Sudah Menjadi Gaya Hidup, Kenali Dampak Dari Digitalisasi

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 22 Juni 2021 - 07:30 WIB

Ilustrasi Era Digitalisasi
Ilustrasi Era Digitalisasi

INDUSTRY.co.id - Digitalisasi telah mengubah interaksi sosial di masyarakat. Dengan bantuan teknologi yang sebenarnya memudahkan kehidupan, di balik itu terdapat kehati-hatian gaya hidup yang membuat masyarakat menjadi individualis.

“Dampak dari Digitalisasi, tumbuhnya orang-orang berego tinggi, orang yang lebih mengutamakan dirinya sendiri ketimbang orang lain,” ujar Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, Selasa (15/6/2021).

Lebih jauh Syarifudin mengungkapkan, digitalisasi telah membuat perubahan kehidupan sosial yang tidak lagi dibangun berdasarkan kolektivitas tapi dibangun berdasarkan egoisme dan individualisme. Konsekuensinya interaksi yang bersifat tatap muka akan semakin tersingkirkan.

Hal tersebut menjadi sinyal kehati-hatian bahwa digital telah menjadi gaya hidup. Padahal interaksi bersifat tatap muka harus tetap dipelihara sehingga tidak tersingkir dan agar menjadi lawan tanding dari egoisme, individualisme yang muncul akibat digital.

“Contoh kecil dari perspektif pendidikan bagaimana dampak digital saat pandemi ini lembaga pendidikan formal menjadi runtuh, tak ada lagi ruang-ruang kelas,” ujar Syafrudin.

Sejak pandemi, sekolah bukan satu-satunya tempat belajar karena proses belajar daring telah melepas dari pemaksa internal dengan materi baku dan waktu belajar menjadi bersifat flexibel.

Pendidikan sekarang juga menjadi sangat tergantung kepada anak dan orang tua artinya sekolah sebagai lembaga pendidikan harus menempatkan diri sebagai fasilitator bukan lagi memvonis seorang anak berhasil atau tidak berhasil.

Pendidikan juga tak lagi terbatas dari nilai-nilai yang tertera di dalam rapor dan angka-angka yang belum tentu merepresentasikan keadaan anak yang sebenarnya.

“Institusi pembelajaran formal bukan satu-satunya, saya tidak bilang tidak penting tetapi bukan satu-satunya tempat untuk belajar. Ada ruang lain untuk belajar seperti di RT, RW bahkan di ruang digital untuk pembelajaran,” sebutnya.

Peran-peran digital yang harus dikedepankan dibangun ke depan adalah kegotongroyongan, humanis, bukan egoisme dan individualis. Ketika digital harus dihadapkan pada interaksi sosial akan kembali kepada pengguna membawanya ke arah positif atau negatif.

“Dalam menggunakan digital hanya satu kata yang dibutuhkan yaitu literasi yang diartikan sebagai kemampuan memahami realitas,” tuturnya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula narasumber lainnya yaitu CMO Kadobox Henry Victor, Sekjen Relawan TIK Indonesia Said Hasibuan, dan Content Creator bandungtanpakamu, Vhie Saliendra. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Bank DKI

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:42 WIB

Anies Apresiasi Kontribusi Bank DKI Terkait Kolaborasi Penanganan Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi kontribusi Bank DKI terkait kolaborasi penanganan covid-19, termasuk salah satunya pada program Mobil Vaksin Keliling yang diinisiasi…

Inilah profil Carina Citra Dewi Joe, peneliti asal Indonesia yang menjadi salah satu pemilik hak paten vaksin AstraZeneca.

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:24 WIB

Bikin Bangga Jutaan Masyarakat Indonesia, Wanita Keturunan Indonesia Ini, Ternyata Salah Satu Pemilik Hak Paten Vaksin Astrazeneca

Jakarta-Selain Indra Rudiansyah, ternyata ada peneliti Indonesia yang ikut mengembangkan vaksin Covid-19 Astrazeneca di Oxford Univeristy, Inggris. Dia adalah wanita muda bernama Dr Carina Citra…

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Aplikasi JAKI (foto Kolase)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:11 WIB

Kabar Terbaru dari Anak Buah Gubernur Anies: Aplikasi JAKI Bisa Buat Cek Status Vaksinasi COVID-19

Jakarta-Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta menambah fitur baru pada aplikasi JAKI yang dapat mengidentifikasi status vaksinasi COVID-19.

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:54 WIB

ACT dan Gernas MUI Bergerak Bersama Atasi Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 adalah permasalahan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Semua elemen bangsa harus bersatu dalam menuntaskannya. Persatuan sangatlah penting, sebagaimana yang dicontohkan…

Ilustrasi Paspor Vaksin (Ist)

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:45 WIB

Jepang Mulai Memberlakukan Paspor Vaksinasi Covid-19

Jepang mulai menerima paspor vaksin bagi mereka yang telah sepenuhnya divaksinasi Covid-19 sebagai syarat bahwa warganya dapat melakukan perjalanan internasional.