INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pada Jumat lalu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita turut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau salah satu lokasi pabrik oksigen terbesar di Indonesia yakni PT Aneka Gas Industri yang berada di Kawasan Pulo Gadung, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Menperin Agus melaporkan bahwa telah menginstruksikan kepada pelaku industri untuk berkontribusi dalam pemenuhan oksigen bagi penanganan covid-19.
Hal ini menurutnya sebagai upaya Kemenperin untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi pasien-pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit di Indonesia.
"Sampai dengan saat ini, Kemenperin telah mengamankan produksi tambahan oksigen denga total suplai harian mencapai 2.622,9 ton/hari," ujar Menperin seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Minggu (18/7/2021).
Tak hanya itu, Menperin juga melaporkan bahwa pihaknya telah mengamankan 132 truk isotank pengangkut oksigen, 15.906 tabung oksigen, 8.100 unit oksigen concentrator, dan 9 deployable oxygen concentrator system.
"Pabrik Aneka Gas Industri ini juga telah mengonversi hampir 90 persen produk oksigen yang biasanya untuk industri, menjadi oksigen untuk medis," tandas Menperin.
Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya, mengapresiasi PT Aneka Gas Industri yang telah mengonversi produksi oksigen 90 hingga 100% bagi keperluan medis untuk penanganan pasien Covid-19.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh PT. Aneka Gas Industri, PT. Samator yang telah bekerja maksimal memenuhi kebutuhan oksigen medis dengan terus menambah kapasitas produksinya, sehingga sangat membantu suplai oksigen nasional,” imbuh Jokowi.
Perlu diketahui, dalam peninjauan di lokasi, Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri Rahmat Harsono yang turut hadir, mengajak Presiden Jokowi dan Menperin Agus melihat tangki produksi hingga ruang kontrol pabrik.
Pabrik di Pulo Gadung ini sendiri merupakan salah satu dari tiga pabrik PT Aneka Gas Ibdusgri yang berada di wilayah Jawa bagian barat yang memproduksi oksigen, nitrogen, dan argon.
Pabrik di Pulo Gadung memiliki kapasitas produksi 110 ton per hari, sementara pabrik yang berada di Cikande memiliki kapasitas produksi 250 ton per hari, dan pabrik di Cibitung memiliki kapasitas produksi 100 ton per hari.
Sehingga total kapasitas produksi mencapai 460 ton per hari untuk Jawa bagian barat. Adapun kapasitas produksi seluruh Indonesia mencapai kurang lebih 1.000 ton per hari.
Rachmat Harsono mengatakan bahwa pihaknya langsung beraksi begitu melihat kekurangan oksigen di tengah pandemi COVID-19.
Dengan dibantu Kementerian Perindustrian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Kesehatan, pihaknya mengonversi hampir 90 persen produk oksigen yang biasanya digunakan untuk industri, menjadi oksigen untuk medis.
“Kami tentunya melihat masyarakat kekurangan oksigen kami tersentuh. Oleh karena itu, kami terus menerus memastikan bahwa oksigen medis maupun tabung gas medis itu harus available di manapun,” pungkas Rachmat Harsono.