INDUSTRY.co.id, Jakarta-Komunitas pengusaha Buddhis resmi pertama di Indonesia, Indonesia Buddhist Entrepreneur Association (IBEA), menggelar soft launching di Auditorium Ditjen Bimas Buddha, Kementerian Agama, Sabtu (5/9/2026).  
Acara ini menandai langkah awal membangun jejaring pengusaha Buddhis yang terbuka, profesional, dan berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat.

Kehadiran IBEA didorong oleh semangat kemandirian ekonomi, kolaborasi lintas mazhab, serta kontribusi dunia usaha yang dilandasi nilai spiritual.  Dalam momentum itu, IBEA menyelenggarakan talk show bertema “Penguatan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Pengusaha Muda Buddhis” sebagai pintu masuk dialog antara pemerintah, tokoh agama, dan pelaku usaha.

Acara dibuka oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Direktur Jenderal Bimas Buddha Supriyadi, anggota DPRD DKI Jakarta Kevin Wu, serta Ketua Dewan Pengawas IBEA Wenny Lo.  Turut hadir pimpinan pusat kelembagaan Buddha se-Indonesia dan sejumlah tokoh pengusaha Buddhis.

Emil Atmadjaya, Ketua Umum IBEA, menyatakan bahwa IBEA hadir untuk membangun komunitas pengusaha Buddhis yang berkelimpahan sekaligus memberi manfaat bagi Indonesia. “Kami ingin IBEA menjadi rumah bersama bagi para pengusaha Buddhis Indonesia. Sebuah komunitas yang memungkinkan kita saling belajar, saling menguatkan, membangun kepercayaan, dan bertumbuh bersama,” ujarnya.

Visi IBEA adalah “Menjadi komunitas pengusaha Buddhis demi mencapai keberlimpahan serta kebermanfaatan bagi Indonesia.” Visi ini menjadi landasan bagi IBEA untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebagai fondasi, IBEA menetapkan enam nilai utama: Honesty (kejujuran), Integrity (integritas), Trust (kepercayaan), Professional (profesionalisme), Compassion (kepedulian), dan Wisdom (kebijaksanaan).  Keenam nilai ini mencerminkan keyakinan bahwa bisnis berkelanjutan harus dibangun di atas etika, tanggung jawab, dan cinta kasih sesuai ajaran Sang Buddha.

Michael Kirana, salah satu pendiri dan Wakil Sekjen IBEA, menambahkan, “Keberlimpahan yang kita capai bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.”  Pernyataan ini menegaskan arah IBEA sebagai wadah yang mempertemukan potensi dunia usaha sekaligus mendorong generasi muda untuk berani berwirausaha dan menciptakan nilai bagi masyarakat.

Soft launching IBEA pada 5 September 2026 menjadi tonggak awal membangun komunitas pengusaha Buddhis yang kuat, profesional, dan kolaboratif.  Dengan berpegang pada enam nilai utamanya, IBEA bertekad membangun budaya bisnis yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan kebermanfaatan bagi Indonesia.

Indonesia Buddhist Entrepreneur Association (IBEA) merupakan komunitas pengusaha Buddhis resmi pertama di Indonesia yang terdaftar pada Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI.

IBEA bertujuan memperkuat jejaring, kolaborasi, pengembangan kewirausahaan, dan kontribusi dunia usaha bagi masyarakat Indonesia.

Visi IBEA: “Menjadi komunitas pengusaha Buddhis demi mencapai keberlimpahan serta kebermanfaatan bagi Indonesia.”
IBEA berpegang pada enam nilai utama: Honesty, Integrity, Trust, Professional, Compassion, dan Wisdom.

Jika Anda ingin, saya bisa menyesuaikan lagi agar lebih “feature humanis” (misalnya menambahkan profil singkat Emil Atmadjaya atau Wenny Lo, atau kutipan langsung yang lebih hidup) sesuai karakter rubrik Kompas yang Anda targetkan.