INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik nasional untuk naik kelas dan memperluas akses pasar global. 

Salah satu capaian terbaru adalah keberhasilan PT Follow Me Indonesia, IKM binaan Kemenperin, menembus pasar ekspor Papua Nugini melalui produk parfum dan gel rambut.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, keberhasilan IKM menembus pasar internasional menunjukkan produk kosmetik dalam negeri semakin kompetitif dari sisi kualitas, keamanan, dan inovasi.

“Pemerintah akan terus mendukung industri kosmetik, parfum, dan gaya hidup sehat agar semakin meningkatkan kinerja positifnya di pasar ekspor. Produk kosmetik buatan Indonesia semakin dipercaya di pasar dunia karena memiliki kualitas yang baik, aman, dan terbukti memberikan manfaat bagi konsumennya,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/9).

Menperin menegaskan, sektor industri kosmetik nasional memiliki potensi besar seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin memprioritaskan kesehatan, kebugaran, dan kualitas. Potensi tersebut tercermin dari kinerja ekspor industri kosmetik pada 2025 yang mencapai USD473,8 juta, meningkat 13,7 persen dibandingkan 2024 sebesar USD416,8 juta.

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) per Juli 2026, jumlah pelaku industri kosmetik di Indonesia telah mencapai 1.655 unit usaha dan lebih dari 87 persen di antaranya merupakan IKM. Hingga Agustus 2026 tercatat lebih dari 370 ribu produk kosmetik yang telah terdaftar di BPOM.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, keberhasilan PT Follow Me Indonesia melakukan ekspor ke Papua Nugini menjadi bukti konkret efektivitas pembinaan pemerintah.

“Salah satu keberhasilan pembinaan industri lokal di sektor kosmetik terlihat dari tumbuhnya salah satu merek parfum lokal yang penjualan produknya mampu menembus pasar ekspor,” ungkap Reni pada acara Pelepasan Ekspor Produk Kosmetik dan Parfum milik PT Follow Me Indonesia ke Papua Nugini di Tangerang, Senin (14/9).

Reni menambahkan, ekspor tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan perdagangan bilateral Indonesia dan Papua Nugini. Kedekatan geografis menjadikan Papua Nugini salah satu pasar potensial bagi produk Indonesia.

PT Follow Me Indonesia sendiri telah beroperasi selama hampir tiga dekade. Usaha tersebut bermula dari skala industri kecil dan kemudian secara aktif mengikuti program pembinaan sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) yang diselenggarakan Ditjen IKMA.

Direktur Industri Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan menjelaskan, pembinaan terhadap PT Follow Me Indonesia dilakukan secara berkelanjutan. Sejak 2023, perusahaan telah mengikuti fasilitasi kemitraan dan temu bisnis IKM kosmetik. Pada 2024, perusahaan yang dipimpin Henry Suhardja tersebut juga memperoleh kesempatan mengikuti fasilitasi pameran Cosmetic Day dan Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Ditjen IKMA. Dari fasilitasi itu, PT Follow Me Indonesia berhasil menjalin kemitraan dengan PT Indesso Aroma.

Sementara itu, pemilik PT Follow Me Indonesia Henry Suhardja mengungkapkan, pada pelepasan ekspor kali ini, perusahaan mengirim produk parfum dan gel rambut dengan nilai sekitar USD40.436 atau sekitar Rp707 juta.

“Kami berterima kasih dan bersyukur atas dukungan Ditjen IKMA Kemenperin serta seluruh pemangku kepentingan lainnya,” ujar Henry.