INDUSTRY.co.id, Tabang, Kalimantan Timur-Keikutsertaan dalam festival dapat membuka pintu baru bagi pelaku UMKM. Produk dikenal, jejaring bertambah, dan pasar mulai terbentuk. Namun, tantangan yang lebih besar adalah memastikan peluang tersebut tidak berhenti ketika acara selesai.
Momentum Bayan CraftArt Fest 2026 di Balikpapan, yang berlangsung pada 24–30 Agustus 2026, menunjukkan bahwa festival dapat menjadi pintu awal bagi UMKM untuk memperluas pasar dan membangun jejaring. Festival tahunan tersebut mempertemukan pelaku UMKM, seniman, komunitas, dan masyarakat dalam ruang promosi produk serta pertukaran gagasan. Bagi PPM Bayan Tabang, momentum seperti ini memperlihatkan pentingnya pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada keikutsertaan dalam acara, tetapi juga keberlanjutan usaha setelahnya.
Penguatan UMKM membutuhkan lebih dari ruang pamer. Pelaku usaha perlu didampingi agar mampu menjaga kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, mengurus legalitas, memperbaiki kemasan, memanfaatkan pemasaran digital, dan memperluas akses pasar.
“Kami menyadari bahwa pelaku kreatif dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, sekaligus penjaga warisan budaya kita. Melalui Bayan CraftArt Fest, kami ingin memastikan mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki wadah untuk tumbuh bersama, meningkatkan skala bisnis, dan semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Yuli Widiastuti, Senior Staff PT Bayan Resources Tbk.
Dalam Bayan CraftArt Fest 2026, produk lokal dari berbagai kategori diperkenalkan kepada masyarakat luas. Kehadiran festival menjadi kesempatan bagi UMKM untuk menguji respons pasar secara langsung, membangun hubungan dengan konsumen, serta melihat peluang kolaborasi dengan sesama pelaku usaha.
Namun, akses pasar yang berkelanjutan tetap menjadi kebutuhan utama. Karena itu, PPM Bayan Tabang memandang pendampingan UMKM perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan kapasitas usaha hingga kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.
Pendampingan dapat mencakup pelatihan pengelolaan usaha, peningkatan kualitas dan daya tahan produk, perbaikan identitas merek, pengembangan kemasan, hingga fasilitasi legalitas seperti Nomor Induk Berusaha dan sertifikasi halal. Langkah-langkah tersebut penting agar produk lokal tidak hanya menarik saat dipamerkan, tetapi juga siap bersaing secara konsisten.
Selain menggerakkan ekonomi, penguatan UMKM juga berhubungan dengan pelestarian identitas lokal. Produk kriya, kuliner, dan karya kreatif sering kali lahir dari pengetahuan serta tradisi yang diwariskan antargenerasi. Ketika pelaku usaha mampu mengembangkan produknya, nilai budaya yang melekat di dalamnya ikut memiliki ruang untuk bertahan dan dikenal lebih luas.
PPM Bayan Tabang meyakini kolaborasi menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem tersebut. Pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan sektor swasta memiliki peran yang saling melengkapi untuk menghadirkan peluang tumbuh bagi UMKM.
Ke depan, penguatan UMKM tidak hanya diukur dari ramainya sebuah acara atau jumlah produk yang terjual dalam beberapa hari. Dampak yang lebih penting adalah lahirnya pelaku usaha yang semakin mandiri, memiliki akses pasar, mampu menjaga mutu, dan siap mengembangkan usaha dalam jangka panjang.
PPM Bayan Tabang merupakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang dijalankan oleh PT Bara Tabang, PT Tiwa Abadi, PT Fajar Sakti Prima, dan PT Brian Anjat Sentosa di Kalimantan Timur. Mengusung semangat “Bayan Peduli, Bayan Berbagi Asa”, PPM Bayan Tabang menjalankan program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan pelestarian lingkungan untuk mendorong kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional.