INDUSTRY.co.id - Jakarta — Di tengah Kota Tua Jakarta, Acaraki the Art of Jamu tidak hanya menyajikan jamu, tetapi juga ruang untuk belajar budaya Nusantara. Pendirinya, Jony Yuwono, ingin membangun warisan jangka panjang, bukan sekadar tren sesaat.
Hal itu disampaikan Jony saat menerima kunjungan Direktur Utama PT Banten West Java (BWJ) Poernomo Siswoprasetijo beserta tim di Acaraki, Selasa (4/8/2026).
Jony menuturkan Acaraki berdiri sejak 2018 dan kini berkembang hingga ke luar negeri. Gerai pertamanya ada di Kota Tua, lalu merambah ke Brunei Darussalam, dan direncanakan hadir di Singapura.
Menurutnya, jamu kini dikemas lebih ramah bagi anak muda, milenial dan Gen Z, tanpa harus terasa pahit.
Ia juga mengenalkan konsep Shadow of The Light, sebuah video musik bertema wayang kulit yang memadukan orkestra, gamelan, vokal pop, dan cengkok sinden.
Proses produksinya hampir satu tahun, digarap bersama komposer Elwin Hendrijanto dan Batavia Pictures.
Karya ini telah meraih puluhan penghargaan internasional, mulai dari Liverpool Film Festival 2024 hingga PopCon International Film Festival 2025.
Bagi Jony, pelestarian wayang bukan hanya pada bendanya, tetapi juga pada nilai dan filosofi yang disampaikan melalui storytelling.
Selain wayang, Acaraki juga menginisiasi program revitalisasi lain seperti Aksara Nusantara, Angklung Selayang, Arsir Batik, Kaligrafi Aksara Nusantara, Kereta EV Kencana, dan Angklung Elektronik.
Dalam pertemuan itu, Jony mengajak tim BWJ untuk belajar membatik dan mengenal aksara Nusantara. Ia menekankan batik tidak hanya sebagai busana, tetapi bisa dikembangkan menjadi produk lain seperti tas.
"Budaya sering diperlakukan seperti benda pusaka, dikagumi tapi jauh dari keseharian. Tantangan kita sekarang adalah memberi daya hidup baru agar tradisi tetap relevan," ujar Jony.
PT BWJ sendiri selama ini dikenal sebagai pengelola destinasi wisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten.
Pertemuan ini membuka peluang kolaborasi antara BWJ dan Acaraki dalam mempromosikan budaya dan wisata berbasis warisan Nusantara.