,31 triliun pada 2018, atau diharapkan tumbuh antara 10-15% dibandingkan dengan realisasi penjualan perseroan pada 2017…