CTI Group Dorong Kontribusi Industri TIK Sebagai Kunci dalam Pemulihan Ekonomi Indonesia Paska Pandemi Covid 19

Oleh : Herry Barus | Rabu, 15 September 2021 - 17:00 WIB

CTI Group Dorong Kontribusi Industri TIK
CTI Group Dorong Kontribusi Industri TIK

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Persoalan ketimpangan infrastruktur digital antar daerah dan kesiapan sumber daya manusia di semua lini masih akan menjadi tantangan serius bagi Indonesia untuk terus mendorong kontribusi positif teknologi informasi dan komunikasi dalam pemulihan perekonomian paska pandemi Covid 19.

Hal tersebut menjadi benang merah para panelis dalam diskusi di acara Executive Gathering Golden Circle Club 2021 yang diselenggarakan oleh PT Computrade Technology International (CTI Group), penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi (TI), dan dihadiri para pelaku industri dibidang TIK, khususnya System Integrator dan Independent Software Vendor yang menjadi mitra bisnis CTI Group dari seluruh Indonesia.

Mengangkat tema “Laying Digital in The Heart of Economic Recovery”, acara tahunan ini diselenggarakan secara online dan menghadirkan sejumlah panelis seperti Yustinus Prastowo selaku Staf Khusus Menteri Keuangan, Hendra Godjali sebagai Consulting Leader PT Ernst & Young Indonesia, dan Nailul Huda sebagai ekonom INDEF.

Menurut laporan Indonesia Economic Prospect (“Boosting the Recovery”) dari World Bank, perekonomian Indonesia di proyeksikan akan melambung dari resesi tahun 2020 dengan angka pertumbuhan sebesar 4.4 persen di 2021.

Optimisme ini bisa terwujudkan apabila pandemi semakin tertangani dan kondisi perekonomian global membaik.

Keterbatasan pergerakan selama pandemi, mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan digital terutama dalam menggunakan aplikasi untuk melakukan transaksi jual-beli tanpa perlu kontak langsung. Perubahan gaya masyarakat seperti ini berdampak pada peningkatan perekonomian digital.

Ekonomi digital Indonesia, terus mengalami pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan laporan penelitian yang dilakukan Google, Temasek, dan Bain & Company (2020), pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan mencapai US$124 miliar pada 2025.

Meskipun begitu, menurut Nailu Huda, masih ada ketimpangan digital di Indonesia yang perlu menjadi perhatian bagi masyarakat terutama para pelaku industry IT. Pertama adalah aspek infrastruktur, terlepas dari tingkat penetrasi Internet yang meningkat pesat, Indonesia hanya menempati peringkat ke-57 dari 100 negara dalam indeks Internet Economist Intelligence Unit berdasarkan skor gabungannya pada ketersediaan, keterjangkauan, relevansi, dan kesiapan Internet.

Kedua adalah aspek human capital, atau SDM yang unggul terhadap teknologi digital. Presiden Joko Widodo mengungkapkan untuk mempercepat ekonomi digital, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta individu untuk berperan sebagai “bakat digital”.

Sebagai pelaku industri yang bisa dilakukan adalah membagi informasi dan keahlian digital kepada para pelaku bisnis baik dari skala perusahaan sampai usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Lalu, aspek yang ketiga adalah masalah penggunaan. Menurut data dari INDEF, sektor ekonomi digital masih menguntungkan pihak-pihak masyarakat pulau Jawa dengan peningkatan jumlah e-commerce dan fintech.

“Data terakhir, masyarakat yang menggunakan fintech itu biayanya disalurkan ke masyarakat di pulau Jawa, bahkan ada yang di luar pulau Jawa kontribusinya cuma 1 persen. Oleh karen itu kesenjangan digital perlu diturunkan terlebih dahulu, sehingga transformasi dan ekosistem digital itu berkembangsecara optimal. Tanpa adanya perbaikan digital divide, pembangunan ekosistem yang dijalankan pemerintah itu tidak bisa optimal.” Ujar Nailul Huda.

Disinilah para pelaku IT memiliki peran penting dalam memengaruhi ekonomi digital Indonesia untuk pengembangan kapasitas teknologi informasi, dan komunikasi (TIK) perlu didukung dan dipertahankan. Salah satunya adalah mempercepat transformasi digital dengan mendorong adopsi teknologi meliputi jaringan, data, perangkat, penyimpanan serta keamanan.

