Kemenperin Akui Kurangnya Teknologi Industri TPT Nasional

Oleh : Ridwan | Jumat, 19 Mei 2017 - 15:55 WIB

Produksi tekstil (vov5)
Produksi tekstil (vov5)

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono memberika apresiasi kepada Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yang telah mengadakan 'Focus Group discusion" pada hari ini.

"Saya berharap dengan diskusi ini bisa menhasilkan gambaran-gambaran untuk kemajuan industri TPT nasional," ungkap Achmad Sigit Dwiwahjono saat pembukaan acara Focus Group Discusion Industri TPT di Hotel Bidakara, Jakarta (19/5/2017).

Menurut Sigit, dengan pertumbuhan penduduk dan semakin tingginya permintaan akan kebutuhan tekstil non sandang, industri TPT nasional masih terus meningkat.

Berdasarkan catatan Kemneprin, pada tahun 2016 investasi industri TPT mencapai Rp7,54 triliun, dengan perolehan devisa sebesar USD 11,87 miliar.

Sigit menyadari saat ini kondisi industri TPT nasional sedang menghadapi begitu banyak hambatan, mulai dari harga gas yang belum beranjak turun, banjirnya produk impor, hingga masalah restrukturisasi yang masih belum merata.

"itu semua sudah kita sampaikan ke Pak Menteri melalui paket-paket deregulasi. Dan sampai saat ini kita tetap perjuangkan itu semua, karena semua itu menyangkut daya saing industri TPT nasional," terangnya.

Menanggapi banjirnya produk impor, Sigit mengatakan, kita sedang kordinasi dengan Kementerian Perdagangan. "Kita hanya bisa menccokkan datanya saja, tidak bisa merekomendasikan," imbuhnya.

Untuk saat ini, lanjut Sigit, pengendalian impor kita sudah berjalan efektif, dan kita sudah bekerjasama dengan Kementerian keuangan dan Bea Cukai untuk pengendalian impor ini, terbukti sampai kuartal I-2017 impor TPT turun sebesar 33 persen dari tahun lalu.

Sigit mengakui, sampai saat ini teknologi industri TPT nasional masih sangat ketinggalan dari negara-negara lainnya. Kita akan dorong lagi nanti melalui restrukturisasi industri, khususnya di pewarnaan sehingga sample bisa cepat prosesnya.

"Saat ini sudah adad beberapa perusahaan yang menggunakan digital printing, sehingga mempercepat proses sample itu sendiri. Saya berharap kedepan nantinya akan banyak perusahaan yang memakai digital printing agar mempercepat proses sample," tutup Sigit.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Kemenperin, Putu Juli Ardika

Rabu, 17 Juli 2019 - 11:15 WIB

AMMDes Pengumpan Ambulans Jadi Pilot Project di Banten

Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan pada Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) di seluruh daerah Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:40 WIB

Bikin SDM Industri Kompetitif, Kemenperin Susun Kurikulum Hingga Usul Insentif

Kementerian Perindustrian terus memacu ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sektor industri. Langkah strategis yang telah dilakukan, salah satunya adalah pelaksanaan pendidikan…

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)/ASDP Ira Puspadewi

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:00 WIB

Sinergi Pengembangan Destinasi Pariwisata baru di Bakauheni, Lampung

Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoerdan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)/ASDP Ira…

Dirjen Bina Konstruksi selaku Ketua Komite K2 Syarif Burhanuddin

Rabu, 17 Juli 2019 - 08:55 WIB

Ini Hasil Evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi Atas Peristiwa Runtuhnya Formwork Pierhead Tol BORR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) telah melakukan evaluasi atas…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Rabu, 17 Juli 2019 - 08:10 WIB

Hari Ini Aksi Profit Taking Warnai Bursa Saham

Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal bergerak kembali mengalami konsolidasi bertahan diatas 6400 yang merupakan level psikologis secara teknikal. Pergerakan break out support Moving Average…