INDUSTRY.co.id, Jakarta-Pada bulan 5 Desember 2025 Musik Kolintang telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH), yaitu menjadi bagian dari Warisan Budaya Dunia yang non-fisik. Tanggal yang bersejarah ini kemudian ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan RI sebagai Hari Kolintang Nasional.
Perjuangan untuk mendapat pengakuan nasional dan dunia ini sangat panjang dan merupakan sebuah dinamika sosial dan budaya tersendiri, terutama yang menyangkut masyarakat dan kebudayaan Minahasa, dari mana Kolintang itu berasal.
Pengusulan Kolintang untuk mendapat pengakuan UNESCO berasal dari komunitas Kolintang di Minahasa. Namun yang menjadi kunci utama dari proses perjuangan panjang ini adalah sebuah organisasi Kolintang tingkat nasional bernama PINKAN, singkatan dari Persatuan Insan Kolintang Nasional Indonesia yang dipimpin oleh Ibu Penny Iriana Marsetio. Dengan dukungan penuh dari PINKAN dan Perwakilan Indonesia untuk UNESCO di Paris, akhirnya Kolintang berhasil mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak-Benda Dunia.
Berkenaan dengan Pengakuan UNESCO ini, pada tanggl 27 September – 2 Oktober, PINKAN mendapat undangan dari KBRI dan kantor pusat UNESCO di Paris untuk tampil menunjukkan kehebatan budaya musik Kolintang di kota Menara Eifel. Adapun grup Kolintang yang berangkat mewakili Indonesia ini bernama “Rhythm of Minahasa” (RoM) yang dipimpin Ferdinand Soputan, pemain muda Kolintang yang sangat handal. Sedangkan muhibah musikal ini bertolak ke Paris dipimpin oleh Dr. Franki Raden, seorang komponis dan etnomusikolog yang terlibat dalam memperjuangkan Kolintang mendapat pengakuan di UNESCO.
Di Paris, RoM akan tampil khusus pada acara diplomat yang digelar oleh KBRI, dan acara yang digelar khusus oleh UNESCO. Disamping itu, RoM juga diundang oleh Walikota Paris untuk tampil di Place des Muguets, sebuah tempat terbuka yang menjadi sarana edukasi budaya untuk generasi muda.
Lagu-lagu yang dipersiapkan oleh RoM khusus dirancang untuk menunjukkan kemampuan para pemain Kolintang Indonesia dalam memainkan segala jenis musik, mulai dari lagu-lagu nasional, lagu daerah, musik jazz hingga musik klasik seperti Alla Turca dengan alat musik Kolintang. Dengan adanya kesempatan untuk menunjukkan kehebatan musik Kolintang, diharapkan mata dunia akan terbuka bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang memiliki budaya musik asli yang mampu bersanding dengan budaya musik Jazz maupun Klasik Eropa.