INDUSTRY.co.id - Jakarta - Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, TERASI (Teras Inspirasi) 2026 kembali hadir di Jakarta pada 13–17 Agustus 2026. Berlokasi di Agora Mall, Thamrin Nine. Festival yang diinisiasi SOVLO ini menjadi ruang pertemuan bagi pelaku seni dan industri kreatif.
Mengusung tema “Rumahku Indonesia”, TERASI 2026 menghadirkan karya 60 ilustrator lokal yang terpilih dari lebih dari 2.000 karya yang masuk. Selama lima hari, festival ini tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati ilustrasi, tetapi juga membuka ruang interaksi antara kreator, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat.
Festival dibuka oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar. Menurutnya, kehadiran TERASI menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kreatif yang memberi ruang bagi talenta baru sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi para ilustrator.
“Melalui SOVLO, kami berharap Jakarta dapat terus berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif yang memberi ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru,” ujar Irene.
Ia menilai ilustrator Indonesia memiliki kekuatan di tingkat nasional sekaligus potensi untuk menembus pasar global. Karena itu, ruang seperti TERASI dinilai tidak hanya berfungsi sebagai panggung apresiasi, tetapi juga sebagai wadah yang memungkinkan karya kreatif berkembang menjadi produk dengan nilai ekonomi.
Tema “Rumahku Indonesia” menjadi benang merah TERASI 2026 dalam menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Melalui perspektif para ilustrator, identitas Indonesia diterjemahkan ke dalam berbagai karya yang merekam keberagaman budaya, tradisi, keseharian, hingga kehangatan kehidupan masyarakat.
Pengunjung diajak seolah memasuki “rumah” para ilustrator lokal. Di dalamnya, karya tidak berhenti sebagai objek untuk dilihat, melainkan dapat dirasakan, dikenakan, bahkan dibawa pulang dalam berbagai bentuk.
Seniman dan ilustrator Indonesia Mohammad Taufiq (Emte) melihat SOVLO telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ruang berkarya. Baginya, platform tersebut dapat menjadi rumah bagi ide dan kreativitas untuk tumbuh.
“SOVLO bisa menjadi ‘rumah’. Bukan sekadar tempat untuk berteduh, melainkan tempat lahirnya ide dan curahan kreativitas,” kata Emte.
Pengalaman serupa dirasakan David Wijaya dan Winnie Faujan, yang telah menjadi bagian dari Keluarga Ilustrator Lokal SOVLO sejak 2023. Keduanya melihat semakin terbukanya kesempatan untuk membawa karya ke berbagai produk lokal, khususnya fashion. Bagi mereka, ketika sebuah karya seni dapat dikenakan langsung oleh masyarakat, muncul kebanggaan sekaligus kedekatan baru antara kreator dan penikmat seni.
Dari Karya Menjadi Peluang Ekonomi
Di balik kemeriahan festival, TERASI membawa misi yang lebih panjang yaitu berupaya menjembatani ilustrator lokal dengan publik sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang nyata dan berkelanjutan. Sejak Maret 2021, SOVLO telah menyalurkan Rp4,3 miliar dalam bentuk bagi hasil kepada ilustrator lokal melalui monetisasi karya pada berbagai produk dan kolaborasi.
Lidya Valensia, Founder SOVLO, mengatakan TERASI dirancang bukan sekadar sebagai agenda tahunan, melainkan ruang yang mempertemukan seluruh ekosistem ilustrasi Indonesia.
“TERASI kami hadirkan bukan sekadar sebagai event, tetapi sebagai ruang temu bagi seluruh ekosistem ilustrasi Indonesia, menghubungkan ilustrator lokal dengan audiens, komunitas, industri, dan peluang ekonomi yang nyata,” ujarnya.
Melalui Rumah Ilustrator SOVLO, peluang bagi kreator untuk mengembangkan sekaligus memonetisasi karya juga berlangsung sepanjang tahun. TERASI menjadi salah satu panggung besarnya, tempat karya diperkenalkan, diapresiasi, dikoleksi, dan dipertemukan dengan peluang baru.
Selama penyelenggaraan, TERASI 2026 menghadirkan instalasi seni dari 60 ilustrator lokal, Immersive Wall Painting, TERASI Art Market, Creative Workshop & Inspiring Talk, Illustrator Meet & Greet, Drawing Competition, hingga Final Competition SOVLO Goes to School.
Pengalaman pengunjung juga dilengkapi pertunjukan musik, karaoke bersama, kelas tari tradisional, area kuliner, serta beragam instalasi interaktif. Dengan demikian, publik tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat terlibat langsung dalam perayaan kreativitas.
Karya para ilustrator pun hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan keseharian, mulai dari wearable art, art print, trinket hingga art toys. Cara ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mendukung kreator lokal secara langsung.
Dengan target lebih dari 35.000 pengunjung, TERASI 2026 melanjutkan capaian penyelenggaraan sebelumnya yang berhasil menarik lebih dari 24.000 orang dalam empat hari. Semangat TERASI tidak berhenti pada pengembangan ilustrator lokal. Festival ini juga membawa pesan mengenai pentingnya ekosistem kreatif yang inklusif.
TERASI melanjutkan kolaborasi dengan Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI) sebagai komitmen terhadap ekosistem kreatif yang inklusif. Pada tahun pertama kerja sama, penjualan produk yang mengangkat karya para seniman ISDI telah menghasilkan lebih dari Rp130 juta dalam bentuk bagi hasil.
Tahun ini, ruang kolaborasi diperluas melalui kerja sama dengan Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI). TERASI 2026 menghadirkan koleksi wearable art eksklusif yang mengangkat karya seniman dengan sindrom Down serta anak-anak penyintas kanker.
Inisiatif ini membuka kesempatan agar karya mereka dapat dikenal lebih luas sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Pesan yang dibawa pun sederhana, tetapi penting: kreativitas tidak mengenal batas dan setiap karya memiliki hak untuk dilihat, dihargai, serta memberikan dampak.
Melalui TERASI 2026, SOVLO kembali membawa semangat #ConnectingPeopleWithCreARTivity. Bukan hanya mempertemukan manusia dengan karya, festival ini berupaya menghubungkan kreativitas dengan peluang, sehingga seni lokal dapat tumbuh menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif Indonesia.