INDUSTRY.co.id - Jakarta – Perkembangan Agentic AI mendorong perusahaan untuk tidak sekadar mengadopsi teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga memastikan setiap agen AI dapat beroperasi secara aman, terkendali, dan memberikan nilai bisnis yang terukur.

Menjawab kebutuhan tersebut, Rimini Street, Inc. (Nasdaq: RMNI) meluncurkan Rimini Govern for AI, layanan terbaru yang menjadi bagian dari portofolio Governance, Risk, and Compliance (GRC) Rimini Govern.

Layanan ini dirancang untuk membantu organisasi mempercepat penerapan agen AI sekaligus mengurangi risiko operasional yang muncul ketika teknologi tersebut mulai digunakan dalam skala perusahaan.

Rimini Govern for AI tersedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sepanjang tahun (24/7/365) melalui Global Command Centers Rimini Street. Layanan tersebut didukung tim insinyur AI berpengalaman untuk memberikan pengawasan dan dukungan terhadap operasional agen AI.

Pertumbuhan penggunaan Agentic AI membuat perusahaan menghadapi tantangan baru. Banyak organisasi masih memiliki keterbatasan dalam memantau aktivitas agen AI, mengelola alur kerja, memastikan keamanan, hingga mengukur biaya dan keuntungan yang dihasilkan.

Masalah tersebut semakin kompleks dengan munculnya fenomena “shadow AI”, penggunaan berbagai perangkat AI yang tidak selalu berada dalam kerangka tata kelola perusahaan.

Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara potensi agen AI dengan kemampuan perusahaan dalam mengendalikan operasionalnya.

Rimini Street mengutip prediksi Gartner yang menyebutkan bahwa pada 2027, sebanyak 40 persen perusahaan akan menurunkan status atau menghentikan penggunaan agen AI otonom karena kesenjangan tata kelola yang muncul setelah terjadinya insiden di lingkungan produksi.

Melalui Rimini Govern for AI, perusahaan ditawarkan pendekatan terpusat untuk mengelola berbagai aspek operasional agen AI. Layanan tersebut mencakup pemantauan aktivitas agen, alur kerja, insiden keamanan, status kepatuhan, metrik kinerja, hingga data biaya di seluruh perusahaan.

Selain itu, perusahaan dapat memastikan agen AI hanya menjalankan aktivitas yang telah diizinkan dan mengikuti alur kerja yang telah disetujui.

Salah satu fokus Rimini Govern for AI adalah memberikan visibilitas yang lebih menyeluruh terhadap penggunaan agen AI. Perusahaan dapat menerapkan kontrol keamanan, tata kelola, dan kepatuhan secara konsisten sekaligus mengukur nilai bisnis serta return on investment (ROI) dari implementasi agen AI.

Kemampuan tersebut diharapkan membantu organisasi tidak hanya mengetahui apakah agen AI berjalan dengan baik, tetapi juga memahami dampaknya terhadap biaya operasional, produktivitas, profitabilitas, dan daya saing.

Layanan ini juga menyediakan analisis akar masalah serta dukungan perbaikan ketika terjadi gangguan pada agen AI. Dengan demikian, masalah dapat ditangani lebih cepat untuk meminimalkan gangguan terhadap proses bisnis yang bergantung pada AI.

“Dengan Rimini Govern for AI, organisasi kini dapat menerapkan dan memperluas penggunaan agen AI dengan lebih percaya diri dan aman, didukung oleh pengawasan, kendali, visibilitas, serta kapabilitas pengukuran yang dibutuhkan untuk mempercepat adopsi, mengukur ROI, dan menghasilkan nilai bisnis,” ujar Seth Ravin, CEO Rimini Street.

Menurutnya, pengalaman Rimini Street selama lebih dari dua dekade dalam memberikan dukungan TI global untuk sistem yang bersifat mission-critical menjadi salah satu fondasi pengembangan layanan tersebut.
Tiga Tahap Implementasi Rimini Govern for AI

Rimini Street menyebut Rimini Govern for AI dapat diterapkan melalui tiga fase utama, mulai dari perencanaan hingga pengoperasian.

Pertama, perencanaan. Para ahli agen AI Rimini Street mengevaluasi tujuan penggunaan AI, tingkat kesiapan organisasi, prioritas tata kelola, serta kebutuhan roadmap. Proses ini didukung Rimini AI Readiness Assessment dan lokakarya Rimini AI Strategy and Roadmap.

Kedua, implementasi. Rimini Street membantu organisasi mengidentifikasi agen AI yang digunakan di berbagai perangkat lunak, platform, dan sistem. Tahap ini juga mencakup konfigurasi akses yang aman serta evaluasi dampak operasional, finansial, dan kepatuhan.

Ketiga, pengoperasian. Setelah diterapkan, layanan dipantau secara real-time oleh insinyur AI melalui Global Command Centers Rimini Street selama 24/7/365. Pemantauan sistem, keamanan, dan integrasi dilakukan secara berkelanjutan.

Rimini Govern for AI tidak berdiri sendiri. Layanan tersebut menjadi bagian dari ekosistem solusi Agentic AI Rimini Street yang mencakup Rimini Agentworks dan Rimini Agentic UX.

Rimini Agentworks merupakan layanan siklus hidup agen AI yang membantu perusahaan bergerak dari tahap konsep menuju implementasi produksi. Layanannya mencakup penyusunan strategi, desain dan pembangunan agen AI, validasi interoperabilitas, pengujian fungsional dan keamanan, hingga sertifikasi kesiapan operasional.

Sementara itu, Rimini Agentic UX berfungsi sebagai lapisan pengalaman pengguna berbasis AI di atas sistem dan rilis ERP yang telah dimiliki perusahaan.

Solusi tersebut memungkinkan organisasi menghubungkan data, memperoleh wawasan, serta mengambil keputusan berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan AI. Alhasil, proses ERP dapat dioptimalkan sekaligus meningkatkan produktivitas.