Terkait Dugaan Adanya TKA Ilegal, Ini Jawaban Petrogres

Oleh : Hariyanto | Minggu, 18 Desember 2016 - 08:25 WIB

Ilustrasi TKA
Ilustrasi TKA

INDUSTRY.co.id - Gresik, Terkait adanya sorotan dari Disnakertransduk Jatim yang menduga adanya TKA ilegal, PT Petrokimia Gresik (Petrogres) berencana melakukan sejumlah pengecekkan legalitas tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di perusahaan tersebut.

"Sejak awal Petrokimia Gresik menghendaki TKA yang bekerja di sini legal, tapi dalam prosesnya kalau ada yang ilegal kami belum mengecek. Oleh karena itu akan kami lihat," kata Manager Humas Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono usai memberi sambutan pada Musyawarah ke VI Anggota Komunitas Wartawan Gresik (KWG) di Gresik, Sabtu (17/12).

Yusuf mengatakan, apabila nantinya ditemukan TKA yang menyalahi prosedur legalitas, pihaknya siap menyerahkan sepenuhnya pada aturan yang berlaku.

Menurutnya, sejak awal proses perekrutan TKA di Petrokimia dilakukan secara selektif, termasuk masalah legalitas yang menjadi ketentuan utama di perusahaan BUMN tersebut.

"Beberapa proyek sipil memang dikerjakan TKA secara periodik, jadi tidak selamanya menggunakan TKA. Artinya, TKA di sini bekerja sesuai perjanjian kontrak, namun dalam prosesnya apabila setelah kontrak mereka tidak beralih kami belum tahu, sehingga perlu kami cek lagi," katanya.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim mencatat terdapat 44 TKA yang belum mengantongi izin dan bekerja di perusahaan di wilayah itu.

"Ada 44 orang tenaga kerja asing yang belum mengantongi izin karena masih proses perpanjangan atau sedang diurus," ujar Kadisnakertransduk Jatim Sukardo.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov Jatim sejak April hingga November 2016 terdapat 76 orang TKA yang bekerja di Jatim, dan 32 orang di antaranya memiliki izin berlaku yaitu izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA), sisanya 44 orang masih proses pengurusan.

Ia mengatakan, saat ini total 76 orang TKA asal Tiongkok itu bekerja untuk sebuah proyek di pabrik Urea dan Amoniak milik salah satu perusahaan BUMN di Gresik.

"Tepatnya pada Juni 2016, tim dari Disnakertransduk Jatim telah turun melakukan pengawasan dan hasilnya seperti itu," ujarnya.

Hingga kini, tambah Sukardo, secara total ada sebanyak 3.460 TKA yang terdaftar di Jatim, dan sebanyak 40% berasal dari China yang tersebar di kawasan industri, terutama di ring satu seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Rabu, 26 Februari 2020 - 08:00 WIB

Ketua MPR RI Ingin Pancasila Mendunia

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) akan memanfaatkan kunjungan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah Al Alam Al Islami), Mr. Mohammed bin Abdulkarim al-Issa, ke MPR RI pada Kamis,…

Kisah Heroik Penyelamatan SMPN 1 Turi Sleman

Rabu, 26 Februari 2020 - 07:30 WIB

Kisah Heroik Penyelamatan SMPN 1 Turi Sleman

Pemerintah melalui Kementerian Sosial memberikan penghargaan kepada Mbah Sudiro dan Darwanto alias Mas Kodir yang melakukan aksi penyelamatan siswa-siswi SMPN 1 Turi dalam kegiatan Susur Sungai…

Ilustrasi Reksa Dana (bisnisfranchiseindonesia)

Rabu, 26 Februari 2020 - 07:00 WIB

Lima Langkah Perlu Diwaspadai dalam Memilih Sektor Investasi Reksa Dana

Isu negatif seringkali menerpa industri reksa dana akhir-akhir ini. Beberapa kasus membuat cemas para investor, salah satunya mengenai nasabah yang sulit menarik dana investasinya di beberapa…

OJK

Rabu, 26 Februari 2020 - 06:55 WIB

OJK: Nara Hotel Internasional Lakukan Penawaran Ulang

Otoritas Jasa Keuangan meminta PT Nara Hotel Internasional untuk mengulang proses Penawaran Umum perdana sahamnya melaui PT Magenta Kapital Sekuritas Indonesa sebagai Penjamin Pelaksana Emisi…

Top brand award Bank DKI

Rabu, 26 Februari 2020 - 06:39 WIB

Bank DKI Raih TOP Brand Award 2020

Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan layanannya, pada tanggal 20 Februari 2020, produk Tabungan Monas mendapatkan penghargaan TOP Brand Award 2020 pada kategori Provincial Bank Savings…