INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia memasuki semester II 2026 dengan basis portofolio yang semakin kuat. Perseroan kini mengarahkan strategi pada optimalisasi aset yang telah beroperasi sekaligus meningkatkan kontribusi aset baru untuk menopang pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun.
Langkah tersebut dilakukan setelah Paradise Indonesia meresmikan 23 Semarang Shopping Center pada kuartal II 2026. Kehadiran pusat perbelanjaan tersebut menambah portofolio komersial perseroan di tengah upaya meningkatkan kinerja aset yang sudah beroperasi.
Pada semester I 2026, INPP membukukan pendapatan di atas Rp800 miliar. Perseroan memproyeksikan pendapatan akan meningkat pada paruh kedua tahun ini, ditopang oleh kontribusi aset komersial dan bisnis hospitality.
Di segmen komersial, Paradise Indonesia mengelola sejumlah pusat perbelanjaan seperti 23 Paskal Shopping Center, Park 23, dan Beachwalk Bali. Dengan beroperasinya 23 Semarang, perseroan memperluas jaringan aset komersial sekaligus berupaya meningkatkan aktivitas pengunjung dan kinerja tenant.
“Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah pengembangan portofolio menjadi kontribusi kinerja yang semakin nyata. 23 Semarang menambah destinasi komersial dalam jaringan kami, sementara aset yang telah beroperasi terus kami tingkatkan melalui pengelolaan tenant, pengalaman pengunjung, dan pembaruan properti hospitality. Bersama mitra operator jangka panjang seperti Ascott, kami ingin memastikan setiap aset tetap relevan dan mampu menciptakan nilai secara berkelanjutan,” ujar Surina, Wakil Presiden Direktur dan CFO Paradise Indonesia.
Strategi penguatan pendapatan berulang menjadi salah satu penopang utama kinerja INPP. Pada semester I 2026, pendapatan berulang berkontribusi lebih dari 70% terhadap total pendapatan perseroan, dengan segmen komersial menjadi penyumbang terbesar.
Hingga akhir 2026, INPP menargetkan kontribusi pendapatan berulang tetap berada pada kisaran 70% hingga 75%. Target tersebut menunjukkan perseroan berupaya menjaga stabilitas arus pendapatan melalui optimalisasi aset yang telah menghasilkan pendapatan secara konsisten.
Di sisi hospitality, aset-aset di Bali masih menjadi kontributor utama pendapatan segmen tersebut. Paradise Indonesia juga melakukan peningkatan dan renovasi terhadap sejumlah properti hospitality prioritas untuk mempertahankan daya tarik dan relevansi aset di tengah persaingan industri pariwisata dan perhotelan.
Penguatan bisnis hospitality juga ditopang kemitraan jangka panjang dengan The Ascott Limited. Melalui perjanjian baru berdurasi 30 tahun, Ascott akan mengelola tujuh properti dalam portofolio Paradise Indonesia dengan total lebih dari 800 kamar.
Secara keseluruhan, kerja sama Paradise Indonesia bersama entitas anak dan afiliasinya dengan Ascott untuk periode 30 tahun ke depan mencakup tujuh properti. Kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjaga kualitas pengelolaan aset hospitality sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pendapatan berulang.
Selain mengoptimalkan aset yang sudah beroperasi, INPP masih memiliki pipeline pengembangan melalui 88 Plaza Balikpapan Fase I. Proyek kawasan komersial tersebut mencakup pengembangan ruko dengan progres penjualan telah melampaui 60% pada semester I 2026.
Dengan kombinasi penguatan aset komersial, optimalisasi properti hospitality, ekspansi portofolio dan pengembangan proyek baru, Paradise Indonesia menargetkan momentum pertumbuhan tetap terjaga hingga akhir 2026. Fokus perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga memperbesar kontribusi aset yang mampu menghasilkan pendapatan berulang secara berkelanjutan.