INDUSTRY.co.id - JAKARTA – The Pokémon Company (TPC) menyiapkan rangkaian proyek dan kemitraan baru di Indonesia untuk tahun fiskal 2026–2027. Tak sekadar menghadirkan keseruan gim, karakter ikonis asal Jepang itu juga akan menyapa penggemar melalui kolaborasi budaya, olahraga, hingga acara spesial perayaan 30 tahun Pokémon.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/9/2026). Salah satu program yang paling menarik perhatian adalah kolaborasi Pokémon dengan seni tradisional Indonesia, wayang, melalui pertunjukan bertajuk Poké Wayang.

Melalui petualangan Pikachu dan Pokémon lainnya, pertunjukan ini akan membawa pesan moral bagi anak-anak tentang pentingnya bekerja sama, saling mendukung, serta menghadapi tantangan bersama orang-orang terdekat.

Nuansa lokal juga akan semakin terasa lewat musik khas dari seri gim video Pokémon yang diaransemen ulang menggunakan alunan gamelan. Perpaduan tersebut diharapkan memberi pengalaman baru yang ceria dan unik bagi penonton Indonesia.

Pertunjukan perdana Poké Wayang dijadwalkan hadir dalam ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 22 Oktober 2026. Setelah itu, TPC berencana membawa pertunjukan tersebut berkeliling ke sejumlah sekolah dasar di Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa kolaborasi warisan budaya Indonesia yakni wayang dengan The Pokemon Company yang bertajuk “Poke Wayang” menjadi media promosi budaya Indonesia ke kancah dunia.

“Kita berharap wayang semakin dikenal di dunia. Kita sama-sama menyebarkan budaya Indonesia dengan wayang juga Pokemon yang sudah dikenal juga di dunia internasional,” ujar Fadli.

Menbud menambahkan bahwa kolaborasi ini sekaligus diharapkan mampu menghadirkan berbagai elemen-elemen dari budaya bahkan nilai-nilai yang berkaitan erat dengan budaya Indonesia.

Chief Operating Officer The Pokémon Company, Takato Utsunomiya, mengatakan Indonesia memiliki posisi penting bagi perkembangan penggemar Pokémon di kawasan ini. Ia berharap berbagai inisiatif baru dapat memperluas kedekatan Pokémon dengan masyarakat Indonesia.

“Meskipun kita tidak menyentuh langsung ke ranah bisnis, kami sangat berharap bahwa di Indonesia penggemarnya bisa bertambah lagi lebih banyak,” ujar Takato Utsunomiya saat berbincang di Jakarta.

Menurut Takato, antusiasme penggemar Indonesia terlihat jelas dari kanal YouTube Pokémon Kids TV. Indonesia bahkan disebut menjadi negara dengan jumlah penonton tertinggi di dunia, melampaui India.

“Jumlah tontonan atau orang yang melihat Pokémon Kids TV di Indonesia menjadi ranking satu di dunia, mengalahkan India,” katanya.

Takato juga mengungkapkan bahwa ada sekitar 10 pekerja asal Indonesia yang kini menjadi bagian dari The Pokémon Company. Mereka terlibat dalam beragam pekerjaan, termasuk pengembangan gim dan penggarapan konten Pokémon untuk pasar global.

Selain Poké Wayang, TPC mengumumkan proyek olahraga bertajuk MilkLife Sports Project with Pokémon. Program tersebut akan mendukung kesempatan anak-anak untuk aktif berolahraga, khususnya melalui sepak bola putri dan bulu tangkis.

Dalam rangka merayakan usia ke-30 tahun Pokémon, TPC juga menyiapkan Pokémon RUN 30. Sementara itu, penggemar gim kartu digital akan segera mendapatkan dukungan bahasa Indonesia dalam permainan ponsel pintar Pokémon Trading Card Game Pocket.

Keseruan lain yang ditunggu adalah Pikachu’s Indonesia Journey. Acara ini dipastikan digelar bersamaan dengan Nintendo Switch and Nintendo Switch 2 Experience Jakarta, sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman Pokémon dalam format digital maupun aktivitas langsung.

Melalui beragam program tersebut, The Pokémon Company berharap Pokémon bisa semakin dekat dengan masyarakat Indonesia lintas generasi, terutama anak-anak, sembari membuka ruang pertemuan antara kekayaan budaya Nusantara dan dunia Pokémon.