“Sebagai penyedia solusi teknologi, informasi dan komunikasi di Indonesia, CTI Group bersemangat dalam mengajak para pelaku industri dan komunitas untuk bersama-sama meningkatkan inklusiteknologi digital terdepan seperti AI, Machine Learning, Big Data Analytics, dan Cloud. Selain itu, kami juga terus mendorong inovasi dalam mengelola disrupsi yang sedang terjadi dan memaksimalkan manfaat dari ekonomi digital yang terus tumbuh saat ini.” Ujar Rachmat Gunawan, Presiden Direktur CTI Group.

Upaya ini juga sejalan dengan fokus pemerintah terhadap percepatan transformasi digital Indonesia, melihat Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022, Pemerintah siap menggelontorkan sebesar Rp27,4 triliun untuk optimalisasi sektor TIK.

“Tahun depan, sektor infrastruktur dasar termasuk digital telah masuk kedalam 6 fokus utama dalam kebijakan APBN 2022 sesuai yang disampaikan Pak Presiden Joko Widodo. Mudah-mudahan denganperhatian yang semakin besar, alokasi yang semakin tinggi, disertai dengan penyerapan yang baik dan outcome yang terukur kita bisa bertransformasi.” Jelas Yustinus Prastowo dalam sesi panel diskusi.

Menurut Yustinus, sektor digital itu sendiri juga memiliki 3 fokus yang utama, pertama fokusnya tetap ke penanganan Covid-19 dimana industri farmasi dan layanan faskes itu membutuhkan dukungan teknologi yang baik sehingga lebih siap dalam rangka memastikan pasokan yang tersedia, kebutuhan dan supply chain yang terintegrasi. Lalu kedua fokus pada SDM yang harus disiapkan dan ketiga yaitukonektivitas dalam artian diperlukan integrasi antara pemerintah daerah dan pusat.

CTI Group terus menjaga komitmennya untuk tumbuh bersama mitra bisnisnya, melalui penyediaan infrastruktur IT baik hardware dan software dengan dukungan lengkap mulai dengan fasilitas CTI

Technology Center, tenaga ahli (engineer), layanan Customer Response Center 24/7, menyediakan managed security service provider (MSSP) serta edukasi dan training kepada profesional TI hingga rangkaian portfolio teknologi terkini yang didistribusikan oleh anak perusahaan CTI Group.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peternakan sapi perah (Doc: Kementan)

Kamis, 23 September 2021 - 22:43 WIB

Kementan Berkomitmen Kembangkan Produksi Susu Segar Dalam Negeri

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) berkomitmen mengupayakan peternakan sapi perah untuk produksi berkelanjutan. Kementan bekerja sama…

Penampakan Samsung Galaxy M22 yang diluncurkan PT Samsung Electronics Indonesia. (Foto: dok. Idnnews.id)

Kamis, 23 September 2021 - 22:43 WIB

Samsung Galaxy M22, Ponsel Pintar yang Megang Banget Seharga Dua Jutaan

PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN), anak usaha Samsung Electronics Co., Ltd. di Indonesia, meluncurkan smartphone (ponsel pintar) Samsung Galaxy M22 di Indonesia. Smarphone seharga Rp2…

Dr. Justisiari P. Kusumah, S.H., M.H. – Managing Partner K&K Advocates

Kamis, 23 September 2021 - 21:30 WIB

Memetakan Tanggung Jawab Platform Intermediary di Indonesia

Kehadiran Platform Intermediary/Platform Perantara sebagai akses informasi dan pengetahuan masih terus menjadi perbincangan dalam aspek tanggungjawab dan kewajiban hukum. Kemudahan konvergensi…

Merger BGR ke dalam PPI sesuai amanah Presiden yang telah diturunkan melalui PP Nomor 97 tahun 2021.

Kamis, 23 September 2021 - 21:29 WIB

Calon Holding Pangan Dukung Penuh Proses Penggabungan BGR ke dalam PPI

akarta-Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) / RNI, Arief Prasetyo Adi, sambangi Kantor Pusat PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) / PPI guna memberikan dukungan…

PT Link Net Tbk (LINK) (Foto DokIndustry.co.id)

Kamis, 23 September 2021 - 21:01 WIB

Curhat Pelanggan Direspon Cepat, Link Net Dianugerahi Penghargaan Indonesia Customer Service Champions

Jakarta– Dalam mewujudkan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan, PT Link Net Tbk dengan brand First Media terus melakukan berbagai upaya dan optimalisasi layanan,…